Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus

'Daripada Beli Tas KW, Lebih Baik Nggak Bermerek Sekalian'

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 17 Apr 2012 11:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Maraknya perdagangan tas 'branded' palsu, atau biasa disebut tas KW menjadi gambaran betapa minimnya sebuah bentuk penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual Dalam sehari, penjualan tas-tas KW di toko bisa mencapai 100 buah. Demikian pengakuan beberapa penjual tas KW di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, salah satunya ITC Mangga Dua.

Harga yang dibandrol cukup mahal serta keterbatasan biaya, merupakan faktor penyebab banyaknya wanita yang lebih suka membeli tas KW dibandingkan original demi menunjang penampilan. Di tengah fenomena tas KW yang laku keras, ternyata masih ada konsumen yang lebih memilih tas non-branded (tidak bermerek atau merek yang tidak terlalu terkenal) daripada memiliki tas 'branded' tapi palsu.

Dalam survei Wolipop di jejaring sosial Twitter dan Facebook bertajuk 'Saat membeli tas 'branded', Anda pilih yang asli atau KW?' yang diikuti 144 responden, 11 persen wanita menyatakan lebih baik tidak memakai tas bermerek daripada tas palsu. Bahkan, ada responden yang lebih memilih memakai tas buatan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mending ga bermerk daripada palsu apa KW.. #sikap," tegas salah satu responden dalam akun Twitternya.

"Gak suka tas KW! Drpd beli tas KW mending beli tas buatan dlm negeri, kualitas oke dan dijamin ASLI!!!" seru responden lainnya.

Sementara itu, 60 persen responden menyatakan tetap pilih membeli tas branded asli meskipun harganya mahal. Mereka menilai, jika memang ada bujet akan lebih memilih tas asli atau tidak membeli sama sekali bila uang mereka tidak mencukupi.

Membeli tas asli, menurut mereka merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap hasil jerih payah desainer yang telah merancangnya. Sebagian lagi menyatakan mendapatkan kepuasan tersendiri dengan memiliki tas branded asli.

"Saya memilih tas asli, meskipun bukan merk internasional, tapi itu bentuk penghargaan saya thd ide. Jika ingin membeli brand asing, biasanya saya memilih pas mereka ada sale dan memilih model yg timeless shg usia pemakaian lebih lama serta kualitas tetap terjaga bila disimpan," ungkap seorang responden.

Bagaimana dengan tas 'branded' KW? Ternyata cukup banyak responden yang kurang mengindahkan arti penting dari sebuah hak paten atau hak cipta. Sebanyak 29 persen responden menyatakan tidak masalah memakai barang KW. Rata-rata mereka membelinya karena harga yang, tentu saja, jauh lebih murah dari harga original.

"Maunya sih asli... kalo bujet tidak memungkinkan KW super cukup lha..." ujar salah satu responden.

Hasil survei menunjukkan, meskipun penjualan tas KW cukup marak, masih banyak orang yang lebih memilih 'jalur yang benar' dalam berpenampilan. Menghindari pemakaian tas KW, berarti ikut melindungi dan menghargai hasil karya dan pemikiran orang lain. Asal Anda ketahui, membuat tas bisa dilakukan oleh siapa saja tapi melahirkan ide rancangan, hanya orang berkreativitas tinggi yang bisa melakukannya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads