Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Menyadarkan Pria yang Selingkuh dengan Alasan Pernikahannya Tak Harmonis

wolipop
Rabu, 20 Mei 2015 11:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Dear Ibu Ratih, saya single parent dengan satu anak, saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang masih berstatus sebagai suami wanita lain. Pada awalnya dia cerita ke saya kalau pernikahannya memang sejak awal sudah tidak harmonis dan sudah pisah ranjang lama namun secara administratif masih belum terselesaikan. Pernikahan itu ada juga karena hasil kecelakaan (hamil di luar nikah).

Akhir-akhir ini wanita yang mengaku istrinya sering menelepon saya dengan menceritakan hubungan mereka sesuai versinya masing-masing. Wanita itu bilang suaminya tidak pernah menafkahinya dan bertanggung jawab atas putrinya.

Pertanyaan saya adalah:
 
1. Apakah bisa pria seperti itu berubah menjadi lebih bertanggungjawab kalau saya bantu dia?
2. Bagaimana cara saya membantunya untuk lebih bertanggung jawab atas keluarganya karena jujur saja saya punya pemikiran "bahwa setiap orang mendapatkan kesempatan baik?"

3. Apakah saya harus meninggalkan dia?
4. Adakah cara untuk menguji kualitasnya sebagai seorang pria yang tulus?
5. Apakah usahanya terhadap saya ada maksud tertentu?
 
Demikian cerita dari saya, mohon Ibu Ratih Ibrahim berkenan membantu saya. Atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.

Andini, 33 Tahun

Jawab:
 
Dear Andini,
 
Karakter-karakter kepribadian mendasar yang dimiliki oleh seseorang yang telah berusia dewasa biasanya cenderung menetap. Jikapun ada perubahan, perubahan tersebut biasanya akan mengarah pada perubahan perilaku, dan bukan sifat dasarnya. Namun demikian, seseorang tidak akan berubah perilakunya kecuali ia sendiri yang memiliki niatan dari dalam hatinya.
 
Saya setuju dengan kamu bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan yang baik. Akan tetapi, dalam kehidupan pernikahan, janganlah pernah berharap bahwa kamu akan dapat mengubah pasangan kamu, ia akan tetap suka selingkuh. Hal yang perlu dilakukan adalah saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan saling menunjukkan dukungan dalam situasi apapun.
 
Dalam kasus kamu, akan lebih bijak jika kamu memberikan kesempatan bagi teman dekat kamu untuk dapat menyelesaikan masalah keluarganya sendiri dengan pernikahan yang sebelumnya, tanpa campur tangan kamu. Di situlah kamu akan melihat bagaimana ia berperilaku dan memilih pilihan-pilihan sikapnya, sehingga kamu akan mendapatkan gambaran mengenai bagaimana kualitas pribadi teman dekat kamu yang sesungguhnya. Selama menjalani proses tersebut, kamu tetap dapat menjadi teman atau pendengar yang baik untuk teman dekat laki-laki kamu tersebut sambil tetap membuka hati untuk memperluas pergaulan sosial kamu.

Akan jauh lebih bijak untuk memulai sebuah hubungan baru setelah hubungan yang sebelumnya benar-benar sudah berakhir, sehingga kamu dan calon pasangan dapat memulai segalanya dari awal tanpa bayang-bayang masa lalu. Salam hangat Andini.

(Eny Kartikawati/Ferdy Thaeras)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads