Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Shelomita Mendidik Anak dengan Metode Experential Learning, Seperti Apa?

wolipop
Rabu, 10 Des 2014 17:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Intan/Wolipop
Jakarta -

Menjadi seorang ibu bagi lima orang putra, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah bagi penyanyi Shelomita. Meskipun kini ia lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk berkumpul bersama sang buah hati, wanita yang akrab disapa Mita ini merasa waktu yang dimilikinya untuk mendidik anak-anaknya masih belum cukup. Maka dari itulah, ia berusaha untuk memaksimalkan kemampuannya dalam mendidik sang anak dengan suatu metode yang disebut dengan experential learning.

Wanita 40 tahun ini mengungkapkan, pola asuh anak yang dirasakannya dahulu sangatlah berbeda dengan apa yang ia terapkan pada anak-anaknya kini.
"Dulu kan kita lebih sering disuruh menghapal dan melihat. Tapi setelah itu lama kelamaan jadi lupa kalau tidak sering diulang-ulang," paparnya saat ditemui Wolipop di KidZania, Pacific Place, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2014).

Kini, putri dari aktris kawakan Marini itu lebih senang menerapkan metode experential learning kepada buah hatinya, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan merasakan dan menjalani secara langsung suatu proses pemahaman. Salah satu yang dilakukannya adalah mengajak anak-anaknya untuk datang ke wahana baru di KidZania, yaitu Aqua Water Research Traning Center.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam wahana ini mereka dapat belajar secara langsung bagaimana cara mengolah air yang layak untuk diminum, mulai dari mencari sumber mata air yang baik, menjalani proses pengontrolan kualitas air, hingga merawat lingkungan dengan menanam pohon dan membuat lubang biopori.

"Saya sendiri merasa banyak sisi pendidikan secara ilmiah yang bisa didapat. Anak-anak saya pun mempunyai imajinasi yang lebih tinggi dan ilmu yang didapat juga lebih banyak," tuturnya lagi.

Wanita kelahiran 1974 selalu berkata kepada sang buah hati tentang sulitnya orang-orang di pedalaman Indonesia untuk mendapatkan air bersih sehingga mereka harus berjalan puluhan kilometer. Sedangkan di Jakarta, ketersediaan air masih sangat melimpah.

"Anak saya maunya minum yang manis-manis dan susah dibilangin, makanya saya selalu 'cerewet' bilang kalau air putih itu penting diminum setiap hari. Kalau nggak minum air putih nanti sakit, jadi nggak pintar, nggak bisa olahraga lagi," lanjutnya.

Dengan hadirnya wahana baru di KidZania ini, Mita merasa metode experential learning yang diterapkannya kepada buah hatinya dapat bekerja secara maksimal. Sehingga mereka lebih bisa menghargai suatu proses pembelajaran.

"Setelah saya ajak ke sini, saya bilang sama mereka bahwa proses membuat air bersih itu nggak gampang lho. Jadi jangan malas untuk minum air putih setiap hari karena penting sekali untuk kesehatan mereka," ringkasnya di akhir perbincangan.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads