Plus-Minus Bersantap di Cafe Kitsune, Restoran Baru yang Lagi Hits di Jakarta

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 18 Des 2020 18:33 WIB
Hotspot November 2020 Cafe Kitsune Cafe Kitsune Jakarta (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Jakarta -

Cafe Kitsune kini hadir di Jakarta. Menjadi cabang ke-13 yang ada di dunia, Cafe Kitsune Jakarta sukses menarik atensi kaum urban ibukota di awal pembukaan. Hanya saja, euforianya tak sepadan dengan harapan sebagian orang.

Kehadiran Cafe Kitsune berbarengan dengan dibukanya Ashta District 8 SCBD, sebuah mal baru di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang selama ini menjadi tuan rumah bagi sejumlah acara besar kaum muda Jakarta seperti BrightspotMRKT dan Urban Sneaker Society. Cafe Kitsune sendiri berada di lantai Ground Floor, tepatnya di salah satu lobby mal tersebut.

Menengok sedikit latar belakangnya, Cafe Kitsune bermula dari Maison Kitsune yang didirikan pertama kali oleh Gildas Loaëc dan Masaya Kuroki pada 2002. Gildas dulu pernah menjabat sebagai direktur artistik duo musik Prancis Daft Punk.

Hotspot November 2020 Cafe Kitsune Cafe Kitsune Jakarta di Ashta District 8 SCBD (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Mengawinkan cita rasa Prancis dengan estetika Jepang, Cafe Kitsune berhasil mendunia. Setelah Paris dan Tokyo, Cafe Kitsune juga dibuka di New York, Seoul dan Shanghai. Di Asia Tenggara, baru ada dua, yakni di Bangkok yang dibuka pada September lalu, menyusul kemudian Cafe Kitsune Jakarta yang dilengkapi dengan butik Maison Kitsune.

Maka tak begitu mengherankan bila orang-orang Jakarta sangat antusias menyambut Cafe Kitsune meski masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar) belum berakhir. Mungkin salah satu influencer atau selebgram yang kamu ikuti di media sosial telah mengunggah momen mereka bersantap di Cafe Kitsune Jakarta.

Hotspot November 2020 Cafe KitsuneCafe Kitsune Jakarta di Ashta District 8 SCBD (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Berbeda dari beberapa pendahulunya, Cafe Kitsune Jakarta hadir dengan konsep yang memadukan kafe dengan bar dan restoran. Kami pun penasaran untuk menjajalnya di suatu malam akhir November lalu.

Berada di Cafe Kitsune serasa seperti sedang berada di sebuah kafe Prancis bergaya diner tapi dengan twist desain Jepang yang clean dan minimalis.

Warna hijau yang mendominasi menyumbangkan kesan jenaka. Sementara itu, atmosfer hangat hadir lewat langit-langit kayu yang mewakili estetika Jepang. Secara keseluruhan, Cafe Kitsune cukup fotogenik untuk konten media sosial. Namun pada malam hari, desain interiornya tak begitu menonjol karena pencahayaan yang remang-remang.

Hotspot November 2020 Cafe KitsuneKitsune Burger (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Salah satu kekurangan Cafe Kitsune yang kami rasakan pada kunjungan ini adalah pembedaan area untuk merokok dan bebas rokok. Tak ada batasan yang jelas di antara keduanya. Semua berkumpul di dalam sehingga ketika ruang ditutup, udara penuh dengan asap rokok. Bagi orang yang anti asap rokok, kondisi tersebut tentu sangat mengganggu.

Tiba saatnya kami menikmati hidangan yang telah dipesan. Salah satunya Kitsune Burger yang menjadi signature dish di sini. Menu satu ini dibanderol seharga Rp 135 ribu sebelum pajak. Untuk harga demikian, terbayang burger lengkap dengan side dish seperti french fries dan salad.

Hotspot November 2020 Cafe KitsuneCrushed Salmon (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Ternyata, wujudnya di luar ekspektasi kami. Di piring putih ukuran sedang, hanya ada satu burger dengan patty yang dibuat dengan gaya tartare (daging cincang mentah), mayonnaise dan keju emmental, telur goreng dan bacon sapi. Meski tak mengecewakan lidah, menghabiskan Rp 130 ribuan hanya untuk sebuah burger 'polos' dengan cara penyajian yang sederhana dirasa tak sepadan.

Menu Crushed Salmon pun demikian. Dengan harga Rp 145 ribu, hidangan yang didapat hanya sepotong salmon segar berukuran sedang dengan saus guacamole.

Hotspot November 2020 Cafe KitsuneUbe Latte dan Charcoal latte (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Ube Latte dan Charcoal latte menjadi pilihan untuk menghilangkan rasa dahaga. Charcoal latte yang seharga Rp 50 ribuan itu dikemas dalam wadah cangkir plastik walaupun kami tidak memesan untuk take away.

Untung, hidangan penutup atau dessert tak terlalu mengecewakan, dari segi rasa ataupun harga. Jangan lewatkan Daifuku Mochi, Matcha Cake dengan sedikit tambah Fox shortbread-nya yang ikonis.

Jika tujuan Anda datang ke restoran untuk mengenyangkan isi perut dengan harga yang sepadan, mungkin Cafe Kitsune bukan tempatnya. Namun, Cafe Kitsune boleh dilirik sebagai tempat hang-out atau sekadar bersantai sambil menikmati hidangan kecil.

Hotspot November 2020 Cafe KitsuneHotspot November 2020 Cafe Kitsune Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
(dtg/dtg)