Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Moluccas Room, Resto Indonesia Gaya Prancis di Singapura

wolipop
Jumat, 23 Sep 2011 09:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Moluccas Room
Jakarta - Makanan Indonesia disajikan dengan gaya Eropa? Mungkin sesuatu yang terbilang sangat jarang diterapkan di restoran manapun. Tapi jika Anda berkunjung ke Marina Bay Sands, Singapura, di sana ada resto fine-dining yang menyajikan beraneka kuliner otentik Nusantara dengan teknik memasak ala Prancis.

The Moluccas Room, adalah nama restoran tersebut. Diprakarsai oleh seorang chef berdarah Sunda-Amerika, Alicia Tivey, resto yang berlokasi di depan The Shoppes at Marina Bay Sands ini menghadirkan puluhan menu khas dari 33 propinsi di Indonesia.

Memasuki The Moluccas Room, Anda akan disuguhi interior dengan perpaduan warna krem-putih-coklat bergaya modern. Terdapat sentuhan etnik pada tiang-tiangnya, berupa ukiran bergambar motif batik Cirebonan, Mega Mendung. Kombinasi gaya etnik dan modern ini menghadirkan suasana kontemporer yang kental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa set meja-meja panjang dan kursi, lengkap dengan peralatan makan yang tersusun rapi siap menyambut para tamu yang datang. Lokasinya yang dekat dengan area selatan Marina Bay Sands, memungkinkan Anda menikmati makanan sambil melihat pemandangan gedung-gedung ikonik seperti ArtScience Museum dan Avalon, klub terbesar di Singapura dengan arsitektur futuristik yang mengagumkan.

Kembali soal resto, mungkin membuat Anda bertanya-tanya, kenapa dinamakan The Moluccas Room? Dalam bahasa Inggris, Moluccas berarti Maluku. Salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan produksi rempahnya yang melimpah. Sebut saja buah pala, cengkeh, bunga pala, dan sebagainya. Mengambil latar belakang itu, diharapkan bisa mewakili konsep The Moluccas Room yang menyajikan masakan Indonesia, yang memang kaya bumbu dan rempah.

"Lewat The Moluccas Room, kami ingin menjadi restoran yang pertama kali mendefinisikan kuliner Indonesia. Kami ingin menempatkan makanan Indonesia seperti kuliner Prancis dengan memfokuskan pada penggunaan bahan-bahan premium dan teknik memasak gaya barat yang akan memberi rasa terbaik pada masakan kami," tutur Alicia Tivey, executive chef The Moluccas Room.

Anda mungkin bertanya-tanya, menu apa saja yang dihadirkan di resto ini? Salah satu unggulannya adalah lima varian sate, mulai dari Sate Madura, Sate Padang, juga Sate Angus (sejenis sapi besar). Berbeda dengan gaya Indonesia yang menyajikan 10-15 tusuk per porsi lengkap dengan lontong atau nasi, sate di The Moluccas Room disajikan sebagai hidangan pembuka berjumlah lima tusuk dengan cocolan saus kecap atau kacang. Saat diundang ke sana, Wolipop mencicipi Sate Angus yang dagingnya sangat empuk dan juicy.

Berlanjut ke appetizer lainnya, adalah Udang Blado Padang. Memang bumbunya tidak sekuat dan sepedas balado asli Padang, namun tetap ada citarasa balado yang otentik. Udang sengaja dipilih yang masih sangat segar sehingga ketika dimakan, terasa kenyal sekaligus 'renyah'. Udang ini disajikan dengan terung ungu dengan rasa agak manis.

Kami juga sempat mencoba Loempia Sayoer Java, yaitu lumpia basah berisi rebung, tahu dan wortel dengan saus asam manis. Untuk menu utama, Chef Alicia menyajikan Angus Steak Rendang dan Ikan Bakar Jimbaran. Rendang disajikan bersama tumisan buncis renyah dan disiram bumbu. Lagi-lagi, daging yang dimakan terasa sangat juicy di mulut. Terasa seperti memakan steak namun memakai saus rendang. Untuk ikan, dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap lembut.

Sebagai pencuci mulut, kami mencicipi Pisang Saleh Coconut Milk Sorbet, yaitu potongan pisang yang dipanggang, disajikan dengan sorbet santan. Secara keseluruhan, rasa makanan di The Moluccas Room cukup otentik Indonesia. Hanya saja, terasa seperti belum terlalu berani bermain bumbu, khususnya untuk masakan khas Padang. Mungkin karena resto ini ingin bisa diterima semua pencinta kuliner dari berbagai negara.

Sebagai resto fine-dining dengan bahan-bahan premium, harga yang ditawarkan memang lebih mahal jika dibandingkan dengan makanan khas di Indonesia. Untuk menu pembuka, dihargai mulai dari SGD 22 atau Rp 154 ribuan. Menu utama mulai dari SGD 28 (Rp 196 ribu) dan dessert SGD 17 atau Rp 119 ribu.

Jika Anda sedang bertandang ke Negeri Singa dan rindu masakan Indonesia, resto yang satu ini rasanya patut jadi destinasi wisata kuliner Anda.

(hst/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads