Waspada! 5 Aktivitas Setelah Bercinta yang Bisa Membuat Miss V Luka

Hestianingsih - wolipop Rabu, 25 Des 2019 22:02 WIB
Ilustrasi pasangan bercinta. Foto: iStock
Jakarta - Tak banyak yang tahu, apa yang wanita lakukan setelah berhubungan seks bisa berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi, terutama vagina.

Dokter spesialis kandungan Leslie E. F. Page, M.D., seperti dikutip dari Women's Health menjelaskan, "Ketika jaringan vagina telah terlubrikasi, membengkak dan terkena gesekan saat penetrasi seks, itu akan mengubah bagaimana jaringan di sekitarnya bereaksi terhadap lingkungan luar. Terutama, Anda akan lebih berisiko terkena infeksi."

Dokter Leslie mengingatkan ada lima hal yang sebaiknya Anda hindari setelah berhubungan seks dengan suami, demi mencegah timbulnya iritasi maupun infeksi.

1. Tak Buang Air Kecil Setelah Bercinta
Foto: Thinkstock

Pertemuan penis dan vagina saat penetrasi seks memungkinkan bakteri terdorong masuk ke kandung kemih. Akibatnya wanita berisiko terkena infeksi kandung kemih pasca berhubungan seks.

"Anda bisa meluangkan waktu untuk berpelukan, tapi 'kosongkan' kandung kemih Anda dalam satu jam setelah bercinta," saran dokter kandungan Robert Wool, M.D.

Setelah buang air kecil, basuh dari depan ke belakang untuk mencegah berpindahnya bakteri maupun kotoran dari anus ke area Miss V. Akibat dari pembengkakan dan gesekan kecil yang terjadi saat bercinta, vulva dan kulit vagina biasanya jadi lebih halus dan rentan terkena infeksi.


2. Membersihkan Vagina Pakai Sabun
Foto: iStock

Sebagian wanita mungkin ingin segera membersihkan vagina dengan sabun setelah bercinta, tapi itu sebenarnya kurang penting. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kulit di sekitar vagina biasanya jadi lebih sensitif setelah penetrasi seks sehingga lebih berisiko teriritasi dan mengalami kekeringan ketika langsung terkena zat kimia dari sabun.

"Vagina adalah organ yang bisa membersihkan diri sendiri, dan perlu dirawat dengan sangat sangat lembut," kata Leslie. Ia menyarankan untuk menunggu beberapa saat setelah bercinta sebelum mandi. Tapi jika ingin segera mandi, gunakan air dingin, hindari menggosokkan sabun di sekitar vagina, lalu bilas.

3. Pakai Underwear dengan Bahan yang Tidak Menyerap Keringat
Foto: iStock

Lingerie berbahan katun mungkin lebih aman karena memudahkan kulit bernapas. Tapi lingerie dengan bahan nilon, polyester atau lace, berpotensi melukai vagina yang kulitnya sedang sensitif dan lembap setelah bercinta karena keluarnya keringat.

"Pakaian dalam berbahan sintetis akan memerangkap kelembapan dan meningkatkan risiko infeksi jamur. Vagina perlu dapat cukup udara," kata Robert.

Akan lebih baik jika Anda memakai pakaian dalam dari bahan yang mudah menyerap keringat, atau tidak menggunakannya sama sekali.

4. Berendam Air Hangat
Foto: iStock

Mandi air hangat setelah 'lelah' bercinta, mungkin dianggap sebagai aktivitas yang menyenangkan dan membuat tubuh lebih segar. Tapi tidak bagi Miss V Anda. Ketika bibir vagina membesar karena stimulasi seksual, mulut vagina pun jadi membuka yang artinya kemungkinan untuk terkena infeksi bakteri lebih besar. Terlebih lagi jika Anda berendam bersama pasangan.

Sebaiknya tahan dulu keinginan untuk berendam air hangat setelah bercinta. Toh, Anda masih bisa melakukannya di lain hari.


5. Membasuh Vagina dengan Tisu Basah
Foto: Istock

Jika kulit Anda sensitif terhadap alkohol, gliserin, parfum atau minyak tertentu, memakai tisu basah untuk membasuh Miss V bisa jadi 'bencana'. Kulit di sekitar Miss V bisa terititasi, merah-merah, kering, gatal bahkan lecet. Cara paling aman untuk membersihkan Miss V setelah bercinta adalah dengan membasahi tisu toilet dengan air bersih, dan gunakan itu untuk membasuhnya.

Simak Video "Makin Mirip Manusia, Ada Boneka Seks dengan Fitur AI"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)