Ketika Hubungan Tak Direstui Orangtua Pasangan, Ini yang Harus Dilakukan
wolipop
Senin, 27 Okt 2014 08:30 WIB
Jakarta
-
Baru dua hari ini saya dan pacar saya sepakat putus. Sebelumnya kami tak ada masalah. Hubungan kami baik-baik saja dan banyak impian yang kami rancang kalau kami menikah. Memang kami berencana menikah tahun ini. Namun permasalahannya adalah orangtua tak setuju hubungan kami.
Pernah sekali saya diberitahu pacar saya kalau orangtuanya mengganggap saya miskin dan morotin uangnya dia (pacar saya). Padahal waktu itu saya sudah bekerja dan memang saya bergaya sederhana. Selanjutnya banyak tekanan orangtua dan keluarga pada pacar saya. Dan malah berlanjut pada masalah beda keyakinan kami. Sehingga kami pun harus mencari cara agar kami bisa bertemu.
Ada keinginan saya untuk menjelaskan pada orangtua pacar saya ini namun tidak diperkenankan. Malah, kata pacar saya, jika saya berani masuk rumahnya maka saya dilukai. Akhirnya saya pun membatalkannya. Berlanjut hingga tahun ke dua dan ketiga. Tekanan itu ada dan tiba-tiba juga hilang. Namun kami selalu menghindar mencari cara agar pacaran kami bisa berlanjut. Apalagi pacar mengeluh stres dan bosan akan tekanan itu yang membuat saya harus mencari cara mengobatinya.
Sayangnya untuk kali ini dia merasa tekanan itu cukup besar. Saya tak bisa mengorek banyak informasi dari dia. Sebab pertanyaan saya selalu dijawab dengan airmata. Dan keputusan yang mendadak adalah hubungan kami harus berakhir secara baik-baik. Saat ini saya masih bertanya apa tekanan yang dia hadapi? Ibu apakah saya masih dimungkinkan untuk meminta menanyakan tekanan yang dia hadapi? Mungkinkah jika nekat saya ingin bertemu orangtua pacarnya bisa dimaklumi? Terimakasih.
Prast, (32 Tahun)
Jawab:
Dear Prast, kemungkinan apa yang pasanganmu rasakan adalah merasa bingung bagaimana menjembatani antara kamu dan keluarganya. Di satu sisi pasangan menyayangi kamu namun juga menyayangi keluarganya dan menghargai pendapat mereka. Tiap sisi merupakan bagian penting darinya sehingga menimbulkan tekanan pada pasangan untuk menyatukan kedua sisi yang ia sayangi.
Coba pikirkan kembali, apa yang selama ini sudah kamu usahakan untuk meyakinkan pasangan dan keluarganya tentang dirimu? Tunjukan bahwa kamu adalah sosok yang sesuai untuk bersama dengan pasanganmu. Jika memang kamu menyayangi pasangan dan mau mengusahakan yang terbaik dari dirimu, maka lakukan apa yang dapat kamu lakukan. Jika memang kamu merasa perlu dan siap untuk berbicara dengan keluarga pasangan untuk menyelesaikan masalah kamu maka tidak ada salahnya untuk mencoba.
Tunjukkan itikad baik dan ketulusanmu terhadap pasangan saat bertemu dengan orangtuanya. Namun kamu juga harus menyiapkan diri dengan reaksi dan respon yang akan kamu dapatkan, baik positif maupun negatif. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting kamu sudah mengusahakan yang terbaik dari dirimu sehingga tidak ada penyesalan kelak. Semoga saran ini dapat membantu dan salam hangat Prast.
(eny/aln)
Pernah sekali saya diberitahu pacar saya kalau orangtuanya mengganggap saya miskin dan morotin uangnya dia (pacar saya). Padahal waktu itu saya sudah bekerja dan memang saya bergaya sederhana. Selanjutnya banyak tekanan orangtua dan keluarga pada pacar saya. Dan malah berlanjut pada masalah beda keyakinan kami. Sehingga kami pun harus mencari cara agar kami bisa bertemu.
Ada keinginan saya untuk menjelaskan pada orangtua pacar saya ini namun tidak diperkenankan. Malah, kata pacar saya, jika saya berani masuk rumahnya maka saya dilukai. Akhirnya saya pun membatalkannya. Berlanjut hingga tahun ke dua dan ketiga. Tekanan itu ada dan tiba-tiba juga hilang. Namun kami selalu menghindar mencari cara agar pacaran kami bisa berlanjut. Apalagi pacar mengeluh stres dan bosan akan tekanan itu yang membuat saya harus mencari cara mengobatinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prast, (32 Tahun)
Jawab:
Dear Prast, kemungkinan apa yang pasanganmu rasakan adalah merasa bingung bagaimana menjembatani antara kamu dan keluarganya. Di satu sisi pasangan menyayangi kamu namun juga menyayangi keluarganya dan menghargai pendapat mereka. Tiap sisi merupakan bagian penting darinya sehingga menimbulkan tekanan pada pasangan untuk menyatukan kedua sisi yang ia sayangi.
Coba pikirkan kembali, apa yang selama ini sudah kamu usahakan untuk meyakinkan pasangan dan keluarganya tentang dirimu? Tunjukan bahwa kamu adalah sosok yang sesuai untuk bersama dengan pasanganmu. Jika memang kamu menyayangi pasangan dan mau mengusahakan yang terbaik dari dirimu, maka lakukan apa yang dapat kamu lakukan. Jika memang kamu merasa perlu dan siap untuk berbicara dengan keluarga pasangan untuk menyelesaikan masalah kamu maka tidak ada salahnya untuk mencoba.
Tunjukkan itikad baik dan ketulusanmu terhadap pasangan saat bertemu dengan orangtuanya. Namun kamu juga harus menyiapkan diri dengan reaksi dan respon yang akan kamu dapatkan, baik positif maupun negatif. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting kamu sudah mengusahakan yang terbaik dari dirimu sehingga tidak ada penyesalan kelak. Semoga saran ini dapat membantu dan salam hangat Prast.
(eny/aln)











































