Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pengusaha Ini Tunda Gajian Agar Karyawan Tak Boros Saat Ada Pesta Diskon

Eny Kartikawati - wolipop
Sabtu, 12 Nov 2016 13:16 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Shanghai - Pada 11-11-2016 kemarin bukan hanya di Indonesia yang diramaikan dengan pesta diskon melalui belanja online. Di mancanegara seperti Amerika Serikat dan China, pada tanggal tersebut juga identik dengan pesta diskon.

Black Friday, demikian nama pesta diskon yang biasanya digelar sehari setelah perayaan Thanksgiving atau menjelang Natal itu. Di China, Black Friday sendiri dinamai Singles Day. Sedangkan di Indonesia, pada 11.11, identik dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Gara-gara ada pesta diskon ini, Shanghaiist melaporkan ada seorang pengusaha yang berusaha mencegah karyawannya melakukan pemborosan. Caranya dengan menunda pembayaran gaji karyawan hingga sebulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya karyawan perusahaan katering di wilayah Chonqing ini gajian setiap tanggal 10 November 2016. Namun si pengusaha yang menolak namanya disebutkan ini, menunda gajian pada tanggal tersebut karena tak mau karyawannya menghambur-hamburkan uang mereka untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak perlu mereka beli.

Karyawan perusahaan tersebut mengetahui keputusan kontroversial atasan mereka ini melalui selembar pengumuman yang ditempelkan di pintu masuk kantor. Dari pengumuman itu diketahui alasan lainnya kenapa si bos sampai menunda gajian karyawannya, selain agar tidak ikut belanja di pesta diskon.

Rupanya menurut pengusaha tersebut, dia sendiri pernah menjadi 'korban' pesta diskon. Pada tahun lalu, dia mengaku menghabiskan hampir 20 ribu yuan saat pesta diskon Singles Day berlangsung, untuk membeli barang-barang yang pada akhirnya tidak benar-benar dia gunakan. Salah satunya adalah komputer seharga 8 ribu yuan. Jadi agar karyawannya tidak melakukan kesalahan yang sama, menurutnya, akan lebih aman jika gajian ditunda.

Pengusaha tersebut juga mengatakan bahwa dia sudah melihat banyak karyawannya yang telah mengincar sejumlah barang untuk dibeli pada Singles Day. Jadi dia yakin karyawannya akan menggunakan gaji yang seharusnya dibayarkan pada 10 November untuk membeli barang incaran tersebut. Dia juga melihat karyawannya yang sebagian besar berusia sekitar 25 tahun, tidak memiliki cukup tabungan. Sehingga seharusnya di usia tersebut mereka tidak menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang yang tidak berguna.

Sang pengusaha menekankan pada para karyawan bahwa gajian bulan November pasti akan dibayarkannya pada Desember 2016. Dia juga memberikan keringanan, jika memang ada karyawan yang memiliki keperluan darurat dan perlu uang secepatnya, dia akan membayarkan gaji karyawan tersebut.

Keputusan sang bos ini tentu menjadi pro dan kontra. Ada karyawan yang kesal karena gaji mereka tidak dibayarkan sesuai waktu, ada juga yang memahami keputusannya karena memang mereka tahu gaji tersebut akan dibelanjakan pada pesta diskon. (eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads