Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Bagaimana Menghadapi Orangtua yang Menuntut untuk Segera Menikah?

wolipop
Rabu, 27 Agu 2014 10:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Saya saat ini sudah berusia 29 tahun dan masih jomblo. Saya sebelumnya menjalani hubungan dengan pria beda keyakinan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya putus. Setelah putus dari mantan, saya belum juga menemukan kekasih yang cocok. Di sisi lain orangtua sudah menuntut saya segera menikah.

Saya sendiri sebenarnya masih cukup nyaman menjadi single dan ingin terus mengeksplorasi diri dengan travelling atau melakukan kegiatan positif lainnya. Namun sekarang saya merasa terbebani dengan tuntutan orangtua yang meminta saya segera menikah karena mengingat umur saya sudah hampir 30 tahun.

Ibu Ratih, bagaimana menghadapi orangtua yang menuntut untuk segera menikah ini sementara saya belum merasa cocok dengan pria yang mendekati? Apakah memang wanita sebaiknya menikah sebelum usia 30?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Windi, 29 Tahun

Jawab:

Dear Windi,

Keputusan untuk menikah adalah sebuah keputusan yang besar karena menyangkut masa depan. Untuk itu masa depan harus direncanakan dengan matang. Tentunya tidak ada yang mau menikah hanya seumur jagung (sebentar) atau menikah namun menderita karena memutuskan dengan tergesa-gesa atau karena terpaksa. Berbicara tentang membuat keputusan berarti berbicara tentang pilihan untuk berkomitmen. Hal ini harus didasari oleh pertimbangan yang matang. Apa saja itu? (1) kesiapan mental diri sendiri; (2) kecocokan dan keyakinan terhadap pasangan yang dipilih; (3)adanya komitmen dan kesepakatan bersama mengenai kehidupan pernikahan yang diinginkan, termasuk kesepakatan dalam mengasuh anak dan urusan finansial keluarga; (4) dan tentunya harus didasari rasa senang, ketulusan/kesungguhan hati atas keputusan yang diambil, bukan karena paksaan, tuntutan, ataupun kejar target usia.

Cari waktu yang tepat untuk memberikan penjelasan secara logis pada orangtua mengenai pertimbangan-pertimbangan kamu. Tujuannya adalah untuk membantu orangtua lebih memahami diri kamu dan kamu membuka diri terhadap opini / masukan orangtua. Dengan demikian dapat terjadi komunikasi dua arah dan harapannya akan terbentuk saling pengertian. Semoga bermanfaat dan salam hangat Windi.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads