Baca Buku, Cara Praktis Membangkitkan Libido yang Rendah pada Wanita

Hestianingsih - wolipop Selasa, 13 Okt 2015 20:18 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat tingkat libido rendah, banyak pakar seks menyarankan untuk membangkitkannya kembali dengan penggunaan sex toys atau mencoba hal baru seperti gaya bercinta atau foreplay. Tapi seorang penulis wanita mengatakan, ada cara yang lebih sederhana dari itu dan tidak harus melibatkan kontak fisik.

Pamela Madsen, M.S., penulis sekaligus motivator yang khusus mengangkat permasalahan seksualitas, kesuburan dan imej tubuh wanita menyarankan cara yang tidak biasa dalam mengatasi rendahnya libido pada kaum Hawa. "Pertimbangkan menggunakan buku sebagai sex toys," ujarnya, seperti dikutip dari Your Tango.

Ya, Pamela menawarkan cara baru dalam membangkitkan libido wanita, yaitu dengan pendekatan bibliotherapy. Menurutnya, itu merupakan faktor kunci dalam memunculkan hasrat seks wanita.

"Bibliotherapy bisa (membangkitkan libido). Metode itu meyakinkanku bahwa hasratku bukannya tidak biasa atau abnormal, dan mendorongku untuk tidak malu lagi," ujar penulis buku Shameless: How I Ditched the Diet, Got Naked, Found True Pleasure ... and Somehow Got Home in Time to Cook Dinner" ini.

Apa itu bibliotherapy? Seksolog medis dan pakar kesehatan reproduksi Dr. Susan Kellogg menjelaskan, "Bibliotherapy adalah nama beken dari mendorong sebuah perilaku seks tertentu melalui bacaan."

Susan menambahkan bahwa menurut penelitian, wanita bisa mengalami rangsangan dan hasrat seksual secara spontan ketika mereka membaca atau melihat sesuatu yang memiliki unsur sensualitas. Ketika membaca novel atau cerita erotis, ada semacam 'perpustakaan kecil' yang tercipta pada otak wanita.

"Dan kadang Anda perlu 'mengecek kembali' perpustakaan itu untuk memunculkan mood bercinta. Anda bisa dengan sangat sadar fokus pada adegan sensual yang Anda baca dan itu bisa menjadi 'alat' stimulasi diri sendiri untuk meningkatkan rangsangan seksual," papar Susan.    

Selain meningkatkan hasrat seksual, bibliotherapy juga punya keuntungan psikologis. Susan mengatakan bahwa ada sejumlah penelitian yang menunjukkan, berfantasi seks akan meningkatkan dopamin (hormon bahagia) dan testosteron (hormon seks) sehingga metode ini ideal untuk menangani wanita yang libidonya rendah.

Susan kembali menjelaskan, cara paling mudah untuk mencoba bibliotherapy cukup dengan mengambil novel atau buku erotis dan mulai membaca. Kepada para pasiennya, Susan merekomendasikan untuk membaca literatur erotis tiga kali seminggu, dengan durasi 20 menit per sesi.

"Ketika saya menggunakan novel erotis sebagai metode penyembuhan, orang mungkin akan merasa bersalah atau malu. Tapi itu kan resep dari dokternya. Ini cara praktis untuk mencari tahu bagaimana membangkitkan hasrat seksual," tuturnya.

Buku yang disarankan untuk bibliotherapy sebaiknya cerita erotis fiksi, bukan buku manual atau instruksi bagaimana meningkatkan libido yang benar. Misalnya saja 'Fifty Shades of Grey' atau 'That Man'.

"Buku-buku panduan tetap ada gunanya. Sangat membantu. Tapi membaca tulisan soal instruksi bagaimana meraih orgasme yang benar terlalu teknis," tukas Susan. (hst/hst)