5 Fakta Black Friday, Sejarah Kelam Hingga Kebiasaan Belanja Orang Indonesia

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 26 Nov 2021 18:30 WIB
Young woman trying clothes in a fitting room and photographing herself in a mirror // mobile stock photo made with iPhone 6s Foto: iStock
Jakarta -

Hari ini bertepatan dengan Black Friday. Black Friday adalah hari Jumat setelah Thanksgiving yang dirayakan dengan pesta belanja. Di hari itu, banyak toko atau brand yang menggelar diskon besar-besaran. Berawal dari Amerika Serikat, momen tersebut juga merambah ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Berikut lima fakta menarik soal sejarah Black Friday hingga kebiasaan belanja orang Indonesia di hari banyak diskon itu.

1. Black Friday Awalnya Diasosiasikan dengan Nilai Saham


Black Friday 2021 jatuh di tanggal 26 Mei. Tak heran jika hari ini kamu mungkin mendapati berbagai brand atau situs belanja menawarkan sale dan berbagai promosi. Di Amerika sendiri, awalnya momen itu dijadikan hari untuk berbelanja keperluan Natal.

Dirayakan dengan suka cita, mengapa hari ini disebut dengan 'black'? Dilansir New York Times, nama itu diambil dari peristiwa 1898 ketika dua orang yang bekerja di bidang ekonomi berusaha membuat konspirasi untuk melawan pasar emas agar bisa dapat keuntungan. Tapi hal tersebut gagal dan malah membuat nilai pasar anjlok di hari Jumat sehingga dinamakan Black Friday.

2. Sejarah Black Friday


Namun Black Friday sebagai festival belanja berawal karena polisi di Philadelphia. Di tahun 1950an, masyarakat turun memenuhi kota untuk menonton pertandingan football. Saat itu banyak orang yang mengutil sehingga terjadi kekacauan dan para polisi menyebutnya Black Friday. Dilansir History, akhirnya hari yang kelam itu dimanfaatkan secara positif oleh para pedagang untuk meraup keuntungan dengan memberikan berbagai penawaran menarik.

3. Film Black Friday


Fenomena Black Friday pun baru saja dijadikan sebuah film. Bergenre horor-komedi, film layar lebar itu dibintangi ikon-ikon horor seperti Devon Sawa dan Bruce Campbell. Sesuai namanya, film itu mengangkat tema belanja yang dibuat seram tapi dibumbui lelucon. Black Friday yang baru saja dirilis dinilai bisa menghibur dan melepas kangen pada bintang-bintang horor lama.

4. Kebanyakan Orang Cari Diskon Black Friday Saat Malam


Hal menarik yang bisa jadi tips belanja saat Black Friday 2021 adalah kebanyakan pembelanja online berburu diskon pada malam hari. Studi Salesforce mengungkap jika jumlah pesanan pada puncaknya saat pukul 20:00 hingga 22:00. Kamu pun bisa menghindari jam-jam tersebut jika tidak ingin ketinggalan penawaran menarik.

5. Black Friday di Indonesia


Black Friday juga diadakan di Indonesia. Dalam studi yang dibuat Picodi di 2019 terungkap jika pembeli di Indonesia cukup banyak berpartisipasi untuk mencari penawaran menarik di momen ini. Tapi dibanding wanita, justru pria lah yang lebih banyak belanja. Tentu keduanya punya preferensi barang tapi pria dan wanita sama-sama mengincar baju dan pakaian. Selain itu, wanita mengincar kosmetik dan parfum sedangkan pria banyak membeli gadget.

(ami/ami)