Hati-hati, Ini yang Perlu Diperhatikan Para Ibu Saat Pakai Gendongan Bayi
Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 05 Des 2015 12:43 WIB
Jakarta
-
Hampir semua wanita yang baru melahirkan memiliki gendongan bayi baik membeli sendiri atau hadiah dari keluarga maupun kerabat dekat. Survei menunjukkan bahwa sling babies atau gendongan bayi model samping yang biasa dipakai untuk anak berusia 0 sampai 6 bulan bisa membuat bayi berhenti menangis. Tidak hanya itu, gendongan tersebut juga dimanfaatkan untuk memudahkan sang ibu saat membawa bayinya berpergian.
Sayangnya, beberapa ibu kurang hati-hati ketika menggunakannya karena bisa berisiko besar bila tidak tepat pemakaiannya. Menurut kelompok keamanan konsumen, Consumer Reports, setidaknya ada kasus 14 kematian yang berhubungan dengan gendongan bayi dalam 17 tahun terakhir ini. Puluhan bayi lainnya juga mengalami cedera karena kesalahaan penggunaan kain gendongan bayi. Oleh sebab itu, para ibu perhatikan empat hal ini sebelum menggunakan gendongan bayi:
1. Tidak digunakan untuk bayi berusia di bawah 4 bulan
Beberapa kisah menyedihkan datang dari ibu yang menyesal karena menggunakan gendongan bayi ketika anaknya masih berusia di bawah empat bulan. Seperti dialami oleh Lisa Cochran yang kehilangan putranya karena tercekik di dalam gendongan bayi.
Wanita yang berdomisili di Salem, Oregon, Amerika itu kehilangan putranya yang baru berusia tujuh hari karena salah menggunakan gendongan. Insiden tersebut terjadi pada 2010 ketika Lisa akan membawa anaknya turun dari mobil untuk pergi ke sebuah toko. Putranya mengalami sesak napas karena gendongan yang dipakai Lisa sehingga meninggal dalam keadaan lemas.
Menurut Consumer Product Safety Commission (CPSC), 12 dari 14 kematian bayi masih berusia di bawah empat bulan. "Dalam bulan pertama bayi tidak dapat mengontrol kepala mereka karena otot leher yang masih lemah. Kain gendongan dapat menekan hidung dan mulut bayi, menghalangi pernapasan, dan dengan cepat membuat bayi sulit bernapas selama satu atau dua menit," tulis pihak CSPS melalui situs resminya.
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Tidak hanya itu, pihak CSPS juga mengatakan bahwa gendongan bayi bisa membuat anak meringkuk sehingga dagu menekuk ke arah dada sehingga bisa membatasi pemasukan oksigen. Mayo Clinic turut mengimbau kepada para ibu agar lebih aman menggunakan gendongan bayi ketika si kecil sudah berusia lebih dari empat bulan.
2. Bentuk gendongan tidak terlalu rendah
Pastikan ketika dipakai, bayi tidak meringkuk terlalu rendah di depan perut Anda. Ketika mencoba gendongan bayi, bawa si kecil dan pastikan Anda tetap bisa mencium kepalanya agar posisi tidak terlalu rendah. Bila Anda membiarkan posisi bayi terlalu rendah hingga perut bisa berisiko mengganggu pernapasan buah hati tercinta.
3. Perhatikan desainnya
Perhatikan desain gendongan bayi sebelum membelinya. Namun bila Anda mendapatkan hadiah dari teman atau kerabat dekat, coba cek bagian pengencang kain tersebut. Pastikan kaitan pengencangnya kuat dan tidak mudah lepas yang bisa berisiko bayi jatuh bila dibawa berjalan-jalan. Pola jahitan juga penting diperhatikan untuk memastikan bayi tetap aman.
4. Tidak membungkuk saat membawa bayi pakai gendongan
Jika sedang membawa bayi menggunakan gendongan, sebaiknya tidak melakukan posisi membungkuk seperti akan mengambil sesuatu yang jatuh di bawah kaki Anda. Hal ini bisa menyakiti si kecil. Risiko bayi jatuh dari gendongan karena Anda membungkuk juga lebih besar. Berdasarkan laporan yang diterima CPSC, terdapat puluhan bayi terluka mulai dari tergores, cedera kepala, memar, hingga patah tulang akibat jatuh dari gendongan. Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati demi keselamatan anak.
