Kebebasan Apa yang Remaja Inginkan?
wolipop
Kamis, 03 Mar 2005 18:10 WIB
Jakarta
-
Seorang remaja menginginkan kebebasan pada orang tuanya. Sebenarnya apa hakikat kebebasan yang sesunguhnya? Dan kebebasan seperti apa yang remaja inginkan? Jika hanya menginginkan bebas untuk bergaul dengan siapapun dan pulang ke rumah tanpa batasan waktu, itu bukan kebebasan sejati. Di Amerika sana, anak umur 17 tahun sudah bisa menentukan hidupnya sendiri. Sedang budaya Indonesia, bahkan hingga memiliki keluarga sendiri, anak tak bisa lepas dari orang tuanya. Banyak sekali orang tua yang menghadapi permasalahan anak remajanya meminta kebebasan yang lebih. Dan jika tak mendapatkannya jalan terakhir ya protes dan kabur dari rumah. Dengan alasan terkuat ga sepaham dengan orang tuanya. Tak bisa dipungkiri hal itu terjadi di lingkungan dekat kita sendiri. Sebelum kamu menuntut pada orang tuamu, kenali dulu situasi yang kamu hadapi: 1. Pada usia remaja beranjak SMU hingga umur 22 tahun yang masih tinggal di rumah, permasalahan ini sering terjadi. Remaja usia ini mulai bergaul dan bertemu banyak orang yang berbeda latar belakang. Biasanya masalah ini timbul dari hal kecil yang sepele. Lebih baik kenali situasi di rumah, bagaimana sifat orang tuamu. Jika kamu bisa mengerti dan meminta dengan cara yang benar, pasti mereka pun akan mengabulkan. Selama permintaanmu masih wajar. 2. Coba singgung permohonanmu pada ortu dan lihat reaksi mereka. Biasanya dengan permintaan yang hanya sekilas walaupun tampaknya mereka mengacuhkanmu tapi mereka memikirkannya. Dan setelah selang beberapa hari bicarakan dengan mereka di situasi yang tepat. Gunakan bahasa sebaik mungkin, jangan memancing emosi ayahmu. 3. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan tak mungkin mereka menjerumuskan anak-anaknya. Tapi orang tua juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Jika kamu mereka mereka salah, ingatkan mereka, tapi jangan sesekalipun kamu menggurui orang tuamu. Bagaimanapun kamu tetap harus menghormatinya. 4. Protes dengan keputusan orang tua dengan bersikap diam atau aneh di rumah juga bukan pemecahan terbaik. Cobalah sewajar mungkin, tunjukan bahwa kamu sudah cukup dewasa dengan penolakan itu. Pasti orang tuamu juga akan luluh dan mengerti bahwa kamu sudah cukup dewasa dan bisa diajak kompromi. 5. Pergi dari rumah, keputusan yang sangat bodoh. Bagaimanapun kamu masih memerlukan orang tuamu dan kepergianmu itu emosi sesaat. Kendalikan emosimu dan jangan gegabah. Sekali buat keputusan akan berakibat besar. Dan jika kamu pergi dari rumah itu bukan penyelesaian terbaik. Belum tentu kamu diminta pulang, karena kepergiaanmu atas kehendakmu sendiri. Jadi berfikir dulu sebelum bertindak. Yakinlah bahwa itu hanya emosi sesaat. Pahami dulu kebebasan yang kamu inginkan itu yang seperti apa? Apakah kamu benar-benar memerlukan kebebasan itu? Dan jangan merasa bodoh jika hal itu terjadi padamu. Every one has it! itu satu langkah menuju kedewasaanmu. (tis/)










































