Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Suami Dua Kali Selingkuh dan Ngaku Menyesal, Mungkinkah Mengulangi Lagi?

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 29 Jun 2015 09:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Saat ini saya menikah sudah tiga tahun. Di satu tahun awal pernikahan kami, kami sangat susah menyatukan pikiran sampai akhirnya kami bertengkar hebat dan selama dua minggu kami tidak saling bertemu dan bersapa. Dan ternyata selama dua minggu masa kami bertengkar dia menjalin hubungan dengan teman satu kantornya hingga melakukan hal-hal yang terlalu jauh. Saya tahu dari pengakuan dia sendiri. Dia minta maaf karena khilaf dan benar-benar tobat.Saya pun memaafkan.

Dia begitu baik sampai kita akan memasuki tiga tahun pernikahan. Saat itu saya dan dia benar-benar sibuk bekerja ditambah setiap weekend dia kuliah. Kita sering sekali bertengkar mulai hal kecil sampai hal yang agak besar. Puncaknya adalah kita bertengkar sampai dia tidak pulang dua hari. Singkat cerita saya baru tahu kalau saya hamil dua bulan. Dan kita masih dalam kondisi bertengkar saat mengetahui kabar baik ini.

Namun bukannya memperbaiki keadaan dia makin menjadi-jadi. Dia benar-benar berubah. Dia tahu kita merantau cuma berdua di Jakarta tanpa ada seorangpun saudara dan dia sama sekali tidak memikirkan keselamatan saya di kota asing, hamil dan sendirian. Dia benar-benar bukan orang yang seperti itu. Sampai dua bulan kemudian tiba-tiba dia mengajak saya untuk bersatu kembali. Saat saya setuju untuk rujuk saya baru tahu kalau ternyata dia selingkuh dengan wanita lain, teman kuliahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang saya heran adalah dari dua kali dia selingkuh dia tidak pernah mengakui apa yang dilakukannya adalah sebuah perselingkuhan. Dia selalu bilang tidak selingkuh, tapi putus asa dengan saya sebagai istrinya sehingga ingin mencari pengganti saya. Tapi kini setelah rujuk dia mengaku mencintai saya. Kalau jawaban dia seperti ini adakah kemungkinan dia akan mengulang lagi kelakuannya? Terima Kasih.

Ranita, 27 Tahun

Jawab:

Dear Ranita,

Kalau berbicara tentang kemungkinan maka kemungkinan itu selalu ada. Namun demikian yang terpenting adalah bagaimana kalian mengevaluasi kembali kualitas hubungan kalian berdua selama ini. Bila memang kalian berdua masih hendak mempertahankan pernikahan yang kalian jalani dan tidak sekadar hanya mempertahankan melainkan juga untuk membina keluarga yang harmonis, menjadi pasangan yang baik untuk suami / istri dan menjadi orangtua yang baik untuk anak (menjadi role model / contoh teladan, mendidik dan membesarkan anak) maka kalian berdua harus mencari cara dan solusi untuk mewujudkannya.

Mulailah dengan memahami karakter dan kebutuhan satu sama lain, kemudian temukanlah cara yang cocok untuk kalian berdua dapat senantiasa membangun hubungan dan komunikasi yang hangat. Buatlah kesepakatan bersama mengenai hal-hal yang dapat dilakukan bersama untuk membangun hubungan dan komunikasi yang hangat.

Tetap pertimbangkan dan hargai kebutuhan masing-masing. Masing-masing perlu mengatur prioritas. Dedikasikanlah sebagian dari waktu Anda dengan penuh totalitas (hati, pikiran, tenaga) hadir sepenuhnya untuk pasangan suami/istri dan keluarga Anda. Salam hangat Ranita.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads