Diminta Tunda Pernikahan karena Ibu Takut Berjauhan
Ratih Ibrahim - wolipop
Senin, 17 Des 2012 14:21 WIB
Jakarta
-
Dear Widya,
Nampaknya ibu Anda sedang sentimental karena sebentar lagi akan ditinggalkan oleh Anda. Peristiwa ini biasanya disebut sebagai 'empty nest', yaitu masa dimana anak-anak meninggalkan rumah orangtua karena telah menikah. Pada saat menghadapi peristiwa tersebut, biasanya orangtua akan merasa lebih sentimental dan sedih. Mereka merasa sendirian dan kesepian karena ditinggalkan oleh anak-anak.
Untuk memudahkan keadaan ini bagi ibu Anda, Anda perlu membuatnya merasa nyaman. Berilah penguatan bagi ibu bahwa Anda akan selalu merindukannya dan akan senantiasa menjaga hubungan dengan Anda. Yakinkan beliau bahwa Anda tidak akan melupakannya meskipun kelak akan berjauhan. Selain itu, luangkanlah waktu sebanyak-banyaknya dengan ibu Anda sebelum Anda menikah. Misalnya dengan mengobrol atau beraktivitas bersama secara berkualitas. Libatkan juga ibu dalam proses persiapan pernikahan Anda. Dengan begitu, ibu akan merasa lebih tenang dan lebih siap melepas Anda.
(eny/eny)
Dear Mba Ratih, saya dan pasangan berencana menikah awal tahun depan. Semua sudah dibicarakan dengan keluarga. Rencananya setelah menikah, saya akan ikut bersama suami tinggal di luar kota. Awalnya ibu saya sudah ikhlas melepas saya jauh dari ibu. Namun belakangan, ibu mulai gelisah jika saya harus jauh dari beliau sehingga beliau meminta saya menunda dulu pernikahan sampai ibu siap melepas saya jauh darinya. Mohon masukannya mba, apa yang harus saya lakukan? Terima kasih.
(Widya, 26 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nampaknya ibu Anda sedang sentimental karena sebentar lagi akan ditinggalkan oleh Anda. Peristiwa ini biasanya disebut sebagai 'empty nest', yaitu masa dimana anak-anak meninggalkan rumah orangtua karena telah menikah. Pada saat menghadapi peristiwa tersebut, biasanya orangtua akan merasa lebih sentimental dan sedih. Mereka merasa sendirian dan kesepian karena ditinggalkan oleh anak-anak.
Untuk memudahkan keadaan ini bagi ibu Anda, Anda perlu membuatnya merasa nyaman. Berilah penguatan bagi ibu bahwa Anda akan selalu merindukannya dan akan senantiasa menjaga hubungan dengan Anda. Yakinkan beliau bahwa Anda tidak akan melupakannya meskipun kelak akan berjauhan. Selain itu, luangkanlah waktu sebanyak-banyaknya dengan ibu Anda sebelum Anda menikah. Misalnya dengan mengobrol atau beraktivitas bersama secara berkualitas. Libatkan juga ibu dalam proses persiapan pernikahan Anda. Dengan begitu, ibu akan merasa lebih tenang dan lebih siap melepas Anda.
(eny/eny)











































