Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pernikahan Tertunda Karena Anggota Keluarga, Bagaimana Menanggapinya?

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 22 Okt 2015 14:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Saya gadis 25 tahun. Saya memiliki pasangan yang 2,5 tahun lebih muda dari saya. Tapi, pemikiran dan cara pandang dia sudah jauh melebihi orang seusianya. Saya dan dia sudah mencapai pada tingkat serius menjalani hubungan sampai pernikahan. Dan dia juga punya rencana untuk bisa segera menikah. Namun, rencana kami ditunda sampai dua tahun kedepan oleh kakak perempuan pasangan saya. Bukannya saya tidak setuju atas alasan dia untuk memajukan karier adik laki-lakinya terlebih dahulu sebelum memutuskan menikah. Saya pun mendukung. Hanya saja kalau bisa lebih cepat mengapa tidak? Bagaimana memberi pengertian kepada kakak perempuannya?

Asih, 25 Tahun

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Asih,
Pasanganmu tentunya lebih memahami kakaknya sendiri dibandingkan kamu memahami kakaknya. Ajaklah pasangamu untuk memberikan pengertian kepada kakaknya. Cobalah kalian jabarkan hal-hal positif jika kalian cepat menikah, dan minta kakak pasanganmu untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan menjabarkan hal-hal negatif jika kalian cepat menikah.

Setelah membahas itu semua, barulah ambil keputusan kapan akan menikah. Menikah merupakan keputusan yang sangat besar, tentunya dibututuhkan pertimbangan yang besar pula, dan pertimbangan tersebut tidak hanya pertimbangan dari perasaan kalian saja, tetapi juga logika.

Keinginan untuk menikah harus diimbangi dengan kemampuan menjalankannya. Menikah butuh persiapan yang matang, yaitu fisik, mental dan juga finansial. menikah berarti memiliki pengeluaran keluarga sendiri, mulai dari pengeluaran bulanan untuk rumah, kebutuhan anak, kesehatan dan pendidikan anak, dsb. Disamping itu juga harus mengurus rumah tangga dan mengurus anak.

Bicarakan hal ini dengan calon suami kamu, bagaimana kesiapan kalian berdua dalam memenuhi semua hal tersebut (seperti mengenai pendapatan dan pengeluaran keluarga kecil kalian nantinya) dan apa yang menjadi impian kalian masing-masing untuk masa depan kalian sendiri (seperti dalam hal karir) dan juga bagaimana impian kalian akan keluarga yang akan kalian bangun. Bersikaplah jujur dan obyektif dalam menilai kesiapan kalian. Bila memang sudah siap dan mampu memenuhi tanggung jawab tersebut maka bicarakanlah dengan calon kakak ipar. Putuskanlah mana yang lebih baik apakah berbicara berdua dengan calon kakak ipar atau lebih baik pasangan kamu yang bicara dengan kakaknya sendiri. Salam hangat Asih.



(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads