Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cinta dan Benci Memang Beda Tipis

wolipop
Kamis, 30 Okt 2008 14:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Jangan sepelekan wejangan yang menyebutkan bahwa rasa benci dapat berubah menjadi cinta. Karena tampaknya hal itu benar adanya. Sebuah penelitian dapat menjelaskannya.

Rasa benci yang teramat sangat bisanya berubah menjadi rasa cinta. Hal itu sudah sering kita dengar sebelumnya. Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.

Professor Semir Zeki dari Universitas London melakukan penelitian dengan melihat gelombak otak seseorang. Sebanyak 17 orang laki-laki dan perempuan menjadi obyek dalam penelitian tersebut. mereka diperlihatkan foto-foto orang-orang yang mereka cintai, benci dan yang sifatnya netral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat diteliti lebih jauh, area otak yang bekerja saat seseorang merasa cinta atau benci berdekatan. Gelombang otak saat seseorang merasa benci dan cinta pun hampir sama.

Di otak area yang bekerja saat seseorang merasa benci dan seseorang merasa cinta hanya dibatasi dengan garis tipis. Hanya saja, area yang dimiliki rasa cinta lebih besar.

Jadi hati-hati mengartikan perasaan Anda. Cinta dan benci batasnya tipis! (kee/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads