Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Siga Siga, Toko di Paris yang Gratiskan Semua Produknya

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 16 Okt 2015 13:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Paris menjadi destinasi belanja impian hampir semua fashionista. Wajar saja, pusat mode dunia tersebut memang tempat lahirnya sejumlah merek high end ternama, seperti Chanel, Louis Vuitton, serta Dior. Produk-produk yang dikeluarkan dari brand-brand itu pun dikenal berkualitas, berdesain elegan, dan tentu harganya mahal.

Bagi Anda yang memiliki dana terbatas ketika mengunjungi ibu kota Prancis tersebut dalam waktu dekat, ada sebuah toko yang pantas dijadikan destinasi belanja. Yakni gerai bernama Siga Siga yang terletak di 181 avenue Daumesnil, Paris, Prancis. Bukan sedang memberikan potongan harga, toko yang menjual barang-barang bekas itu menjual semua produknya tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Siga Siga memang tidak menawarkan barang-barang eksklusif seperti keluaran merek-merek Prancis kebanyakan. Namun bukan berarti jika produk yang disediakan kurang berkualitas. Toko itu menghadirkan berbagai macam item, mulai dari busana, peralatan masak, hingga furniture.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerai yang dibuka pada Juni tahun ini merupakan toko pertama dengan konsep 'mulia' di Prancis. Siga Siga diprakarsai oleh organisasi La Boutique Sans Argent yang berarti toko tanpa uang. Konsepnya adalah orang bisa membawa, mengambil, dan menukar barang tanpa uang. Ternyata konsep ini bukan yang pertama kali dihadirkan di dunia. Gerai serupa sudah pernah muncul di Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh Freecycle Network dan bertujuan untuk mengurangi sampah serta beramal.

Siga Siga memiliki aturan yang sederhana. Yakni Anda boleh mengambil apa yang sekiranya disuka dan akan digunakan namun Anda juga harus meninggalkan barang yang tak lagi dibutuhkan. Produk yang dibarter tentu harus masih berguna dan bisa dibawa dengan tangan. Anda pun dapat meninggalkan satu barang dan mengambil tiga barang. Sistem ini pun terbuka untuk semua kalangan.

"Anda bisa masuk ke toko gratis dan mendapatkan sebuah barang yang ingin dipakai, sebuah busana, peralatan, dan lain-lain. Anda bisa mengambilnya sebagai hadiah dan teringat akan semua barang yang tidak dipakai di rumah lalu memberikannya ke sini," ungkap Debora Fischkandl selaku direktur La Boutique Sans Argent kepada Refinery 29.

Ketika meninggalkan toko tersebut, staff akan mencatat barang apa saja yang dibawa. Hal itu tidak dilakukan untuk membatasi pengambilan produk namun hanya untuk pengumpulan data. Berdasarkan data tersebut, Siga Siga memiliki 100 hingga 300 pelanggan setiap harinya. Mereka yang menyambangi toko kebanyakan datang dari Prancis serta negara-negara Eropa.

Siga Siga yang berarti pelan pelan dalam bahasa Yunani itu pun bukan hanya tempat belanja saja. Toko tersebut bisa dijadikan tempat untuk berkenalan, berdiskusi, dan menikmati hari. Untuk itu, disediakan sebuah bar untuk minum kopi atau teh yang juga tidak dipungut biaya.

Sejauh ini, Siga Siga mendapat respon yang positif baik dari pelanggan maupun media masa. Dalam satu minggu, gerai itu bahkan sudah disinggahi oleh 1000 orang. Yang menarik, toko tersebut tidak kehabisan barang namun justru kelebihan. Debora bahkan meminta agar pelanggan tidak membawa produk untuk ditukar karena toko itu sudah kehabisan tempat. Dalam waktu dekat, Siga Siga pun memiliki projek terbaru yakni membuka workshop untuk mengajarkan orang-orang memanfaatkan barang-barang bekas.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads