Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

7 Hal Yang Merusak Orgasme

wolipop
Jumat, 23 Jul 2010 11:59 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Ekspektasi wanita dalam bercinta adalah mendapatkan kepuasan melalui orgasme. Untuk mencapai hal ini, diperlukan fokus kepada permainan.

Usaha untuk mendapatkan orgasme bisa menjadi sia-sia begitu saja ketika ada hal kecil yang merusak konsentrasi atau bahkan permainan. Berikut ini tujuh hal yang merusak usaha mendapatkan orgasme.

Suara Telepon
Suara telepon benar-benar menjadi perusak mood nomor satu saat bercinta. Apalagi jika yang menelepon adalah bos Anda. Agar hal ini tidak terjadi, maka sebaiknya matikan atau ubah mode telepon ke silent atau diam sebelum memulai malam yang panas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi Menangis
Hal inilah yang menjadi pertimbangan banyak pasangan. Memiliki bayi terkadang mengganggu aktivitas seksual mereka.

Perubahan Suara Latar

Malam akan terdengar sangat seksi saat bercinta sambil mendengarkan lagu-lagu romantis. Tetapi jika tanpa sengaja lagunya tertukar ke genre yang lebih keras, maka mood pun akan hancur dan harapan mendapatkan orgasme pun sirna. Untuk menghindari hal ini, jauhkan remote cd player dari jangkauan Anda sebelum foreplay.

Televisi
Feng shui telah mengatakan untuk menjauhkan barang elektronik seperti televisi dari kamar. Hal ini masuk akal karena terkadang, suara dan tampilan di layar kaca bisa merusak suasana. Misalnya saja saat breaking news yang di dalamnya terdapat adegan sadis.

Gas
Bukan ledakan gas LPG yang kami maksud, tapi suara pasangan yang tanpa sengaja buang gas. Untuk hal yang satu ini, pasangan Anda harus menjaga kelakuannya.

Ejakulasi Dini

Hal ini tentunya merusak usaha Anda. Akan sangat sulit untuk mendapatkan orgasme jika pasangan sudah terlebih dahulu 'selesai'.

Mengubah Posisi
Hal ini kadang menjadi penyebab rusaknya usaha untuk orgasme. Ketika Anda merasa sudah ingin 'mencapainya' tiba-tiba, pasangan berusaha mengubah posisi bercinta. Padahal posisi sebelumnya menjadi posisi yang bisa membuat Anda orgasme.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda bertindak. Menahannya untuk melanjutkan penetrasi atau dengan mengatakannya bahwa Anda hampir 'sampai tujuan'.

(af1/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads