TikTok Viral Verificator
Viral Pasangan Nikah di KUA Bandung, Tamu Hanya 27 Orang Demi Masa Depan
Suasana bahagia dan penuh kehangatan terpancar jelas dari pasangan pengantin yang baru saja melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat. Pasangan viral ini membuktikan bahwa pernikahan sederhana di KUA bisa menjadi momen yang berkesan dan tak terlupakan.
"Wedding @pennydwntiriany & @gpurwanto_ Romance Your Moment," tulis keterangan Instagram fotografer @romeophotography_inst & @hendriromeo_f.
Dalam serangkaian foto yang diunggah, terlihat kedua pengantin berjalan keluar dari gedung KUA dengan senyum merekah, memegang buku nikah mereka yang masih baru. Pengantin wanita tampak anggun mengenakan kebaya putih model baju kurung Melayu dengan hijab senada dan veil tipis yang menjuntai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Viral pasangan menikah di KUA Bandung dengan persiapan hanya sebulan. Tanpa pesta mewah, mereka pilih acara intim bersama 27 orang demi tabungan masa depan. Foto: Dok. Instagram @romeophotography_inst & @hendriromeo_f. |
Sedangkan pengantin pria terlihat gagah dalam balutan setelan jas hitam. Dia dan pengantin wanita berpose bahagia hanya dengan latar sepeda motor terparkir di halaman KUA. Meskipun tanpa dekorasi mewah, kebahagiaan tulus yang terpancar dari wajah kedua mempelai.
Konfirmasi Wolipop
Viral pasangan menikah di KUA Bandung dengan persiapan hanya sebulan. Tanpa pesta mewah, mereka pilih acara intim bersama 27 orang demi tabungan masa depan. Foto: Dok. Instagram @romeophotography_inst & @hendriromeo_f. |
Kepada Wolipop, pengantin wanita Penny Dewanti Iriany (26) mengungkapkan kisah dibalik foto pernikahannya yang viral. Dia mengatakan bahwa keputusan untuk menikah di KUA bukan sekadar mengikuti tren, melainkan keinginan yang sudah ia pendam sejak lama. Bagi Penny dan pasangannya, Ghiffary (28), kenyamanan menjadi prioritas utama.
"Karena dari dulu saya ingin menikah di KUA saja, dan suami juga bilang tidak suka menjadi 'pajangan' di pelaminan dan tidak suka bertemu banyak orang, jadi kami memutuskan untuk akad di KUA," ungkap Penny.
Meski sempat ada keraguan dari pihak keluarga, Penny berhasil memberikan pengertian hingga akhirnya restu pun didapat.
"Reaksi mama saya awalnya agak kurang setuju, karena katanya saudara, teman, dan tetangganya banyak, tapi setelah saya negosiasi dan menjelaskan pelan-pelan akhirnya mama setuju kalau saya menikah di KUA, kalau papa ngikut jadi nggak ada masalah," tambahnya.
Viral pasangan menikah di KUA Bandung dengan persiapan hanya sebulan. Tanpa pesta mewah, mereka pilih acara intim bersama 27 orang demi tabungan masa depan. Foto: Dok. Instagram @romeophotography_inst & @hendriromeo_f. |
Pasangan yang berdomisili di Yogyakarta ini memilih lokasi di tanah kelahiran untuk mengikat janji suci. Acara tersebut berlangsung secara privat dengan jumlah tamu yang sangat terbatas agar suasana terasa lebih sakral.
"Saya dan suami hanya ingin dihadiri oleh orang terdekat, ada kakak dan adik dari papa saya dan adik-adik dari mama mertua, saya juga mengajak dua sahabat saya dan ada dua fotografer jadi totalnya ada 27 orang," tuturnya.
Alih-alih pesta pora, setelah prosesi di KUA selesai, mereka memilih untuk langsung beranjak ke lokasi perjamuan yang lebih hangat. "Setelah akad di KUA kami langsung pergi ke rumah makan terdekat yg sudah saya booking jauh-jauh hari," terangnya.
Viral pasangan menikah di KUA Bandung dengan persiapan hanya sebulan. Tanpa pesta mewah, mereka pilih acara intim bersama 27 orang demi tabungan masa depan. Foto: Dok. Instagram @romeophotography_inst & @hendriromeo_f. |
Bagi pasangan ini, menikah di KUA bukan berarti tanpa persiapan. Penny mengaku tetap menyiapkan segalanya dengan saksama, mulai dari urusan administrasi hingga estetika dokumentasi, meski dalam waktu yang relatif singkat.
"Persiapan saya waktu itu tentu saja mengurus surat-surat, mempersiapkan baju saya, mencari MUA, fotografer, dan tempat untuk makan, saya mempersiapkan semua kurang lebih 1 bulan," jelasnya.
Menariknya, keputusan untuk tidak menggelar resepsi mewah memberikan keuntungan finansial bagi mereka. Dana yang biasanya habis dalam semalam untuk pesta, justru dialihkan untuk pondasi kehidupan rumah tangga mereka ke depannya.
"Uangnya kami pakai untuk melanjutkan hidup, mengisi rumah, liburan, dan lain-lain," tutup Penny dengan nada bahagia.
(gaf/eny)
















































