Galau Menikah Karena Bertemu Wanita Idaman Lain, Harus Bagaimana?
wolipop
Rabu, 17 Sep 2014 09:42 WIB
Jakarta
-
Selamat malam Bu Ratih, sudah setahun ini saya sibuk mempersiapkan pernikahan dg kekasih yg sudah saya pacari selama 6 tahun. Kedua keluarga sudah setuju dan persiapan pernikahan sudah 90%. Kami saling mencintai, menyayangi dan komitmen saling setia selama berpacaran. Setiap hari kami membicarakan persiapan pernikahan dengan antusias hingga tidak ada topik yang lain lagi.
Suatu hari saya bertemu seorang gadis (anak baru di kantor) yang 8 tahun lebih muda. Awalnya, saya menganggap dia seperti adik dan sering mengajaknya jalan karena teringat dengan adik saya yang kuliah di Beijing. Beberapa kali jalan, dia mulai memberikan perhatian yang lebih hingga merasa dia lebih perhatian dibandingkan kekasih saya yang sudah setahun ini LDR. Kerap kali dia manja, menyuapi saya, membawakan tas saya dll. Awal-awal saya berpikir itu hanya sebagai hubungan selayaknya kakak adik, hingga dia menyatakan cinta dan saya pun merasa nyaman di dekatnya. Dia mengetahui persiapan pernikahan saya dengan kekasih dan sebenarnya dia juga sudah memiliki kekasih, namun tidak keberatan untuk itu. Tidak seperti kekasih saya, gadis itu bahkan rela saya duakan. Ini membuat saya merasa dia lebih tulus dari kekasih saya yang selalu mengharapkan untuk saling setia.
Saya menjadi ragu dengan pernikahan saya, di satu sisi saya sudah memiliki calon istri akan tetapi di sisi lain saya bertemu dengan gadis lain yg membuat saya lebih nyaman karena kebebasan. Calon istri saya adalah wanita yang baik dan sangat mencintai saya. Dia sudah berperan selayaknya istri dan setia mensupport saya di masa-masa tersulit saya selama 6 tahun. Apa yang harus saya lakukan?
Steven, 34 Tahun
Jawab:
Steven yang sedang bingung,
Sebenarnya saya merasa lucu dengan pertanyaan kamu. Di satu sisi, kamu mengatakan ingin menikah, bahkan persiapan telah mencapai 90%. Di sisi lain, kamu mengatakan kamu nyaman dengan gadis itu karena kebebasan. Jujurlah dengan diri kamu sendiri, apa tujuan kamu menikah? Mengapa kamu ingin menikah? Berapa kali kamu ingin menikah dalam hidup kamu? Jika jawabannya kamu ingin menikah untuk membangun keluarga yang harmonis, rukun, dan memiliki anak, serta menikah sekali seumur hidup, tentu seharusnya kamu tahu bahwa di dalam pernikahan semacam itu memang harus ada kesetiaan dan komitmen bersama. Bukan kebebasan.
Jika kamu masih ingin bebas maka artinya kamu belum siap menikah dan memang sebaiknya rencana pernikahan kamu diundur atau bahkan dibatalkan. Hanya saja sebelum kamu membatalkan pernikahan kamu dengan calon istri kamu, kamu harus benar-benar berpikir dengan matang agar tidak menyesal, sungguhkah perempuan muda itu adalah calon pasangan hidup yang kamu impikan? Jika dia bersedia untuk kamu duakan dan dia sendiri menduakan pasangannya, bukan tidak mungkin, kelak dia juga akan mengkhianati kamu. Pada saat itu terjadi, saya rasa kamu tidak berhak menyalahkan dia karena dia telah memberikan kamu kebebasan yang artinya kamu pun juga harus memberikan dia kebebasan.
Sungguhkah itu yang kamu inginkan? Silahkan kamu renungkan pertanyaan saya dan kamu jawab sendiri di dalam hati kamu. Saya berdoa semoga kamu dapat menemukan jawaban yang terbaik untuk kebahagiaan kamu dan tidak akan kamu sesali di kemudian hari.
(hst/hst)
Suatu hari saya bertemu seorang gadis (anak baru di kantor) yang 8 tahun lebih muda. Awalnya, saya menganggap dia seperti adik dan sering mengajaknya jalan karena teringat dengan adik saya yang kuliah di Beijing. Beberapa kali jalan, dia mulai memberikan perhatian yang lebih hingga merasa dia lebih perhatian dibandingkan kekasih saya yang sudah setahun ini LDR. Kerap kali dia manja, menyuapi saya, membawakan tas saya dll. Awal-awal saya berpikir itu hanya sebagai hubungan selayaknya kakak adik, hingga dia menyatakan cinta dan saya pun merasa nyaman di dekatnya. Dia mengetahui persiapan pernikahan saya dengan kekasih dan sebenarnya dia juga sudah memiliki kekasih, namun tidak keberatan untuk itu. Tidak seperti kekasih saya, gadis itu bahkan rela saya duakan. Ini membuat saya merasa dia lebih tulus dari kekasih saya yang selalu mengharapkan untuk saling setia.
Saya menjadi ragu dengan pernikahan saya, di satu sisi saya sudah memiliki calon istri akan tetapi di sisi lain saya bertemu dengan gadis lain yg membuat saya lebih nyaman karena kebebasan. Calon istri saya adalah wanita yang baik dan sangat mencintai saya. Dia sudah berperan selayaknya istri dan setia mensupport saya di masa-masa tersulit saya selama 6 tahun. Apa yang harus saya lakukan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawab:
Steven yang sedang bingung,
Sebenarnya saya merasa lucu dengan pertanyaan kamu. Di satu sisi, kamu mengatakan ingin menikah, bahkan persiapan telah mencapai 90%. Di sisi lain, kamu mengatakan kamu nyaman dengan gadis itu karena kebebasan. Jujurlah dengan diri kamu sendiri, apa tujuan kamu menikah? Mengapa kamu ingin menikah? Berapa kali kamu ingin menikah dalam hidup kamu? Jika jawabannya kamu ingin menikah untuk membangun keluarga yang harmonis, rukun, dan memiliki anak, serta menikah sekali seumur hidup, tentu seharusnya kamu tahu bahwa di dalam pernikahan semacam itu memang harus ada kesetiaan dan komitmen bersama. Bukan kebebasan.
Jika kamu masih ingin bebas maka artinya kamu belum siap menikah dan memang sebaiknya rencana pernikahan kamu diundur atau bahkan dibatalkan. Hanya saja sebelum kamu membatalkan pernikahan kamu dengan calon istri kamu, kamu harus benar-benar berpikir dengan matang agar tidak menyesal, sungguhkah perempuan muda itu adalah calon pasangan hidup yang kamu impikan? Jika dia bersedia untuk kamu duakan dan dia sendiri menduakan pasangannya, bukan tidak mungkin, kelak dia juga akan mengkhianati kamu. Pada saat itu terjadi, saya rasa kamu tidak berhak menyalahkan dia karena dia telah memberikan kamu kebebasan yang artinya kamu pun juga harus memberikan dia kebebasan.
Sungguhkah itu yang kamu inginkan? Silahkan kamu renungkan pertanyaan saya dan kamu jawab sendiri di dalam hati kamu. Saya berdoa semoga kamu dapat menemukan jawaban yang terbaik untuk kebahagiaan kamu dan tidak akan kamu sesali di kemudian hari.
(hst/hst)










































