Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Hal yang Lebih Dianggap Penting dari Seks oleh Sebagian Besar Wanita

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 14 Nov 2013 16:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Terbebas sejenak dari tugas-tugas kantor, urusan rumah tangga dan mengasuh anak, siapa wanita yang tidak ingin merasakan 'kemewahan' itu? Menikmati 'me time' memang jadi satu hal yang sulit dilakukan sekarang ini, terutama bagi ibu bekerja.

Saking inginnya memiliki 'me time', 76 persen wanita bahkan rela tidak berhubungan seks dengan pasangannya. Berdasarkan penelitian terbaru, sebagian besar wanita menganggap 'me time' lebih penting dan menggoda daripada bercinta.

Perusahaan teh Celestial Seasonings melakukan polling terhadap 500 responden wanita. Dari hasil survei, diketahui lebih dari setengah responden memprioritaskan 'me time' ketimabang seks, jika mereka diharuskan memilih salah satunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei ini juga mengungkapkan wanita memiliki waktu yang sangat sedikit untuk memanjakan diri. Ada 42 responden yang dilaporkan hanya punya waktu 'me time' kurang dari satu jam setiap harinya.

Demi mendapatkan 'me time', 75 persen wanita terpaksa berbohong kepada teman atau kantor dengan mengatakan kalau mereka sakit atau ada keperluan mendesak. Alasan itu dijadikan kesempatan bagi mereka untuk menikmati waktu sendiri. Tanpa suami, anak ataupun sahabat.

Bagi wanita, 'me time' memang menjadi sesuatu yang mewah dan hampir tidak mungkin dilakukan. Sebab, seperti dikutip dari Huffington Post, wanita merasa tidak nyaman membuat dirinya sendiri sebagai prioritas. Padahal, memanjakan diri juga tidak kalah penting dari pekerjaan kantor dan mengurus keluarga. Tanpa meluangkan 'me time' seseorang bisa menjadi mudah lelah, bad mood, wajah kusam, bosan hingga merasa tertekan.

Sesungguhnya 'me time' bisa saja dilakukan setiap hari, tanpa harus liburan atau pergi ke spa dulu. Nonton film favorit sambil makan makanan kesukaan, menyeruput secangkir cappuccino hangat di sore hari atau meditasi selama 20 menit juga bisa 'dihitung' sebagai 'me time'. Bahkan menikmati mandi di bath tub atau di bawah pancuran shower pun bisa jadi 'me time'. Yang penting, Anda tidak merasa bersalah saat melakukannya.

Psikolog Ayoe Sutomo, M.Ps menyebutkan, sebuah kegiatan bisa disebut 'me time' apabila bisa memenuhi empat manfaat ini setelah melakukannya. Pertama, bisa memahami diri sendiri jadi lebih mendalam dan lebih baik. Kedua, meningkatkan mood, merasa bahagia dan sejahtera tanpa ada rasa bersalah. Ketiga siap berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih baik terhadap lingkungan dan keempat, membuat kondisi mental jadi lebih baik.

"Kalau stres tiap hari, idealnya 'me time' juga harus tiap hari karena penting untuk membuat hidup tetap seimbang. Durasinya pun bebas. Ada yang butuh dua jam atau hanya 5-10 menit. Sesederhana apapun kalau bisa membuat Anda lebih relaks dan pikiran jernih, 'me time' akan sangat bermanfaat," tutur Ayoe, saat berbincang dengan wolipop, beberapa waktu lalu.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads