14 Penelitian Terbaru Soal Seks Sepanjang 2014 (Bag. 2)
wolipop
Selasa, 23 Des 2014 19:15 WIB
8. Orgasme Palsu
Riset dari Lovehoney ini juga mengungkapkan mengenai performa seksual. Orang Yunani meyakini bahwa mereka lah orang yang paling pandai memuaskan pasangan dalam hal bercinta. Hal sebaliknya dipercaya orang Belanda. Hanya 6% dari mereka yang merasa piawai dalam urusan ranjang.
9. Gangguan Kejiwaan
Riset yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine pada awal Juni 2014 lalu mengungkapkan, orang dengan ROCD cenderung tidak merasa puas dengan kehidupan seksnya. Dalam jurnal tersebut disebutkan, rendahnya kepuasaan seks penderita ROCD terjadi karena orang tersebut juga merasa tidak bahagia dengan hubungan yang mereka miliki dengan pasangannya. Ketika seseorang menderita ROCD, hal itu akan menurunkan tingkat kebahagiaannya pada hubungan percintaan yang dijalaninya.
10. Sakit Kepala
Dari riset pria lulusan doktor Universitas California ini diketahui, tikus betina yang menderita sakit kepala lebih memilih tidak berdekatan dengan lawan jenisnya. Hubungan seks di antara tikus ini saat sakit kepala datang bisa menjadi sangat jarang atau tidak ada sama sekali. Dan ketika sakit kepala itu berhasil diobati, tikus betina siap untuk kembali intim dengan lawan jenisnya.
Reaksi berbeda terhadap seks ditunjukkan tikus jantan. Saat sakit kepala menyerang, tikus jantan akan tetap bercinta. Mereka berusaha mengatasi atau menahan rasa sakitnya tersebut dan tidak kehilangan gairah untuk berhubungan intim.
11. Frekuensi Bercinta
Survei melibatkan sekitar 600 orang yang merupakan member kencan online yang memiliki franchise di beberapa negara seperti Amerika, Inggris, Australia dan New Zealand tersebut. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan seks terhadap romantisme pasangan. Hasilnya cukup menarik, karena baik pria maupun wanita sepakat bahwa seks seminggu sekali tidaklah cukup. Sebanyak 65 persen wanita dan 69 persen pria mengaku suka bercinta lebih dari satu kali dalam seminggu.
12. Alasan Pura-pura Orgasme
1. Altruistic deceit: memalsukan orgasme karena ingin membuat pasangan bahagia.
2. Fear and insecurity: memalsukan orgasme untuk menghindari perasaan negatif terhadap seks.
3. Elevated Arousal: memalsukan orgasme untuk meningkatkan gairah seks diri sendiri
4. Sexual Adjourment: memalsukan orgasme agar sesi bercinta segera selesai.
Setelah diteliti, jawaban sebagian besar responden adalag faktor pertama, yaitu karena ingin membahagiakan pasangan. Dan alasan kedua wanita memalsukan orgasmenya adalah karena perasaan takut dan insecure.
13. Tipe Kepribadian
Berdasarkan jawaban dari responden diketahui, wanita yang memiliki kepribadian kurang ekstrovert (tidak mudah bergaul dan kurang energetik) mengalami masalah disfungsi seksual paling buruk. Hal serupa juga dialami wanita yang tidak mampu mengalami masalahnya dengan cepat, seperti dengan menyalahkan dirinya sendiri.
14. Seks = Olahraga
Setelah diteliti diketahui, pria menghabiskan 120 kalori selama bercinta setengah jam. Sedangkan wanita dalam jangka waktu yang sama, seks membakar 90 kalori. Jumlah kalori yang dibakar pria dan wanita saat bercinta itu, menurut para peneliti, sama dengan ketika Anda berlari atau jogging selama 30 menit. Malah pada pria, bercinta dalam jangka waktu tertentu bisa membuat mereka membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan treadmill.











































