Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Makna Hubungan Seks dan Bercinta

Hestianingsih - wolipop Senin, 18 Mei 2020 21:30 WIB
Loving young couple in bed looking very affectionate towards each other - relationship concepts Ilustrasi pasangan bercinta. Foto: iStock
Jakarta -

Bercinta dan hubungan seksual; dua istilah ini sama-sama digunakan untuk mendefinisikan bentuk keintiman seksual pada pasangan. Pun begitu makna antara keduanya ternyata berbeda.

Bercinta umumnya diasosiasikan sebagai keintiman seksual yang melibatkan perasaan. Sementara hubungan seks lebih kepada penetrasi seks sekadar untuk melepaskan hasrat.

Para pakar seks pun memberikan pendapatnya dan menjelaskan lima perbedaan dari bercinta dan hubungan seks.


1. Motivasi

Loving young couple in bed looking very affectionate towards each other - relationship conceptsIlustrasi pasangan bercinta. Foto: iStock


Saat berhubungan seks, motivasi pasangan adalah bagaimana caranya melepaskan hasrat seksual dan mendapatkan orgasme. Sementara ketika pasangan bercinta, mencapai klimaks tetap jadi hal penting, tapi bukan yang utama. Motivasinya adalah untuk lebih terkoneksi secara emosional dengan pasangan.

Keintiman tak hanya lewat fisik tapi juga pikiran dan perasaan. Pelukan, ciuman dan sentuhan jadi elemen yang tak kalah pentingnya dari penetrasi seks itu sendiri. Bisa dibilang konsep bercinta itu rumit dibandingkan hubungan seks dan bisa memakan waktu lebih lama sampai tercapainya orgasme.

"Kamu tahu kalau kamu sedang bercinta ketika kamu meresapi apa pun yang orang ini lakukan pada tubuhmu. Cara dia mencium, aroma tubuhnya, teknik seksual. Kalian punya chemistry, dan segalanya terasa menggebu. Artinya ada percikan (cinta)," jelas seksolog dan terapis seks Gigi Engle, seperti dilansir Elite Daily.

2. Cara Komunikasi

ilustrasi pasangan bercintaIlustrasi pasangan bercinta. Foto: Thinkstock


Pasangan yang berhubungan seks biasanya akan memulai dengan membicarakan hal-hal yang berkorelasi pada seksualitas atau istilah populernya 'dirty talk'. Komunikasi pun hanya sebatas pada teknik-teknik seks seperti gerakan perlahan atau cepat, bagian tubuh mana yang perlu dieksplor lebih intens atau siapa yang lebih dulu mencapai orgasme.

Komunikasi saat pasangan bercinta lebih dalam dari itu. Selain 'dirty talk', pasangan juga saling mengungkapkan perasaan cinta yang lebih emosional. Bercinta membuat pasangan lebih terbuka dengan hatinya masing-masing.

"Pilihan kata bisa membuat perbedaan antara pengalaman seksual yang menakjubkan dan dirty talk yang terkesan seperti skrip film porno," tutur psikolog Jennifer B. Rhodes.


3. Ada/Tidaknya Kerapuhan Emosional

ilustrasi pasangan bercintaIlustrasi pasangan bercinta. Foto: Thinkstock


Hubungan seks umumnya tidak terlalu melibatkan perasaan karena tujuannya lebih kepada pemenuhan kebutuhan biologis. Pasangan foreplay, terjadi penetrasi seks, lalu selesai dan tubuh merasa lebih baik.

Saat bercinta, pasangan baik pihak wanita, pria atau keduanya, akan merasakan dirinya rapuh secara emosional. Rapuh di sini bukan berarti dia jadi lemah atau insecure. Tapi ada perasaan terdalam yang membuncah, saking intensnya, membuat dia mengeluarkan air mata ketika bercinta.

"Kerapuhan emosional dan seksual selaras hingga membuat pasangan merasa sudah berada pada 'jalur yang sama' di ranjang. Termasuk nilai-nilai, keyakinan, hasrat, dorongan seksual, preferensi, keunikan dan ekspektasi seputar seks," papar pakar seks Jamie J. LeClaire.



Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)