Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Gaji Besar Bikin Anda Bahagia?

wolipop
Jumat, 21 Okt 2005 15:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Untuk gaji yang besar, tak jarang orang pindah-pindah pekerjaan. Tapi, apakah gaji besar bisa benar-benar membuat anda senang? Sebuah penelitian yang digarap belum lama ini menjawab pertanyaan tersebut.Uang, uang, dan uang, sepertinya 'benda keramat' satu itu kerap memenuhi benak para pekerja. Kebanyakan orang beranggapan semuanya memungkinkan jika ada uang. Apalagi, semakin lama masyarakat memang semakin konsumtif. Centre on Economic Performance yang berbasis di London mengadakan penelitian yang mempelajari hubungan antara kebahagiaan dan kekayaan. Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan apakah orang yang lebih kaya akan lebih bahagia. Ternyata jawabannya tidak! Jika anda hidup dalam kemiskinan, tambahan uang memang akan membuat anda bahagia. Tapi jika anda hidup berkecukupan dengan pekerjaan yang menunjang, kenaikan gaji sebanyak 20 persen tak akan membuat anda 20 persen lebih bahagia. Demikian kira-kira yang disimpulkan Richard Layard, pemimpin the Centre on Economic Performance. Menurut Layard, walaupun Amerika telah mengalami kemajuan besar-besaran dalam hal ekonomi sejak tahun 1950, namun masyarakatnya tidak bertambah bahagia ketimbang tahun 1950. Teori ini terbukti sama di beberapa negara makmur dan berkembang seperti Jepang dan Inggris. Keadaan finansial yang lebih tebal justru membuat anda lebih lelah. Kenaikan gaji, pastinya juga ditambah dengan kenaikan tanggung jawab. Jangan buru-buru ngiri dengan dokter bedah atau pialang saham yang berdompet tebal. Sebab, keputusan dan tindakan yang mereka lakukan juga mengandung risiko dan tanggung jawab yang sangat besar. Semakin tinggi posisi anda di struktur perusahaan, pasti waktu dan tingkat stress juga ikut meningkat. Jadi, uang yang bertambah bukan berarti ikut meningkatkan kebahagiaan. Kadang masalahnya bukan bagaimana anda mendefinisikan uang, tapi bagaimana anda memandang sebuah konsep 'sejahtera'. Pastinya sejahtera punya arti yang berbeda-beda setiap orang. Sejahtera pun tak selalu identik dengan uang. Misalnya saja anda dengan bangga memamerkan kenaikan gaji pada teman-teman anda yang posisinya sama. Ketika itu anda merasa paling sejahtera di antara mereka. Namun ketika anda pindah lingkungan dan bergaul dengan bos-bos, 'kesejahteraan' anda tadi itu langsung tak ada artinya. So, jika kebahagiaan anda bergantung pada banyaknya angka nol pada slip gaji, pastinya kebahagiaan itu akan sulit dicapai. Demikian MSCcarreer, Jumat (21/10/2005).Ketika ditanya apa yang paling penting dalam hidup, banyak orang menjawab keluarga atau kekasih. Tapi jika menengok jadwal kerja orang 'berduit' pasti waktu untuk kedua hal penting tadi semakin menipis. Waktu anda akan habis untuk bekerja, menyelesaikan pekerjaan, dan bersiap untuk bekerja. Nah, yang tidak disadari. Kurangnya waktu bersama keluarga dan orang tersayang itu akan membuat kita mudah stress dan membuat kita sulit untuk merasa bahagia. Hal itu karena kasih sayang, kehangatan, dan perhatian yang biasanya kita dapatkan dari orang terkasih menjadi berkurang. Bukan karena mereka, tapi karena anda terlalu sibuk dan pusing memikirkan pekerjaan. Pulang kerja anda biasanya lelah dan langsung tertidur. Waktu bicara untuk mendengar kabar baru dari keluarga pun lenyap. Lalu bagaimana caranya agar tetap bahagia? Paksa cari waktu luang. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang membuat anda bahagia. Mulai kembali menekuni hobi yang tertinggal, bercengkrama bersama keluarga di rumah, memulai bisnis sendiri, atau hal apapun yang membuat anda merasa bahagia tanpa menimbulkan banyak tanggung jawab baru. Lama kelamaan anda akan menemukan bahwa menjadi lebih kaya tidak mutlak akan membuat anda senang. Benar-benar merasakan dan memperoleh kesenangan lah yang justru membuat hidup anda lebih kaya! (fta/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads