Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Agar Direstui Ortu Saat Ingin Menikah dengan Pria yang Masih Saudara Jauh

wolipop
Selasa, 22 Jul 2014 15:16 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Hai Mbak Ratih. Saya sekarang berusia 26 tahun. Saya dipertemukan dengan seorang pria seusia saya juga. Saat ini kami baru berpacaran beberapa bulan. Namun kendalanya di suku kami. Dari sisi silsilah keluarga, si pria ini seharusnya menjadi paman saya. Tapi sebenarnya bukan kandung, dan kekerabatannya masih jauh. Sebenarnya ada beberapa yang pro dengan percintaan seperti ini.

Namun seperti orangtua saya yang memegang teguh adat, mereka tidak memperbolehkan. Dan juga orangtua saya kelihatannya mempertimbangkan beberapa hal untuk memberikan restu. Orangtua saya pilih-pilih dan ambisius. Saya dan pacar berniat serius mengingat usia kami yang sudah dewasa. Mohon sarannya, apa yang harus kami lakukan agar mendapat restu?

(Rasti, 26 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Dear Rasti,

Pada dasarnya orangtua berusaha memberikan yang terbaik untuk anak mereka dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang mereka pegang. Untuk dapat memahami alasan orangtua tidak memberikan restu terhadap pilihan kamu maka kamu perlu mendengarkan penjelasan mereka dengan seksama.

Tempatkan diri pada sudut pandang mereka dalam melihat kasus kamu. Dengan mengetahui latar belakang pikiran dan keyakinan orangtua maka kamu akan tahu bagaimana kamu harus bersikap. Seimbangkan antara perasaan dengan pikiran yang objektif karena mungkin saja ada kebenaran dalam alasan yang dikemukakan oleh orangtua kamu.

Apapun pilihan kamu, pastikan bahwa keputusan yang kamu buat sudah dipertimbangkan secara matang baik oleh hati maupun pikiran, karena pernikahan adalah hal yang serius dan turut mempengaruhi masa depan kamu. Bicarakan baik-baik dengan pasangan mengenai alasan keberatan orangtua dan temukan solusi bersama. Baik juga untuk kalian terlebih dahulu saling menjajaki satu sama lain lebih dalam lagi sebelum benar-benar mengambil keputusan. Pastikan keputusan untuk menikah bukan semata-mata dikarenakan oleh faktor mengejar usia melainkan oleh dasar kesiapan mental, siap bertanggung jawab dan menanggung konsekuensi atas pilihan yang dibuat. Salam hangat Rasti.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads