7 Riset Terbaru Soal Seks yang Terungkap di 2013
wolipop
Selasa, 31 Des 2013 19:23 WIB
Jakarta
-
Setiap tahun ada saja hal baru soal seks yang terungkap dari berbagai riset. Misalnya apakah Anda tahu kalau ternyata gairah pria bisa menurun kalau terlalu rajin membantu istri membersihkan rumah? Berikut tujuh pelajaran untuk kehidupan seks Anda berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di 2013.
1. Suami Rajin Bantu Bersih-bersih = Jarang Bercinta?
Studi yang dipublikasikan dalam American Sociological Review menemukan bahwa pasangan yang suaminya banyak membantu istri mengerjakan tugas rumah tangga (memasak, bersih-bersih, cuci baju) lebih jarang bercinta. Frekuensi mereka bercinta lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang suaminya tidak membantu istri cuci piring atau baju, tapi lebih banyak melakukan pekerjaan maskulin seperti membetulkan kran, mengurusi kebun atau mengganti oli mobil. Kesimpulannya, untuk mendapatkan seks yang berkualitas masing-masing pasangan harus bisa melakukan pembagian tugas di rumah sesuai 'kodratnya'.
2. Berapa Lama Wanita Tunda Seks Setelah Melahirkan?
Dalam riset yang dimuat di BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology terungkap 53% wanita sudah kembali mencoba melakukan aktivitas seks enam minggu setelah melahirkan. Namun aktivitas seks yang dilakukan para wanita ini bukan dengan cara pasangan melakukan penetrasi. Seperti dikutip emaxhealth, ada 41% wanita yang tidak takut lagi bercinta enam minggu setelah melahirkan, dengan cara pasangannya melakukan penetrasi. Delapan minggu setelah melahirkan, presentase wanita yang berani bercinta lagi meningkat menjadi 65%. Presentase tersebut bertambah menjadi 78%, 12 minggu setelah melahirkan dan 94% wanita yakin untuk bercinta lagi enam bulan pasca bayi lahir.
3. Setelah Punya Bayi, Gairah Pria Menurun
Penelitian yang dilakukan University of Michigan dan dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine pada Agustus 2013 mengungkapkan bukan hanya wanita saja yang kehilangan keinginan untuk bercinta setelah bayi lahir. Pria pun mengalami hal yang sama. Para pria yang diteliti melaporkan mereka merasa gairah naik-turun setelah si kecil lahir. Penyebab gairah menurun biasanya disebabkan karena kelelahan dan stres.
4. Seks Redakan Sakit Kepala
Peneliti di Jerman yang dimuat di jurnal International Headache Society's, Cephalalgia pada Maret 2013 mengungkapkan, seks bisa menjadi obat paling efektif untuk penderita migrain. Dalam risetnya, para peneliti di Universitas Munster melibatkan lebih dari 300 penderita migrain. Para responden ini ditanya tentang pengalaman mereka ketika melakukan seks saat sakit kepala menyerang dan bagaimana aktivitas intim itu mempengaruhi sakit yang dirasakan. Setelah diteliti, peneliti menemukan 50% penderita migrain yang bercinta saat rasa sakit menyerang merasa menjadi lebih baik. Bahkan satu dari lima responden mengatakan setelah berhubungan seks, migrain tersebut benar-benar hilang. Hanya 1/3 responden yang mengungkapkan migrain mereka menjadi lebih buruk.
5. Seks = Olahraga?
Berdasarkan riset yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada Oktober 2013 diketahui, aktivitas seks bisa setara dengan olahraga. Penelitian tersebut menggunakan gelang khusus yang dapat memonitor berapa banyak kalori dibakar pasangan saat bercinta. Setelah diteliti terungkap, aktivitas seks membakar 4,2 kalori per menit pada pria dan 3,1 kalori per menit pada wanita. Jumlah kalori yang terbakar ini setara dengan olahraga jalan kaki, namun masih kalah dengan jogging. Menurut peneliti, jika aktivitas ini dilakukan dengan intens dan konsisten, bisa dianggap sebagai bagian dari olahraga.
6. Hormon Mempengaruhi Seks
Pada Oktober 2013, Journal of Sexual Medicine mempublikasikan riset yang mengungkapkan pengaruh hormon di masa ovulasi dan gairah seks. Dari penelitian itu diketahui, wanita single lebih aktif bercinta saat masa subur. Namun wanita yang terlibat dalam sebuah hubungan jangka panjang seperti pernikahan kurang terpengaruh dengan hormon di masa ovulasi tersebut terhadap gairah seks mereka.
7. Alat Kontrasepsi Pria Menghambat Sperma
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang ditulis pada Desember 2013 ini terungkap adanya harapan untuk alat kontrasepsi pria. Peneliti mengombinasikan sejumlah obat dalam membuat alat kontrasepsi pria ini. Obat-obat tersebut membuat pria memproduksi sperma, namun sperma itu tidak akan bisa berenang menuju sel telur.
(eny/eny)
1. Suami Rajin Bantu Bersih-bersih = Jarang Bercinta?
Studi yang dipublikasikan dalam American Sociological Review menemukan bahwa pasangan yang suaminya banyak membantu istri mengerjakan tugas rumah tangga (memasak, bersih-bersih, cuci baju) lebih jarang bercinta. Frekuensi mereka bercinta lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang suaminya tidak membantu istri cuci piring atau baju, tapi lebih banyak melakukan pekerjaan maskulin seperti membetulkan kran, mengurusi kebun atau mengganti oli mobil. Kesimpulannya, untuk mendapatkan seks yang berkualitas masing-masing pasangan harus bisa melakukan pembagian tugas di rumah sesuai 'kodratnya'.
2. Berapa Lama Wanita Tunda Seks Setelah Melahirkan?
Dalam riset yang dimuat di BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology terungkap 53% wanita sudah kembali mencoba melakukan aktivitas seks enam minggu setelah melahirkan. Namun aktivitas seks yang dilakukan para wanita ini bukan dengan cara pasangan melakukan penetrasi. Seperti dikutip emaxhealth, ada 41% wanita yang tidak takut lagi bercinta enam minggu setelah melahirkan, dengan cara pasangannya melakukan penetrasi. Delapan minggu setelah melahirkan, presentase wanita yang berani bercinta lagi meningkat menjadi 65%. Presentase tersebut bertambah menjadi 78%, 12 minggu setelah melahirkan dan 94% wanita yakin untuk bercinta lagi enam bulan pasca bayi lahir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dilakukan University of Michigan dan dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine pada Agustus 2013 mengungkapkan bukan hanya wanita saja yang kehilangan keinginan untuk bercinta setelah bayi lahir. Pria pun mengalami hal yang sama. Para pria yang diteliti melaporkan mereka merasa gairah naik-turun setelah si kecil lahir. Penyebab gairah menurun biasanya disebabkan karena kelelahan dan stres.
4. Seks Redakan Sakit Kepala
Peneliti di Jerman yang dimuat di jurnal International Headache Society's, Cephalalgia pada Maret 2013 mengungkapkan, seks bisa menjadi obat paling efektif untuk penderita migrain. Dalam risetnya, para peneliti di Universitas Munster melibatkan lebih dari 300 penderita migrain. Para responden ini ditanya tentang pengalaman mereka ketika melakukan seks saat sakit kepala menyerang dan bagaimana aktivitas intim itu mempengaruhi sakit yang dirasakan. Setelah diteliti, peneliti menemukan 50% penderita migrain yang bercinta saat rasa sakit menyerang merasa menjadi lebih baik. Bahkan satu dari lima responden mengatakan setelah berhubungan seks, migrain tersebut benar-benar hilang. Hanya 1/3 responden yang mengungkapkan migrain mereka menjadi lebih buruk.
5. Seks = Olahraga?
Berdasarkan riset yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada Oktober 2013 diketahui, aktivitas seks bisa setara dengan olahraga. Penelitian tersebut menggunakan gelang khusus yang dapat memonitor berapa banyak kalori dibakar pasangan saat bercinta. Setelah diteliti terungkap, aktivitas seks membakar 4,2 kalori per menit pada pria dan 3,1 kalori per menit pada wanita. Jumlah kalori yang terbakar ini setara dengan olahraga jalan kaki, namun masih kalah dengan jogging. Menurut peneliti, jika aktivitas ini dilakukan dengan intens dan konsisten, bisa dianggap sebagai bagian dari olahraga.
6. Hormon Mempengaruhi Seks
Pada Oktober 2013, Journal of Sexual Medicine mempublikasikan riset yang mengungkapkan pengaruh hormon di masa ovulasi dan gairah seks. Dari penelitian itu diketahui, wanita single lebih aktif bercinta saat masa subur. Namun wanita yang terlibat dalam sebuah hubungan jangka panjang seperti pernikahan kurang terpengaruh dengan hormon di masa ovulasi tersebut terhadap gairah seks mereka.
7. Alat Kontrasepsi Pria Menghambat Sperma
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang ditulis pada Desember 2013 ini terungkap adanya harapan untuk alat kontrasepsi pria. Peneliti mengombinasikan sejumlah obat dalam membuat alat kontrasepsi pria ini. Obat-obat tersebut membuat pria memproduksi sperma, namun sperma itu tidak akan bisa berenang menuju sel telur.
(eny/eny)
Pakaian Pria
Tiga Piyama Pria Nyaman Berbahan Poly Bamboo yang Bikin Tidur Makin Berkualitas & Nyaman Sepanjang Hari!
Pakaian Pria
Rekomendasi Batik Pria Premium untuk Kondangan, Tampil Rapi, Elegan, dan Berkelas!
Olahraga
Raket Badminton Terjangkau untuk Main Rutin! Review LIGHTSPEED Raket Badminton
Pakaian Pria
Rekomendasi 3 Jaket Bomber Hitam Pria Andalan Paling Stylish Buat Upgrade OOTD Kamu!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Potret Inul Daratista Pakai dan Tanpa Makeup, Kulit Aslinya Jadi Sorotan
2
Harper Beckham Kirim Pesan Cinta untuk Brooklyn di Tengah Konflik Keluarga
3
Heboh Isu Pacaran! Cynthia Erivo Ungkap Fakta Hubungan dengan Ariana Grande
4
Belanja Baju Bekas di Pasar Senen, Gaya Retro Eva Celia Jadi Sorotan
5
Imlek 2026, Senayan City Hadirkan Instalasi Instagramable Hingga Barongsai
MOST COMMENTED











































