Shopping Queen
Tim Korea Belanja Sampai Pagi di Dongdaemun
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 06 Jun 2011 19:10 WIB
Jakarta
-
Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Yunita dan Lia naik shuttle bus hotel untuk menuju Dongdaemun. Tidak sampai 10 menit mereka sampai di kawasan yang terdiri dari 37 pusat belanja itu.
Dongdaemun juga dikenal sebagai kawasan belanja yang buka sampai pagi. Jadi tidak heran meski Yunita dan Lia sampai di sana saat hari sudah cukup malam, daerah ini masih sangat ramai.
Keduanya awalnya bingung akan memulai dari mana karena Dongdaemun sangat luas dan begitu banyak tempat belanja. Namun karena kebetulan mereka diturunkan dekat sebuah toko sepatu, toko itulah yang jadi tujuan pertama. Di toko tersebut Yunita membeli sepatu yang akan dijadikannya oleh-oleh untuk kakaknya.
Dari toko tersebut, mereka melangkahkan kaki ke Migliore. Migliore ini sama dengan yang ada di Myeong-dong, hanya saja jauh lebih besar. Di sini, keduanya hanya melihat-lihat karena barang-barang yang dijual tidak jauh berbeda dengan Migiliore di Myeong-dong.
Keluar dari Migliore, Yunita dan Lia masuk ke Doota. Doota mirip Migliore hanya saja terlihat lebih eksklusif dan rapih.
Ke mana lagi setelah Doota? Keduanya sempat bingung. Namun Nita sempat diberitahu kerabatnya kalau di Daengdaemun ada tempat belanja yang semua produknya dijual dengan harga 10 ribu Won. Sayang saat didatangi toko tersebut tutup.
Kekecewaan keduanya berbuah manis saat tidak sengaja memasuki tempat belanja bernama Studio_W. Wow, rupanya Studio_W ini adalah tempat belanja yang barang-barangnya dijual secara grosiran dan harganya tentu lebih miring ketimbang di mall lain. Yunita dan Lia pun tersenyum senang.
Yunita sukses mendapatkan dua buah cardigan dengan harga 20 ribu Won di Studio_W. Naik ke lantai dua mall ini, harga-harganya semakin murah. Misalnya saja, cardigan rajut yang di Jakarta bisa dijual dengan harga ratusan ribu, di sini hanya 5 ribu Won saja atau sekitar Rp 40 ribu.
Lia mendapatkan kaos-kaos bergambar lucu di mall ini. Kaos-kaos itu dijual dengan harga 3.500 Won. Alhasil ia pun membeli tiga kaos untuk oleh-oleh.
Puas memborong di Studio_W, Yunita dan Lia memutuskan kembali ke hotel karena hari sudah hampir pagi. Meski lelah, keduanya tersenyum puas.
(eny/hst)
Dongdaemun juga dikenal sebagai kawasan belanja yang buka sampai pagi. Jadi tidak heran meski Yunita dan Lia sampai di sana saat hari sudah cukup malam, daerah ini masih sangat ramai.
Keduanya awalnya bingung akan memulai dari mana karena Dongdaemun sangat luas dan begitu banyak tempat belanja. Namun karena kebetulan mereka diturunkan dekat sebuah toko sepatu, toko itulah yang jadi tujuan pertama. Di toko tersebut Yunita membeli sepatu yang akan dijadikannya oleh-oleh untuk kakaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluar dari Migliore, Yunita dan Lia masuk ke Doota. Doota mirip Migliore hanya saja terlihat lebih eksklusif dan rapih.
Ke mana lagi setelah Doota? Keduanya sempat bingung. Namun Nita sempat diberitahu kerabatnya kalau di Daengdaemun ada tempat belanja yang semua produknya dijual dengan harga 10 ribu Won. Sayang saat didatangi toko tersebut tutup.
Kekecewaan keduanya berbuah manis saat tidak sengaja memasuki tempat belanja bernama Studio_W. Wow, rupanya Studio_W ini adalah tempat belanja yang barang-barangnya dijual secara grosiran dan harganya tentu lebih miring ketimbang di mall lain. Yunita dan Lia pun tersenyum senang.
Yunita sukses mendapatkan dua buah cardigan dengan harga 20 ribu Won di Studio_W. Naik ke lantai dua mall ini, harga-harganya semakin murah. Misalnya saja, cardigan rajut yang di Jakarta bisa dijual dengan harga ratusan ribu, di sini hanya 5 ribu Won saja atau sekitar Rp 40 ribu.
Lia mendapatkan kaos-kaos bergambar lucu di mall ini. Kaos-kaos itu dijual dengan harga 3.500 Won. Alhasil ia pun membeli tiga kaos untuk oleh-oleh.
Puas memborong di Studio_W, Yunita dan Lia memutuskan kembali ke hotel karena hari sudah hampir pagi. Meski lelah, keduanya tersenyum puas.
(eny/hst)











































