Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Sakit Saat Bercinta

3 Jenis Penyakit yang Bisa Sebabkan Wanita Kesakitan Saat Bercinta

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 17 Jan 2014 15:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Apakah Anda merasa bercinta tidak lagi senyaman biasanya? Jika memang itu yang terjadi coba cek kondisi kesehatan Anda. Hal itu karena ada beberapa penyakit yang bisa membuat wanita merasakan sakit saat berhubungan seks.

1. Keputihan
Menurut Dr. Rachel Bregman dari New York Presbyterian Hospital, selama keputihan itu tidak berwarna dan berbau, maka tidak ada yang berbahaya. Menurutnya keputihan adalah tanda-tanda perubahan hormon yang terjadi di tubuh wanita. Namun ketika keputihan itu berubah warna dan mulai menimbulkan bau yang tidak sedap, wanita harus mewaspadainya.

Keputihan yang sudah berlebihan hingga berbau dan berwarna kekuningan atau kehijauan seperti inilah yang dapat menyebabkan rasa sakit ketika bercinta. Wanita merasakan nyeri karena keputihan tersebut menyebabkan infeksi di Miss V. Sehingga ketika pasangan melakukan penetrasi, rasa nyeri tersebut bisa semakin terasa menyakitkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Penyakit Menular Seksual
Selain keputihan, penyakit yang juga berdampak buruk pada kehidupan seks adalah gonorhea atau kencing nanah dan herpes. Mirip seperti keputihan, penyakit menular seksual ini juga menyebabkan infeksi pada Miss V. Ketika penyakit ini ada di tubuh, bukan hanya saat bercinta saja rasa sakit dirasakan. Setelahnya pun rasa nyeri tersebut bisa tetap ada. Malah pada kondisi yang sudah parah, Miss V bisa mengalami pendarahan.

Gonorhea merupakan penyakit menular seks yang disebabkan oleh bakteri sehingga untuk menyembuhkannya Anda harus mengonsumsi antibiotik. Segera konsultasikan ke dokter jika hal ini Anda alami.

3. Diabetes
Penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas California membuktikan para wanita penderita diabetes tidak bisa lagi menikmati seks. Dalam riset yang dilakukan terhadap 2.300 wanita berusia 40-80 tahun itu terungkap, wanita penderita diabates tidak lagi merasa puas dengan kehidupan seksnya. Dibandingkan wanita yang tidak sakit diabates, penderita penyakit ini lebih sering menemukan masalah sulit orgasme hingga kurangnya cairan lubrikasi di Miss V.

Pakar diabetes dan penulis 'Sex and Diabetes' Janis Roszler, RD menjelaskan masalah utama penderita diabates adalah tingginya kadar gula darah mereka. Tingginya kadar gula darah itulah yang mempengaruhi kehidupan seks karena membuat wanita penderita diabates tipe 1 mengalami vagina kering. Saat vagina kering, si wanita pun akan merasakan sakit saat bercinta karena tidak adanya cairan lubrikasi yang melumasinya. "Ketika wanita sudah merasakan sakit, dia bisa merasa sakit seterusnya dan tegang," jelas Roszler seperti dikutip Web MD.

Sementara itu menurut Seksolog Dr. Andri Wanananda MS, diabates memang bisa menyebabkan wanita merasa sakit saat bercinta karena penderita penyakit tersebut mudah terluka kulitnya. "Lebih gampang luka kalau gulanya tidak terkontrol. Jadi misalnya dia berhubungan seks ketika kadar gulanya tinggi, jadi lecet, lukanya susah sembuh," ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara itu saat berbincang dengan Wolipop, Jumat (17/1/2014).

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads