Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Ingin Seks Berkualitas, Ketahui Dulu Mitos Keliru Seputar Orgasme

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 30 Okt 2012 10:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Orgasme sering disebut-sebut sebagai titik kenikmatan tertinggi saat bercinta, baik bagi pria maupun wanita. Anggapan inilah yang membuat banyak pasangan berusaha mencari berbagai cara untuk mencapai orgasme. Padahal, belum tentu semua informasi yang beredar dari mulut ke mulut maupun ditulis dalam artikel itu benar seratus persen.

Banyak mitos keliru yang sering dipercaya dan dijadikan acuan pasangan untuk mendapatkan klimaks ketika bercinta. Meskipun kekeliruan tersebut tidak berbahaya, namun bisa menimbulkan kebingungan dan salah paham yang akhirnya membatasi pasangan untuk bereksplorasi dalam hubungan seks. Ini dia beberapa mitos tersebut.

1. Mr Happy Pria adalah 'Alat' Terbaik untuk Membuat Wanita Orgasme
Mitos di atas salah besar. Menurut penelitian seperti dikutip dari The Nest, 81% wanita bisa mencapai orgasme melalui stimulasi klitoris. Sementara hanya 25% wanita yang bisa mencapai orgasme melalui penetrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Orgasme Ditentukan oleh Besar-Kecilnya Penis
Faktanya, orgasme pada wanita tidak dipengaruhi ukuran Mr. Happy pasangannya. Nicole Beland, penulis buku 'Sex: The Whole Picture: The Ultimate How-To for Lovers' seperti dilansir Cosmopolitan USA mengatakan, ukuran penis yang terlalu besar justru bisa membuat wanita tidak mencapai orgasmenya.

"Wanita sering kesulitan untuk orgasme. Dan oral seks atau stimulasi dengan tangan justru lebih efektif untuk mereka (mencapai orgasme), sama seperti vibrator," jelas Debby Herbenick, pakar seks terkenal asal Amerika.

3. Seks Tidak Bisa Dinikmati Tanpa Orgasme
Orgasme memang disebut-sebut sebagai puncak kenikmatan seks, tapi bukan berarti Anda tak bisa menikmati momen bercinta tanpanya. Untuk banyak pasangan, seks merupakan ekspresi emosional dan fisik, keintiman dan kepercayaan. Bagi wanita, mereka suka menikmati kedekatan fisik yang terjadi bersama pasangan saat bercinta, tanpa harus adanya klimaks.

Sentuhan fisik membuat kebutuhan wanita akan kasih sayang terpenuhi. Jadi untuk wanita, seks bisa memuaskan mereka baik secara psikis maupun emosional meskipun tidak orgasme. Orgasme tentunya akan jadi bonus kalau wanita bisa meraihnya.

4. Wanita Butuh Waktu Lebih Lama Daripada Pria untuk Orgasme
Pola gairah seks wanita memang cukup berbeda dari pria. Umumnya wanita butuh waktu sedikit lebih lama untuk mencapai kepuasan bercinta ketimbang pria. Tapi ketika wanita sudah bergairah, dia bisa mendapatkan orgasme dengan cepat atau sama cepatnya dengan pria.

5. Ejakulasi Berarti Orgasme
Ejakulasi dan pencapaian orgasme tidak selalu terjadi bersamaan. Dikutip dari Sofeminine, pada beberapa pria, terkadang bisa mencapai orgasme tanpa adanya ejakulasi. Ini disebut dry orgasm atau orgasme kering. Walau begitu, hal tersebut masih terbilang jarang terjadi.

6. Perempuan Perlu Merasakan Orgasme untuk Menyenangkan diri
Orgasme adalah salah satu fase yang menyenangkan saat melakukan hubungan seks. Namun bagi perempuan, orgasme bukanlah segala-galanya. Kebanyakan perempuan justru lebih menikmati proses foreplay dibanding penetrasi seks. Jadi Orgasme tak selalu dapat menyenangkan perempuan.

7. Tidak Ada Salahnya Memalsukan Orgasme
Banyak sekali wanita dan pria yang percaya mitos ini benar. Padahal sebenarnya memalsukan orgasme sebenarnya tidak sehat untuk dilakukan terus-menerus. Dengan memalsukan orgasme, pria tidak akan pernah belajar kalau mereka sebenarnya belum bisa memuaskan pasangannya.

8. Orgasme Penentu Kepuasan Seks
Sebagian wanita bisa merasakan kenikmatan dan kepuasan seks tanpa harus orgasme. Menurut psikolog Dennis Sugrue, orgasme bukan satu-satunya puncak kenikmatan seks bagi wanita, tapi bagaimana dia mengalami kedekatan fisik maupun emosional saat bersama pasangan.

Mantan ketua American Association of Sex Educators, Counselors, and Therapists ini mengatakan, "Banyak yang berpendapat jika tidak merasakan orgasme, maka pengalaman seksual wanita akan membosankan. Menurut saya anggapan itu berarti tidak memahami wanita dan seksualitasnya."

(hst/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads