Yuk, Kenalkan Sains Pada Anak dengan Cara yang Menyenangkan
Sains atau ilmu pasti memang jarang dipilih anak-anak Indonesia sebagai mata pelajaran favorit. Bahkan studi tersebut sering menjadi momok yang ditakuti dan dihindari karena sulit dipahami. Hal itu tentu sangat disayangkan mengingat pentingnya ilmu pasti dalam kemajuan sebuah negeri.
Meski begitu, para orangtua tak perlu putus asa dalam memperkenalkan sains pada buah hati mereka. Karena ilmu tersebut sebenarnya bisa dibuat menjadi menyenangkan sehingga dapat terserap dengan lebih mudah. Menurut Firly Savitri selaku founder Ilmuwan Muda Indonesia, ada banyak cara membuat generasi muda cinta dengan sains. Salah satunya adalah membiarkan mencoba mereka sendiri ilmu tersebut dibanding hanya belajar melalui teori.
"Karena sains itu memang harus dialami sendiri, berbeda dengan ilmu sosial. Misalnya anak-anak bisa diajak buat mainan sendiri dengan konsep sains. Atau bikin roket hanya dengan baking soda dan cuka," ungkap Firly di konferensi pers Lunar Dream Project Pocari Sweat di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Selain dengan mengadakan workshop di berbagai sekolah, Pocari Sweat juga akan 'meluncur' ke bulan. Rencananya, sebuah kapsul berisi bubuk minuman isotonik akan dikirim ke satelit bumi demi menginspirasi anak Indonesia lebih jauh lagi. proyek ini diklaim sebagai yang pertama kalinya dilakukan oleh merek minuman.
"Ini pertama kalinya private sector terbang ke bulan. Diawali dari Nasa yang menemukan molekul air di bulan yang artinta bukan tidak mungkin ada kehidupan di bulan. Perusahaan kami yang selalu melihat future menganggapnya sebagai opurtunity untuk menginspirasi anak-anak dengan cara menerbangkan time capsule Pocari Sweat," kata Daniel Pieter selaku Head of Marketing Pocari Sweat.
Sebagai penanggung jawab proyek, Nobu Okada membenarkan jika proyek ini memang tidak mudah namun bukan mustahil. Mengingat hal itu, kapsul 'impian' yang akan mendarat di satelit bumi tersebut sudah didesain dengan sangat teliti dan telah menghadapi berbagai tes kelayakan. Noba pun mengungkapkan salah satu kendala yang cukup menantang.
"Salah satu tantangan proyek ini adalah mempertahankan warna biru setelah (kapsul sampai di bulan). Karena jika kamu perhatikan dari dokumentasi di orbit tidak ada warna. Untuk itu, kami mengembangkan sebuah teknologi terbaru yang sudah lolos tes." tutur pria yang juga CEO dan founder dari Astrocale itu.
Saat ini pembuatan kapsul masih dalam proses penyempurnaan. Rencananya, benda tersebut akan diluncurkan ke bulan pada musim semi tahun 2016. Penerbangan benda dengan kecepatan 1 meter/detik itu akan dilakukan di Florida, Amerika Serikat. Bubuk minuman itu akan ditinggal di sana dan diharapkan bisa dimimum oleh generasi selanjutnya yang sampai ke bulan. Kapsul tersebut pun akan dilengkapi dengan foto atau video untuk dokumentasi.
(ami/ami)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Potret Shaloom Razade Setelah Oplas, Wajah Masih Bengkak & Hidung Diperban
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
Estee Lauder Gugat Jo Malone karena Pakai Namanya Sendiri untuk Produk Parfum
Gaya Mayangsari Bukber Bareng Geng Kepompong, Kompak Pakai Kaftan











































