Liputan Khusus
Awas! Wanita Kesepian Rentan Menjadi Pecandu Belanja
Seseorang yang kecanduan belanja atau shopaholic memiliki perilaku belanja yang berlebihan. Dalam istilah psikologi, lebih dikenal dengan kebiasaan belanja berulang yang kompulsif.
Penyebab orang jadi kecanduan belanja bisa bermacam-macam dan itu tidak selalu berhubungan dengan bagus/tidaknya atau mahal/murahnya barang yang dibeli. Menurut Psikolog Roslina Verauli saat dihubungi wolipop, Rabu (23/5/2012), "Perilaku belanja berulang yang berlebihan, compulsive buyer atau senang belanja, biasanya ada penyebab yang bisa dipahami secara psikologis. Harus dilihat dulu barang apa yang dibeli? Karena akan turut menggambarkan ekor masalah sebenarnya."
Dijelaskan psikolog yang akrab disapa Vera ini, ada beberapa penyebab umum yang membuat orang menjadi kecanduan belanja atau compulsive buyer. Namun sebelum itu, perlu dipahami dulu faktor yang membuat orang ingin pergi berbelanja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika seseorang pergi belanja terlalu sering, berarti ada problem emosional yang sedang ingin dia pecahkan sehingga mencari pelarian lain (ketimbang memecahkan masalah yang sebenarnya). Masih banyak faktor penyebab lainnya, yang dipaparkan oleh Vera berikut ini:
1. Mengoleksi Barang Tertentu
Tiap orang punya kesenangan terhadap barang-barang tertentu. Misalnya dia senang mengumpulkan sepatu, tas, pakaian, mainan anak atau peralatan masak. Untuk mendapatkan kesenangan itu, menjadikannya selalu punya hasrat untuk memperbanyak koleksi.
"Ada keinginan untuk menumpuk barang, numpuk barang seolah sedang menumpuk kebahagiaan," ujar wanita berusia 35 tahun ini.
2. Merasa Kesepian
Kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri juga bisa jadi pemicu seseorang jadi kecanduan belanja. Ia merasa dirinya kurang berarti dan kesepian sehingga belanja dijadikan cara untuk menutupi kekosongan yang dia rasakan.
"Dia merasa kesepian jadi cari kebahagiaan. Karena kehampaan, jadi harus numpuk sesuatu, perasaan diri tidak berharga," jelas lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok ini.
3. Keinginan untuk Diperhatikan Orang Lain
Saat belanja, biasanya konsumen akan mendapat perhatian dari staf, pelayan atau penjaga toko. Mereka pun tak sungkan melontarkan pujian atau rayuan agar produk-produknya dibeli. Menurut Vera, ada sebagian orang yang ingin mendapatkan pengakuan bahwa ia punya uang yang berlebih.
"Ingin merasa bahwa dia berlebih dan mendapat pengakuan. Apapun penyebabnya, rata-rata karena masalah emosional," terang Vera.
4. Haus Akan Pujian
"Ada orang yang merasakan kenikmatan saat dipuji orang di sekitarnya. Saat bajunya dipuji bagus, jadinya dia mau beli baju lagi. Dengan harapan dapat perhatian lebih dari orang lain," tutur Vera.
(hst/eya)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
5 Cushion Hingga Bedak Lokal Terbaru untuk Kulit Berminyak yang Mencerahkan
5 Tren Sneakers yang In dan Out di 2026 untuk Referensi Belanja Sepatu Baru
5 Produk yang Bikin Makeup Tahan Lama Saat Pesta Tahun Baru 2026
Ide Tukar Kado yang Lucu untuk Acara Kantor, Harga di Bawah Rp 50 Ribu
METRO Hadirkan One Day Super Special dengan Diskon Hingga 50%
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN











































