Liputan Khusus
Tanah Abang Jadi Andalan Karyawan yang Mau Belajar Wirausaha
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 27 Jul 2012 13:05 WIB
Jakarta
-
Pernahkah Anda ke Tanah Abang? Pusat grosir yang terletak di Jakarta Pusat ini sudah terkenal di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Pengunjung dari berbagai daerah pun datang bergantian setiap harinya. Tidak hanya keperluan pribadi saja yang dicari oleh mereka, tapi juga membeli berbagai jenis barang untuk dijual kembali.
Hal itulah yang dilakukan Rahmah. Dia sebenarnya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan dia pun berwirausaha dengan menjual berbagai macam busana.
Karyawan sebuah perusahaan farmasi di Palembang itu selalu pergi ke Tanah Abang setiap pergi ke kantor pusat perusahaannya di Jakarta. Dia senang berbelanja di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu karena pilihannya lengkap.
"Di sini pilihannya lengkap, harganya pun relatif terjangkau. Di sini juga ada grosir sama eceran. Kalau di Mangga Dua kan lebih ke tas saja, kalau pakaian tidak terlalu banyak," kata wanita yang menjual pakaian dan seprai dari Tanah Abang ke teman-teman kantornya di Palembang itu, saat diwawancara wolipop, Senin (16/7/2012).
Pernyataan serupa diberikan oleh Mita. Wanita muda ini merupakan karyawan sebuah bank di Pontianak. Dia tertarik berwirausaha dengan membuka butik di kota tersebut. Ia pun cuti bekerja dan datang ke Tanah Abang untuk survei sekaligus mencari barang-barang yang bisa dijualnya kembali di Pontianak.
"Menurut aku, yang paling terkenal tempat grosir di Jakarta kan Tanah Abang dulu, habis itu baru Mangga Dua, dan baru lain sebagainya. Kalau di sini grosirnya lebih lengkap dan banyak pilihan," tutur Mita, salah satu pengunjung Tanah Abang berasal dari Pontianak, yang diwawancarai wolipop belum lama ini.
Selain pilihan yang lengkap dengan harga murah, Mita dan Rahmah menjelaskan barang yang dijual di Tanah Abang kualitasnya tidak terlalu buruk, tergantung bagaimana memilihnya. Mereka biasanya membeli barang dagangannya dari blok A, B, dan Metro Tanah Abang. Namun kalau di blok B barangnya lebih sedikit dan relatif mahal dibandingkan blok A atau Metro Tanah Abang.
Meskipun harganya murah, pengunjung yang datang bisa menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah untuk membeli bermacam-macam barang yang ingin dijual kembali. Semua toko mereka telusuri supaya mendapatkan barang dengan kualitas terbaik. "Kalau belanja bisa sampai puluhan juta, paling sedikit Rp 10 juta," urai Rahmah.
Selain murah, fasilitas yang ada juga membuat pengunjung merasa nyaman saat berbelanja di pusat grosir yang pernah mengalami kebakaran pada tahun 2003 ini. Mita dan Rahmah mengaku kalau fasilitasnya sudah cukup baik, seperti adanya pendingin ruangan (AC), toilet bersih, keamanan terjaga, adanya food court, lantai yang bersih, walaupun transportasi menuju Tanah Abang cukup sulit karena padatnya kendaraan. Kenyamanan tersebut membuat mereka 'betah' berbelanja dari pagi hingga tutup.
Akan tetapi, sebagian besar pembeli menyarankankan agar setiap lantai lebih 'segmented' lagi, misalnya lantai 1 khusus pakaian anak untuk memudahkan mereka mendapatkan barang yang diinginkan. Di samping itu, ada pula yang memberikan saran supaya membuat jalur khusus bagi para pembawa barang berat (porter) di blok A ataupun blok B.
"Orang yang bawa barang pakai karung itu cukup mengganggu, sering kita kena senggol, lebih baik dibikin jalur khusus saja deh," tutur Maya, seorang pengunjung yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
(rma/eny)
Hal itulah yang dilakukan Rahmah. Dia sebenarnya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan dia pun berwirausaha dengan menjual berbagai macam busana.
Karyawan sebuah perusahaan farmasi di Palembang itu selalu pergi ke Tanah Abang setiap pergi ke kantor pusat perusahaannya di Jakarta. Dia senang berbelanja di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu karena pilihannya lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan serupa diberikan oleh Mita. Wanita muda ini merupakan karyawan sebuah bank di Pontianak. Dia tertarik berwirausaha dengan membuka butik di kota tersebut. Ia pun cuti bekerja dan datang ke Tanah Abang untuk survei sekaligus mencari barang-barang yang bisa dijualnya kembali di Pontianak.
"Menurut aku, yang paling terkenal tempat grosir di Jakarta kan Tanah Abang dulu, habis itu baru Mangga Dua, dan baru lain sebagainya. Kalau di sini grosirnya lebih lengkap dan banyak pilihan," tutur Mita, salah satu pengunjung Tanah Abang berasal dari Pontianak, yang diwawancarai wolipop belum lama ini.
Selain pilihan yang lengkap dengan harga murah, Mita dan Rahmah menjelaskan barang yang dijual di Tanah Abang kualitasnya tidak terlalu buruk, tergantung bagaimana memilihnya. Mereka biasanya membeli barang dagangannya dari blok A, B, dan Metro Tanah Abang. Namun kalau di blok B barangnya lebih sedikit dan relatif mahal dibandingkan blok A atau Metro Tanah Abang.
Meskipun harganya murah, pengunjung yang datang bisa menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah untuk membeli bermacam-macam barang yang ingin dijual kembali. Semua toko mereka telusuri supaya mendapatkan barang dengan kualitas terbaik. "Kalau belanja bisa sampai puluhan juta, paling sedikit Rp 10 juta," urai Rahmah.
Selain murah, fasilitas yang ada juga membuat pengunjung merasa nyaman saat berbelanja di pusat grosir yang pernah mengalami kebakaran pada tahun 2003 ini. Mita dan Rahmah mengaku kalau fasilitasnya sudah cukup baik, seperti adanya pendingin ruangan (AC), toilet bersih, keamanan terjaga, adanya food court, lantai yang bersih, walaupun transportasi menuju Tanah Abang cukup sulit karena padatnya kendaraan. Kenyamanan tersebut membuat mereka 'betah' berbelanja dari pagi hingga tutup.
Akan tetapi, sebagian besar pembeli menyarankankan agar setiap lantai lebih 'segmented' lagi, misalnya lantai 1 khusus pakaian anak untuk memudahkan mereka mendapatkan barang yang diinginkan. Di samping itu, ada pula yang memberikan saran supaya membuat jalur khusus bagi para pembawa barang berat (porter) di blok A ataupun blok B.
"Orang yang bawa barang pakai karung itu cukup mengganggu, sering kita kena senggol, lebih baik dibikin jalur khusus saja deh," tutur Maya, seorang pengunjung yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
(rma/eny)
Pakaian Wanita
Takut Kecewa Beli Jam Murah? Ini 3 Jam Wanita yang Harganya Masuk Akal & Kualitas Premium
Pakaian Wanita
Lagi Cari Atasan Denim? Ini Rekomendasi yang Nggak Bikin Gaya Kamu Membosankan
Home & Living
Masak Enak Tanpa Ribet! Kamu Harus Lirik Philips Airfryer Low Watt Ini Untuk Jadi Andalan di Dapur
Home & Living
3 Alat Kebersihan Ini Pasti Akan Kamu Butuhkan di Rumah, Cek Produknya di Sini!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mengenal Cigarette Jeans, Model Celana Jeans Ala 80an yang Tren di 2026
5 Cushion Hingga Bedak Lokal Terbaru untuk Kulit Berminyak yang Mencerahkan
5 Tren Sneakers yang In dan Out di 2026 untuk Referensi Belanja Sepatu Baru
5 Produk yang Bikin Makeup Tahan Lama Saat Pesta Tahun Baru 2026
Ide Tukar Kado yang Lucu untuk Acara Kantor, Harga di Bawah Rp 50 Ribu
Most Popular
1
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
2
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
3
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
4
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
5
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami
MOST COMMENTED











































