Pola Diet yang Disarankan untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi pada Pria
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 31 Jul 2015 19:06 WIB
Jakarta
-
Disfungsi ereksi merupakan gangguan seksual yang terbilang umum di kalangan pria. Berdasarkan penelitian, 40 persen pria berusia 40-an tahun menderita disfungsi ereksi. Yang memprihatinkan, sebagian besar dari mereka enggan mencari cara untuk mengatasinya.
Menurut data statistik, 75 persen pria dengan disfungsi ereksi tidak menjalani perawatan yang tepat agar sembuh dari disfungsi ereksi. Salah satu penyebabnya karena pria tidak suka membicarakan hal-hal yang mungkin bisa melukai harga dirinya, atau kemampuannya sebagai seorang pria.
"Pria tidak suka membicarakan apa pun yang membuatnya stres, seperti disfungsi ereksi," ujar Salvatore J. Giorgianni, Jr., PharmD dari American Public Health Association Men's Health Caucus, seperti dikutip dari Prevention.
Salvatore menambahkan bahwa para pria biasanya baru mencari pengobatan medis setelah lama mengalami disfungsi ereksi. Karena terlalu lama, masalah seks pun menjadi akut dan lebih sulit untuk disembuhkan.
Agar tidak terlanjur mengalami disfungsi ereksi, adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Salah satunya dengan diet sehat. Studi menunjukkan, pola makan sehat merupakan cara paling mudah untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi pada pria.
Bagi para wanita yang pasangannya mengalami disfungsi ereksi, bisa diatasi dengan memberikan diet ala mediterania. Studi menunjukkan bahwa diet ini paling tepat untuk membantu pria mengatasi masalah ereksi ini.
"Mengonsumsi makana berbahan alami dan mengandung lemak sehat seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun akan membantu membersihkan pembuluh darah dari timbunan plak dan lemak. Selain itu juga meningkatkan produksi nitric oxide, senyawa yang memungkinkan terjadinya ereksi dengan melebarkan pembuluh darah pada penis," jelas terapis seks dan psikolog klinis Marianne Brandon, PhD.
Selain itu mengadopsi cara makan masyarakat yang tinggal di daerah Mediterania juga menjaga tubuh tetap sehat. Risiko terkena penyakit jantung berkurang, begitu juga risiko stoke dan mati muda juga lebih kecil.
Diet Mediterania berfokus pada pengolahan wholefood, yaitu makanan yang diolah dari bahan dalam bentuk utuh. Bukan makanan kalengan atau yang diproses oleh pabrik. Sayuran segar, buah, nasi merah, gandum, ayam organik, daging dan ikan-ikanan sangat disarankan dalam diet ini. Pola makan ala Mediterania juga menekankan pada konsumsi protein yang lebih banyak ketimbang karbohidrat.
(hst/eny)
Menurut data statistik, 75 persen pria dengan disfungsi ereksi tidak menjalani perawatan yang tepat agar sembuh dari disfungsi ereksi. Salah satu penyebabnya karena pria tidak suka membicarakan hal-hal yang mungkin bisa melukai harga dirinya, atau kemampuannya sebagai seorang pria.
"Pria tidak suka membicarakan apa pun yang membuatnya stres, seperti disfungsi ereksi," ujar Salvatore J. Giorgianni, Jr., PharmD dari American Public Health Association Men's Health Caucus, seperti dikutip dari Prevention.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tidak terlanjur mengalami disfungsi ereksi, adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Salah satunya dengan diet sehat. Studi menunjukkan, pola makan sehat merupakan cara paling mudah untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi pada pria.
Bagi para wanita yang pasangannya mengalami disfungsi ereksi, bisa diatasi dengan memberikan diet ala mediterania. Studi menunjukkan bahwa diet ini paling tepat untuk membantu pria mengatasi masalah ereksi ini.
"Mengonsumsi makana berbahan alami dan mengandung lemak sehat seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun akan membantu membersihkan pembuluh darah dari timbunan plak dan lemak. Selain itu juga meningkatkan produksi nitric oxide, senyawa yang memungkinkan terjadinya ereksi dengan melebarkan pembuluh darah pada penis," jelas terapis seks dan psikolog klinis Marianne Brandon, PhD.
Selain itu mengadopsi cara makan masyarakat yang tinggal di daerah Mediterania juga menjaga tubuh tetap sehat. Risiko terkena penyakit jantung berkurang, begitu juga risiko stoke dan mati muda juga lebih kecil.
Diet Mediterania berfokus pada pengolahan wholefood, yaitu makanan yang diolah dari bahan dalam bentuk utuh. Bukan makanan kalengan atau yang diproses oleh pabrik. Sayuran segar, buah, nasi merah, gandum, ayam organik, daging dan ikan-ikanan sangat disarankan dalam diet ini. Pola makan ala Mediterania juga menekankan pada konsumsi protein yang lebih banyak ketimbang karbohidrat.
(hst/eny)










































