3 Hal yang Menghalangi Aktivitas Seks Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 09 Sep 2014 18:31 WIB
Jakarta
-
Pasca melahirkan, salah satu hal yang biasanya paling besar perubahannya adalah aktivitas seks. Hasil survei yang dilakukan Kegel 88, brand alat bantu olahraga panggul seperti dikutip dari Baby Center mencatat, satu dari lima pasangan melupakan seks dalam kegiatan harian mereka setelah melahirkan anak.
Hal ini terjadi baik pada pria maupun wanita. Satu dari lima pria yang disurvei mengatakan merasa kesulikan mengungkapkan keinginan bercinta pada istrinya. Sementara wanita, 50 persennya mengaku terlalu takut untuk berhubungan seks.
Ibu yang baru melahirkan biasanya mengalami kelelahan, cairan lubrikan berkurang sehingga terasa sakit saat bercinta, juga keluarnya ASI ketika berhubungan seks. Psikoterapis dan penulis 'The Mother's Guide to Sex After Babies' Amanda Edwards menghimbau, kesulitan-kesulitan tersebut sebaiknya tidak menjadi penghalang pasangan untuk rutin bercinta karena hubungan emosional antara suami istri tetap harus dijaga demi keberlangsungan rumah tangga.
"Kita memang harus mengubah hampir semuanya ketika menjadi ibu. Memahami dan berusaha mempertahankan gairah seksual sebagai seorang ibu memang bisa jadi tantangan yang berat," ujar Amanda, seperti dikutip dari Shape.
Amanda menyebutkan, ada tiga faktor yang bisa menyabotase kehidupan seks Anda dan pasangan setelah melahirkan. Kabar baiknya, ada empat cara juga yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
1. Kelelahan Sepanjang Waktu
Memiliki bayi, berarti Anda harus siap terbangun di larut malam untuk menenangkannya atau memberinya susu. Sementara pagi harinya, selain mengurus bayi Anda juga bertugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga belum lagi pekerjaan kantor jika Anda seorang karyawan kantoran. Hal itu membuat Anda lelah dan kurang tidur. Menurut survei dari British Pregnancy Advisory Service, kelelahan merupakan salah satu faktor utama yang jadi penghalang Anda berhubungan seks pasca melahirkan. Kurang tidur dan rasa lelah itu biasanya dialami orangtua baru di bulan-bulan pertama kelahiran bayi.
Bagaimana cara mengatasinya? Sempatkan untuk melakukan quickie sex, paling lama 15 menit. Luangkan waktu tersebut di sela-sela kesibukan Anda menjadi ibu baru, meskipun fisik sudah terasa lelah. Seks sebaiknya tidak dilakukan di malam hari saat tubuh sudah sangat kepayahan, tapi di pagi hari setelah bangun tidur atau siang hari. Seks yang dijadwalkan memang terasa tidak menarik, tapi dalam situasi ini, bercinta secara rutin jauh lebih baik daripada tidak bercinta sama sekali.
2. Tidak Percaya Diri Terhadap Bentuk Tubuh
Masih berdasarkan survei dari British Pregnancy Advisory Service, hilangnya kepercayaan diri terahadap bentuk tubuh merupakan penghalang besar bagi 45 persen wanita untuk bercinta. Pasca melahirkan, wanita memang akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Berat badan naik, tubuh menggemuk dan kendur, juga penampakan stretch mark. Akhirnya sang wanita merasa malu dan tidak nyaman berhadapan dengan pasangannya sendiri.
Bagaimana cara mengatasinya? Berhentilah berpikir kalau stretch mark di perut, paha serta bokong Anda adalah kecacatan. Tapi anggaplah itu sebagai tanda kehormatan, bahwa Anda telah utuh sebagai wanita, yaitu menjadi istri dan juga ibu. Punya anak adalah sebuah kebanggaan besar bagi wanita dan percaya atau tidak, sebagian besar pria tidak terlalu memedulikan tampilan tubuh pasangannya ketika bercinta. Jadi singkirkan pikiran negatif itu dan mulailah bangun kepercayaan diri bahwa sang suami mencintai Anda apa adanya.
3. Sakit Saat Penetrasi Seks
Setelah melahirkan, wanita umumnya akan mengalami masa nifas, yaitu pendarahan (seperti menstruasi) yang biasanya berlangsung selama 40 hari atau lebih. Selama itu, pasangan sangat tidak disarankan untuk berhubungan seks. Cuti bercinta yang cukup lama biasanya akan membuat Miss V sedikit mengencang dan itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks. Apabila terjadi robek pada vagina atau berkurangnya cairan lubrikan, sakit juga bisa dirasakan ketika penetrasi.
Bagaimana cara mengatasinya? Jika Anda menjalani operasi caesar saat proses kelahiran, maka disarankan berhubungan seks dengan gaya spooning. Posisi ini tidak akan memberi tekanan pada perut, rahim maupun Miss V Anda ketika bercinta. Bisa juga dengan posisi woman on top, karena Anda bisa mengontrol sendiri saat melakukan penetrasi sehingga rasa sakit tidak terlalu terasa.
(hst/asf)
Hal ini terjadi baik pada pria maupun wanita. Satu dari lima pria yang disurvei mengatakan merasa kesulikan mengungkapkan keinginan bercinta pada istrinya. Sementara wanita, 50 persennya mengaku terlalu takut untuk berhubungan seks.
Ibu yang baru melahirkan biasanya mengalami kelelahan, cairan lubrikan berkurang sehingga terasa sakit saat bercinta, juga keluarnya ASI ketika berhubungan seks. Psikoterapis dan penulis 'The Mother's Guide to Sex After Babies' Amanda Edwards menghimbau, kesulitan-kesulitan tersebut sebaiknya tidak menjadi penghalang pasangan untuk rutin bercinta karena hubungan emosional antara suami istri tetap harus dijaga demi keberlangsungan rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amanda menyebutkan, ada tiga faktor yang bisa menyabotase kehidupan seks Anda dan pasangan setelah melahirkan. Kabar baiknya, ada empat cara juga yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
1. Kelelahan Sepanjang Waktu
Memiliki bayi, berarti Anda harus siap terbangun di larut malam untuk menenangkannya atau memberinya susu. Sementara pagi harinya, selain mengurus bayi Anda juga bertugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga belum lagi pekerjaan kantor jika Anda seorang karyawan kantoran. Hal itu membuat Anda lelah dan kurang tidur. Menurut survei dari British Pregnancy Advisory Service, kelelahan merupakan salah satu faktor utama yang jadi penghalang Anda berhubungan seks pasca melahirkan. Kurang tidur dan rasa lelah itu biasanya dialami orangtua baru di bulan-bulan pertama kelahiran bayi.
Bagaimana cara mengatasinya? Sempatkan untuk melakukan quickie sex, paling lama 15 menit. Luangkan waktu tersebut di sela-sela kesibukan Anda menjadi ibu baru, meskipun fisik sudah terasa lelah. Seks sebaiknya tidak dilakukan di malam hari saat tubuh sudah sangat kepayahan, tapi di pagi hari setelah bangun tidur atau siang hari. Seks yang dijadwalkan memang terasa tidak menarik, tapi dalam situasi ini, bercinta secara rutin jauh lebih baik daripada tidak bercinta sama sekali.
2. Tidak Percaya Diri Terhadap Bentuk Tubuh
Masih berdasarkan survei dari British Pregnancy Advisory Service, hilangnya kepercayaan diri terahadap bentuk tubuh merupakan penghalang besar bagi 45 persen wanita untuk bercinta. Pasca melahirkan, wanita memang akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Berat badan naik, tubuh menggemuk dan kendur, juga penampakan stretch mark. Akhirnya sang wanita merasa malu dan tidak nyaman berhadapan dengan pasangannya sendiri.
Bagaimana cara mengatasinya? Berhentilah berpikir kalau stretch mark di perut, paha serta bokong Anda adalah kecacatan. Tapi anggaplah itu sebagai tanda kehormatan, bahwa Anda telah utuh sebagai wanita, yaitu menjadi istri dan juga ibu. Punya anak adalah sebuah kebanggaan besar bagi wanita dan percaya atau tidak, sebagian besar pria tidak terlalu memedulikan tampilan tubuh pasangannya ketika bercinta. Jadi singkirkan pikiran negatif itu dan mulailah bangun kepercayaan diri bahwa sang suami mencintai Anda apa adanya.
3. Sakit Saat Penetrasi Seks
Setelah melahirkan, wanita umumnya akan mengalami masa nifas, yaitu pendarahan (seperti menstruasi) yang biasanya berlangsung selama 40 hari atau lebih. Selama itu, pasangan sangat tidak disarankan untuk berhubungan seks. Cuti bercinta yang cukup lama biasanya akan membuat Miss V sedikit mengencang dan itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks. Apabila terjadi robek pada vagina atau berkurangnya cairan lubrikan, sakit juga bisa dirasakan ketika penetrasi.
Bagaimana cara mengatasinya? Jika Anda menjalani operasi caesar saat proses kelahiran, maka disarankan berhubungan seks dengan gaya spooning. Posisi ini tidak akan memberi tekanan pada perut, rahim maupun Miss V Anda ketika bercinta. Bisa juga dengan posisi woman on top, karena Anda bisa mengontrol sendiri saat melakukan penetrasi sehingga rasa sakit tidak terlalu terasa.
(hst/asf)










































