Ini Alasan Bercinta Tetap Penting Dilakukan Saat Wanita Hamil

Hestianingsih - wolipop Rabu, 03 Agu 2016 19:05 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Saat hamil, aktivitas menjadi tantangan tersendiri bagi para wanita. Tiga bulan pertama kehamilan biasanya menjadi periode 'rawan' karena wanita harus sangat menjaga pergerakan tubuh hingga pola dietnya demi kesehatan ibu dan janin. Pada trimester pertama, biasanya wanita juga akan mengalami bengkak pada payudara, mual juga pusing.

Hal ini sering kali membuat wanita takut atau enggan bercinta. Namun ternyata seks selama masa kehamilan cukup penting.

Hormon kewanitaan seperti progesteron dan oestrogen justru mencapai puncaknya. Hormon-hormon kehamilan ini membuat gairah seks meningkat sehingga wanita merasa lebih berenergi dan nyaman ketika bercinta. Bercinta saat hamil juga membantu melepaskan stres karena memicu pelepasan oksitosin.

"Tetap berhubungan seks selama kehamilan penting tidak hanya untuk menjaga keintiman dan ikatan dengan suami tapi juga membantu pelepasan oksitosin, hormon yang meningkatkan keterikatan emosional pada pasangan melalui sentuhan fisik," ujar seksolog klinis Kat Van Kirk, Ph.D, seperti dikutip dari She Knows.

Kan menambahkan bahwa berdasarkan penelitian, oksitosin juga baik untuk bayi yang berada di dalam rahim. Hormon ini mengurangi stres pada ibu di masa kehamilan dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi janin.

"Berkat peningkatan lubrikasi, kemampuan orgasme dan aliran darah dari labia ke serviks, seks bisa terasa lebih nikmat saat hamil ketimbang masa-masa normal," kata Kat.

Meskipun bercinta memiliki manfaat bagi ibu, ayah maupun janin, melakukannya tetap harus berhati-hati. Menurut Tracey Cox, penulis buku 'Hot Sex How To Do It', posisi bercinta yang disarankan untuk ibu hamil adalah yang tidak menekan kandungan/perut ibu.

Wanita hamil dan pasangannya bisa berhubungan seks dengan posisi menyamping, dari arah belakang, atau wanita di atas. Posisi spooning, duduk dengan wanita berada di atas pangkuan suami atau gaya scissor (wanita berbaring sementara pria duduk saat penetrasi seks, seperti membentuk gunting) direkomendasikan Kat untuk dilakukan saat bercinta di masa kehamilan.

Yang perlu diperhatikan adalah usia di bulan-bulan pertama kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan masih sangat rentan, oleh karena itu sebaiknya hubungan seksual yang dilakukan tidak terlalu agresif. Penetrasi penis sebaiknya tidak terlalu dalam, apalagi jika Anda pernah mengeluarkan flek-flek perdarahan setelah terjadi hubungan seksual. (hst/hst)