Pencet Tombol di Smartphone Ini, Hubungan Seks & Cinta Makin Berkualitas

- wolipop Kamis, 12 Mar 2015 18:09 WIB
Dok. Durex
Jakarta - Durex sempat membuat kehebohan pada pekan lalu saat mengumumkan mereka telah menemukan satu tombol di smartphone yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan cinta dan seks padangan. Tak sedikit media menduga tombol tersebut bisa memudahkan pasangan mendapatkan orgasmenya saat bercinta.

Dugaan semakin kuat karena brand kondom tersebut menggandeng pengusaha aplikasi dan CEO dari Siren Mobile, Susie Lee. Susie menjadi bagian utama dari pengerjaan proyek tersebut. Durex juga mengundang semua orang yang mau mencoba penemuan terbaru mereka ini di situs Durexlabs.

Dan setelah satu minggu berlalu, dalam rilisnya Durex mengungkapkan ada ratusan ribu orang mendatangi situs Durexlabs. Mereka penasaran mengetahui adanya teknologi smartphone yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan seks.

Bekerjasama dengan Universitas Durham, Durex kemudian menggandeng 30 orang berusia 18 sampai 55 tahun untuk terlibat dalam riset mengenai pengaruh smartphone pada hubungan cinta. 30 responden ini setidaknya sudah satu tahun menjalin cinta atau menikah. Wawancara mendalam pada 30 responden itu dilakukan Februari 2015 lalu.

Wawancara dengan para responden tersebut direkam oleh Durex dalam sebuah video. Kini rekaman video wawancara dengan para pasangan tersebut sudah dipublikasikan Durex via You Tube. Dari tayangan video terlihat betapa para pasangan itu terkejut saat mengetahui teknologi di smartphone yang dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan cinta dan seks begitu sederhana.

"Tombol apa di smartphone Anda yang bisa membuat kehidupan cinta menjadi luar biasa? Anda mau tahu," begitu tanya Susie Lee kepada para pasangan yang menjadi responden Durex. "Ini dia, tombol off (mati-red)," kata Susi lagi seraya menunjukkan tombol off di ponselnya.

Setelah Susie mengungkapkan bahwa teknologi tersebut adalah tombol off, pasangan yang menjadi responden riset Durex ini menunjukkan ekspresi nyaris seragam. Mereka semua tertawa, seperti tertipu, namun di satu sisi juga merasa tersindir.

"Tentu saja, teknologi tidak akan pernah dapat benar-benar menggantikan interaksi manusia. Kemesraan sejati berasal dari kedekatan," begitu kata Susie

40% responden penelitian ini sependapat dengan Susie. Mereka mengakui menunda hubungan intim karena teknologi yaitu kehadiran ponsel, tablet atau laptop. "Kadang-kadang saya akan membuka Facebook dan dia akan membuka aplikasi olahraga sementara kita berdua di tempat tidur; kita menyadari bahwa kita duduk di tempat tidur bersama, tapi tinggal di dunia yang berbeda," kata salah satu responden wanita riset ini dalam wawancara dengan Durex.

Dr. Mark McCormack, Co-Director Pusat Seks, Gender dan Seksualitas di Universitas Durham mengatakan, teknologi sudah mengubah drastis hidup manusia. Pasangan banyak yang mengandalkan teknologi untuk membuat hubungan lebih romantis. Padahal kenyataannya hubungan akan lebih berkualitas ketika teknologi tersebut dimatikan sesaat.

"Teknologi masuk ke kamar tidur kita dengan cara yang jauh dari kita bayangkan, seringkali membawa manfaat, tetapi juga berpotensi mengundang kerugian serius untuk hubungan karena dapat menyebabkan frustrasi dan ketegangan, serta mengganggu aktivitas hubungan para pasangan," ujar Dr. Mark.



(eny/eny)