Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pasangan Mengaku Tak Cinta Lagi Pasca 11 Tahun Menikah, Harus Bagaimana?

wolipop
Selasa, 28 Okt 2014 08:45 WIB
...
Dok. Thinkstock
Jakarta - Bu Ratih, saya sudah menikah selama hampir 11 tahun, dengan dikaruniai seorang putra dan putri. Pernikahan kami bisa dibilang cukup bahagia meskipun ada beberapa goncangan kecil seperti kesulitan tempat tinggal dan pekerjaan di awal-awal tahun pernikahan. Setelah lewat 5 tahun pernikahan, baru lah kehidupan kami bisa digambarkan sebagai kapal yang berlayar dengan tenang.

Dua bulan lalu, saya dan istri terlibat dalam satu argumen dimana perkataan saya agak sedikit kasar ke istri. Sempat terucap kata-kata bahwa saya tidak peduli lagi dengan keberadaannya karena terlanjur emosi. Sejak saat itu, istri bersikap begitu dingin dan setelah perdebatan berulang kali barulah dia mengakui bahwa selama hampir tiga tahun belakangan dia telah kehilangan rasa ke saya dan mencoba menjalani hubungan dengan terpaksa.

Dua bulan ini rumah tangga saya merasa tersiksa dengan keadaan ini dan mencoba untuk bersabar untuk menghadapi segala sesuatunya. Akan tetapi saya juga berharap situasi ini segera cair dan kehidupan keluarga kami kembali hangat. Apakah ada penjelasan ilmiah mengenai kondisi istri saya ini? Apakah yang sebaiknya saya lakukan selain bersabar? Untuk infomasi tambahan, istri sekarang sangat tertutup mengenai dunia pergaulannya dan hampir tidak mau berkomunikasi lagi dengan saya kalau tidak terpaksa. Terima kasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfiandi, (35 Tahun)

Jawab:

Dear Alfiandi, sepertinya pasangan sudah memendam banyak perasaannya dan tidak terselesaikan sehingga menimbulkan dampak yang besar pada hubungan kalian saat ini. Mungkin saja selama ini pasangan tidak mampu membicarakan apa saja yang ia rasakan kepadamu. Apakah kamu sudah mencoba mengajak bicara istri kamu secara baik-baik dan terbuka mengenai masalah dalam hubungan kalian? Jika belum, ajak istri untuk membicarakan masalah dalam hubungan kalian secara baik-baik dan terbuka.

Dengarkan apa yang ia sebenarnya rasakan dan butuhkan dan akui kesalahan yang kamu lakukan dengan jujur dan tulus. Bentuk komunikasi yang baik dengan tidak menggunakan emosi dan yang pasti jauhkan masalah ini dari anak-anak. Cari penyelesaian atau jalan tengah yang terbaik bagi kedua belah pihak dengan kepala dingin, untuk kesejahteraan keluarga dan anak-anakmu. Jika kamu merasa kesulitan, kamu dapat meminta bantuan dan dukungan dari para ahli seperti psikolog atau konselor pernikahan. Demikian semoga dapat membantu, salam hangat Alfiandi.

(eny/aln)
...
Hide Ads