Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

75% Pria yang Sulit Ereksi Malas Berobat, Ini Penyebabnya

wolipop
Jumat, 28 Feb 2014 18:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Disfungsi ereksi menjadi salah satu masalah seks yang dialami pria. Riset mengungkapkan ada 75% pria yang memiliki masalah seksual tersebut, namun mereka tidak mau mencari solusi untuk mengatasinya, seperti dengan pergi berobat.

Riset tersebut diungkapkan oleh American Urological Association. Riset yang jumlah respondennya cukup banyak ini, 6,2 juta pria, dilakukan selama kurun waktu setahun yaitu sejak Juni 2010 sampai Juni 2011. Dari penelitian tersebut diketahui hanya 25,4% pria yang mengaku membeli obat untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi.

Pakar kesehatan seksual di situs Everyday Health, Laura Berman, PhD, mencoba menelaah penyebab pria enggan mengobati dirinya saat sulit ereksi ataupun ereksinya tidak bisa bertahan lama. Laura melihat, pergi ke apotek atau toko obat, bagi pria merupakan hal yang akan melukai harga diri mereka. Pria terlalu malu untuk membuat orang lain tahu mereka punya masalah ereksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun ini adalah kondisi yang wajar dan tidak perlu ditutupi, pria tetap malu saat punya masalah disfungsi ereksi. Rasa malu ini yang menghalangi mereka untuk konsultasi ke dokter atau meminta pengobatan," ujar Laura.

Pandangan serupa dikatakan oleh Dr. Brian Helfand, pimpinan dari penelitian yang disebutkan di atas. Asisten profesor bidang urology di Northshore University Health System dan University of Chicago melihat banyak pria dengan masalah ereksi ini terlalu malu untuk menebus obat yang sudah diresepkan dokter.

Dr. Brian menyayangkan apa yang dilakukan oleh para pria tersebut. Menurutnya pria seharusnya tetap bisa mengobati masalah kesulitan ereksinya dengan menemui terapis. Dengan bicara pada terapis yang sifatnya lebih personal, pria akan lebih dapat menerima kondisinya sehingga perlahan tidak lagi terlalu malu untuk mengatasi problema kesulitan ereksi tersebut.

Selain karena malu, penyebab lainnya pria tidak berobat padahal menderita disfungsi ereksi adalah masalah biaya. "Biaya menjadi isu besar untuk pria," kata Dr. Ajay Nangia, profesor urology di University of Kansas Medical Center. Dikatakannya lagi, obat untuk mengatasi masalah ereksi ini tidak semuanya terjangkau. Namun ada juga obat yang dijual dengan harga US$ 4 atau sekitar Rp 46 ribu.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads