Dekranasda Jakarta Buka Pop Up Store di Galeries Lafayette

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 16 Des 2015 18:30 WIB
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Jakarta - Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Jakarta baru saja melakukan gebrakan dalam pemasaran produk anggotanya. Sebanyak 10 brand yang tergabung dalam organisasi nirlaba tersebut berhasil membuka pop up store di Galeries Lafayette. Hal itu tentu merupakan sebuah pencapaian yang patut dibanggakan mengingat Lafayette merupakan department store eksklusif bertempat di Pacific Place, Jakarta Selatan.

10 brand yang terpilih masuk ke department store asal Prancis itu antara lain, Datie Handicraft, Miro Batikku, Reny Feby Jewerly, BatikKu BatikMu, Benings Caliya, Batik Chic, Moenda, Batik Setio Utomo, D'Leia, dan Jamien Teas. ‎Mereka dipilih secara kurasi dengan pertimbangan kualitas, kecocokan jangkauan harga, dan konsistensi mengirim barang.

Produk-produk tersebut diletakkan di lantai utama Galeries Lafayette. Meski tak terlalu luas, pop up store Dekranasda Jakarta berada di tengah brand-brand ternama dunia, misalnya saja Michael Kors, Marc by Marc Jacobs hingga Swaroszky. Saat ini kebanyakan item yang dipajang merupakan tas berbahan material khas Indonesia.

Prestasi ini tentu tak luput dari kerja keras Veronica ‎Tan selaku Ketua Dekranasda Jakarta. Istri Gubernur Jakarta Ahok itu memang sudah lama ingin menciptakan langkah kongkrit untuk mengembangkan kerajinan khas ibu kota. Wanita yang akrab disapa Vero tersebut juga mengharapkan tindakan ini menjadi jalan pembuka untuk go international.

"Dekranada hanya memfasilitas, keunggulan dan keberlangsungan produk ditentu oleh pengrajin itu sendiri. Saya ingin kurasinya juga obyektif bukan karena kenalan atau apapun. Mudah-mudah dengan anggaran pemerintah kita bisa menaikan kreativitas Jakarta," kata Vero saat peluncuran pop up store Dekranasda Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis

‎Vero tentu bekerjasama dengan banyak pihak untuk menghadirkan pop up store ini. Salah satu orang yang terlibat adalah Musvida Alisjahbana selaku Ketua Jakarta Fashion Week (JFW) yang digaet Vero untuk mengembangkan Dekranasda Jakarta. Menurutnya Vero memiliki visi yang kongkrit untuk membina para anggota. Salah satunya adalah meminta tempat di perhelatan JFW tahun lalu yang menghasilkan keuntungan lebih dari Rp 1 milyar.

"‎Dengan ini, diharapkan barang bisa masuk ke Galeries Lafayette di Berlin atau Paris. Ini memang cita-cita panjang yang dimulai langkah demi langkah dengan peremajaan anggota, pembinaan ilmu marketing maupun produk, dan eksposure," kata Musvida.

‎Herlina Widjaja selaku COO Galeries Lafayette pun mengatakan jika pop up store ini akan dihadirkan selama sebulan hingga 12 Januari. ‎Semenjak dibuka pada 8 Desember lalu, Herlina mengaku sudah ada penjualan. Jika saat ini kebanyakan produk yang dipajang adalah tas, kain tradisional seperti batik atau tenun akan segera menyusul dan ditempatkan di lantai dua.

"Galeries Lafayette memang selalu mencari brand baru. Saya‎ lihat fashion show Dekranasda di JFW lalu, ada yg potensial. Ini juga berkat perubahan logo yang membuat Galeries Lafayette ingin menunjang kreatifitas dalam berbagai hal," kata Herlina.

Produk-produk yang sudah dipasarkan umumnya memiliki kisaran harga dari ratusan tibu hingga Rp 3 jutaan. Misalnya saja tas selempang batik berukuran mini yang dihargai Rp 650 ribu. Sedangkan tote bag bermaterial tenun diberi harga Rp 2,9 jutaan. Sementara kain batik dijual Rp 3.5 jutaan.


(ami/aln)