Wanita Ini Bisa Orgasme 6 Kali Sehari Saat Telapak Kakinya Disentuh
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 27 Agu 2015 19:34 WIB
Jakarta
-
Fetish atau fetisisme, merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang dipicu oleh benda-benda atau bagian tubuh 'tak lazim' yang justru tidak berhubungan dengan seksualitas. Seringkali benda-benda tersebut bahkan bisa membuat seseorang merasakan orgasme.
Tapi keadaan sedikit berbeda dialami seorang wanita yang identitasnya hanya diketahui sebagai Mrs. A. Wanita berusia 55 tahun itu mengalami orgasme lima hingga enam kali sehari ketika kaki kirinya disentuh atau distimulasi. Bukan karena ia memiliki fetisisme pada telapak kaki, tapi akibat infeksi.
Pada 2008, wanita asal Belanda tersebut mengalami sepsis, yaitu peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi. Ketika di rumah sakit, Mrs. A merasakan sensasi menggelitik pada telapak kakinya. Dilaporkan Journal of Sex Medicine, sekitar 1,5 tahun kemudian Mrs. A mulai mengalami orgasme secara konstan.
Bukannya senang, Mrs. A justru terganggu dengan kondisinya tersebut. Pasalnya orgasme yang terjadi berkali-kali itu membuatnya malu dan khawatir jika sewaktu-waktu kambuh di saat yang tidak terduga. Kondisi Mrs. A pun menjadi kasus pertama yang dilaporkan pernah terjadi dan kini disebut sebagai 'sindrom orgasme kaki'.
"Mrs. A tidak mengeluhkan sakit pada telapak kaki kirinya tapi justru melaporkan pengalamannya merasakan orgasme pada kaki kirinya. Sensasi orgasmenya sama seperti ketika ia menerima stimulasi pada vagina maupun klitoris tapi durasinya lebih pendek," tulis Marcel D. Waldinger, M.D., Ph.D., seorang ahli syaraf dan profesor psikoparmakologi seksual di Utrecht University, Belanda, seperti dikutip dari Women's Health.
Hal yang aneh lagi terjadi ketika Mrs. A bercinta dengan sang suami. Ia merasakan orgasme vagina dan klitoris dari hubungan seksnya. Namun di saat yang hampir bersamaan ia juga merasakan sensasi orgasme dari telapak kakinya.
Dalam wawancara dengan Live Science, Marcel menyatakan bahwa berdasarkan scan mesin MRI, tidak ditemukan adanya hal-hal abnormal pada otak maupun telapak kaki Mrs. A. Namun dalam tes lainnya, ada perbedaan susunan syaraf antara kaki kiri dan kanannya.
Marcel tidak bisa menjelaskan secara pasti penyebab kondisi yang dialami Mrs. A. Namun melihat gangguan orgasme ini muncul setelah ia menderita sepsis, Marcel pun merujuk pada satu kesimpulan. Kemungkinan besar kasus ini terjadi akibat kerusakan syaraf yang ditimbulkan akibat sepsis. Ketika syaraf pada kaki kirinya mulai pulih, terjadi 'kebingungan' ketika otak menerima sinyal dari syaraf-syaraf tersebut.
Beruntung, kondisi Mrs. A ini sudah bisa diatasi dan ia tidak lagi merasakan orgasme pada kakinya. Untuk menyembuhkannya, Mrs. A diberikan suntikan anestesi pada beberapa titik tulang belakang yang terhubung dengan telapak kaki. Metode tersebut cukup berhasil menghentikan sensasi orgasme 'aneh' tersebut.
(hst/eny)
Tapi keadaan sedikit berbeda dialami seorang wanita yang identitasnya hanya diketahui sebagai Mrs. A. Wanita berusia 55 tahun itu mengalami orgasme lima hingga enam kali sehari ketika kaki kirinya disentuh atau distimulasi. Bukan karena ia memiliki fetisisme pada telapak kaki, tapi akibat infeksi.
Pada 2008, wanita asal Belanda tersebut mengalami sepsis, yaitu peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi. Ketika di rumah sakit, Mrs. A merasakan sensasi menggelitik pada telapak kakinya. Dilaporkan Journal of Sex Medicine, sekitar 1,5 tahun kemudian Mrs. A mulai mengalami orgasme secara konstan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mrs. A tidak mengeluhkan sakit pada telapak kaki kirinya tapi justru melaporkan pengalamannya merasakan orgasme pada kaki kirinya. Sensasi orgasmenya sama seperti ketika ia menerima stimulasi pada vagina maupun klitoris tapi durasinya lebih pendek," tulis Marcel D. Waldinger, M.D., Ph.D., seorang ahli syaraf dan profesor psikoparmakologi seksual di Utrecht University, Belanda, seperti dikutip dari Women's Health.
Hal yang aneh lagi terjadi ketika Mrs. A bercinta dengan sang suami. Ia merasakan orgasme vagina dan klitoris dari hubungan seksnya. Namun di saat yang hampir bersamaan ia juga merasakan sensasi orgasme dari telapak kakinya.
Dalam wawancara dengan Live Science, Marcel menyatakan bahwa berdasarkan scan mesin MRI, tidak ditemukan adanya hal-hal abnormal pada otak maupun telapak kaki Mrs. A. Namun dalam tes lainnya, ada perbedaan susunan syaraf antara kaki kiri dan kanannya.
Marcel tidak bisa menjelaskan secara pasti penyebab kondisi yang dialami Mrs. A. Namun melihat gangguan orgasme ini muncul setelah ia menderita sepsis, Marcel pun merujuk pada satu kesimpulan. Kemungkinan besar kasus ini terjadi akibat kerusakan syaraf yang ditimbulkan akibat sepsis. Ketika syaraf pada kaki kirinya mulai pulih, terjadi 'kebingungan' ketika otak menerima sinyal dari syaraf-syaraf tersebut.
Beruntung, kondisi Mrs. A ini sudah bisa diatasi dan ia tidak lagi merasakan orgasme pada kakinya. Untuk menyembuhkannya, Mrs. A diberikan suntikan anestesi pada beberapa titik tulang belakang yang terhubung dengan telapak kaki. Metode tersebut cukup berhasil menghentikan sensasi orgasme 'aneh' tersebut.
(hst/eny)










































