Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Waktu Berjalan Cepat, Jangan Tunda Bilang I Love You Pada Ibu

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 13 Nov 2015 11:30 WIB
...
Foto: Agung/Wolipop
Jakarta -

Sebagai psikolog keluarga, Ratih Ibrahim rajin menekankan pentingnya ikatan yang baik antara ibu dan anak. Bahkan menurutnya, hubungan yang harmonis dengan mama adalah kunci kesehatan jiwa seseorang. Siapa sangka, jika Ratih pernah memiliki hubungan yang kurang hangat dengan ibunda. Namun hal itu berubah setelah sang mama terkena kanker saat ia masih kecil.

Diungkapkan Ratih bahwa ibunya adalah sosok yang hangat. Namun ketika masih kecil, ia lebih melihat ayahnya sebagai 'pahlawan' dan sang mama sebagai sosok yang cerewet. Sampai suatu saat ibu Ratih terkena kanker dan ia harus melihat segala fase pengobatannya. Wanita yang sudah 25 tahun menjalani profesinya itu pun tersadar akan cinta sang ibunda.

"Sampai ‎waktu saya kelas tiga SMP, sekolah saya bikin misa tribute untuk ibu. Di situ saya lihat semua cinta ibu ditampilkan. Ratih yang tomboy jadi nangis mulu. Saya sampai diledekin teman-teman," kata Ratih sambil terharu di briefing kampanye #PSILOVEMAMA di kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Setelah pulang sekolah Ratih yang sadar akan cinta ibunya selama ini, akhirnya mengutarakan rasa sayangnya kepada sang mama. Meski awalnya canggung, mereka berdua menjadi teman baik sejak itu. Namun walau sempat sembuh dari penyakit kankernya, saat ini ibu Ratih mengalami gegar otak yang membuatnya tidak seperti dahulu.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

"Dia bukan ibu saya yang d‎ulu kemarin, dia ada tapi berubah. Waktu berdetik sangat cepat. Waktu ibu kalian masih sehat memang harus dirayakan. Kapan lagi ada waktu bilang I love you," saran Ratih.

Hal serupa juga dialami oleh Shahnaz Haque. Mendiang ibu Shahnaz juga terkena kanker ovarium. Salah satu momen yang tidak dilupakan wanita 43 tahun tersebut adalah saat sang mama sering mengantarkannya sampai gerbang ketika ke luar ruang.

"Waktu itu dia jalannya susah tapi tetap antar sampai pagar. Katanya belum tentu besok bisa mengantar. Dan itu benar besoknya ibu saya sudah tidak ada. ‎Jadi sekarang setiap anak saya pergi, saya berusaha melakukan hal yang sama. Karena tidak tahu apa besok saya masih ada." ungkap wanita berhasil selamat dari penyakit kanker ovarium itu.

(ami/ami)
...
Hide Ads