(aln/aln)
Sayangnya, beberapa ibu kurang hati-hati ketika menggunakannya karena bisa berisiko besar bila tidak tepat pemakaiannya. Menurut kelompok keamanan konsumen, Consumer Reports, setidaknya ada kasus 14 kematian yang berhubungan dengan gendongan bayi dalam 17 tahun terakhir ini. Puluhan bayi lainnya juga mengalami cedera karena kesalahaan penggunaan kain gendongan bayi. Oleh sebab itu, para ibu perhatikan empat hal ini sebelum menggunakan gendongan bayi:
1. Tidak digunakan untuk bayi berusia di bawah 4 bulan
Beberapa kisah menyedihkan datang dari ibu yang menyesal karena menggunakan gendongan bayi ketika anaknya masih berusia di bawah empat bulan. Seperti dialami oleh Lisa Cochran yang kehilangan putranya karena tercekik di dalam gendongan bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Consumer Product Safety Commission (CPSC), 12 dari 14 kematian bayi masih berusia di bawah empat bulan. "Dalam bulan pertama bayi tidak dapat mengontrol kepala mereka karena otot leher yang masih lemah. Kain gendongan dapat menekan hidung dan mulut bayi, menghalangi pernapasan, dan dengan cepat membuat bayi sulit bernapas selama satu atau dua menit," tulis pihak CSPS melalui situs resminya.
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Tidak hanya itu, pihak CSPS juga mengatakan bahwa gendongan bayi bisa membuat anak meringkuk sehingga dagu menekuk ke arah dada sehingga bisa membatasi pemasukan oksigen. Mayo Clinic turut mengimbau kepada para ibu agar lebih aman menggunakan gendongan bayi ketika si kecil sudah berusia lebih dari empat bulan.
2. Bentuk gendongan tidak terlalu rendah
Pastikan ketika dipakai, bayi tidak meringkuk terlalu rendah di depan perut Anda. Ketika mencoba gendongan bayi, bawa si kecil dan pastikan Anda tetap bisa mencium kepalanya agar posisi tidak terlalu rendah. Bila Anda membiarkan posisi bayi terlalu rendah hingga perut bisa berisiko mengganggu pernapasan buah hati tercinta.
3. Perhatikan desainnya
Perhatikan desain gendongan bayi sebelum membelinya. Namun bila Anda mendapatkan hadiah dari teman atau kerabat dekat, coba cek bagian pengencang kain tersebut. Pastikan kaitan pengencangnya kuat dan tidak mudah lepas yang bisa berisiko bayi jatuh bila dibawa berjalan-jalan. Pola jahitan juga penting diperhatikan untuk memastikan bayi tetap aman.
4. Tidak membungkuk saat membawa bayi pakai gendongan
Jika sedang membawa bayi menggunakan gendongan, sebaiknya tidak melakukan posisi membungkuk seperti akan mengambil sesuatu yang jatuh di bawah kaki Anda. Hal ini bisa menyakiti si kecil. Risiko bayi jatuh dari gendongan karena Anda membungkuk juga lebih besar. Berdasarkan laporan yang diterima CPSC, terdapat puluhan bayi terluka mulai dari tergores, cedera kepala, memar, hingga patah tulang akibat jatuh dari gendongan. Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati demi keselamatan anak.
(aln/aln)
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Olahraga
Sepatu Basket dari Nike Ini Bikin Gerakan Makin Lincah & Stabil
Olahraga
Rahasia Workout Lebih Maksimal! Ini 2 Sepatu Nike yang Bikin Latihan Makin Nyaman & Powerful
Kesehatan
Kaki Capek Dipakai Aktivitas Seharian? Sekali Pakai Foot Massager Philips Ini, Kaki Langsung Ringan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Alasan Song Joong Ki & Song Hye Kyo Kembali Viral, Diduga Karena Hal Ini
2
Demi Moore Pamer Kaki Jenjang dengan Gaun High-Slit Ekstrem di Premiere Film
3
Baju Lebaran 2026
7 Mix and Match Hijab Lebaran 2026 Ini Bikin Tampilan Makin Stylish
4
8 Momen Artis Mudik Lebaran 2026, Bella Shofie Pakai Sheet Mask di Mobil
5
Pakai Gaun Ketat & High Heels 20 Cm, Kim Kardashian Tersandung di Party Oscar
MOST COMMENTED











































