Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Perjuangan Luluk Lely Soraya, Penyumbang ASI yang Menderita Kanker Otak

wolipop
Selasa, 22 Apr 2014 07:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Twitter
Jakarta - Kepedulian Luluk Lely Soraya terhadap ASI telah membawanya menjadi seorang konselor dan aktivis. Ilmu seputar air susu dan bayi yang Ia bagi telah menjadi bekal berharga bagi banyak ibu menyusui. Tak hanya mengedukasi, Ia juga gencar menghidupkan bank ASI guna membantu para ibu yang memiliki masalah dalam hal produksi.

Namun sebuah kabar kurang menggembirakan harus menimpa sang pejuang ASI. Diagnosa kanker otak stadium tiga tak disangka-sangka datang di tengah-tengah kegiatan mulianya ini. Meski dalam kondisi yang kurang baik, Luluk berusaha sebaik mungkin untuk tetap menjadi konselor yang aktif. Kebaikan hati dan semangat berkarya Luluk inilah yang membuat seorang wanita bernama Gita Indirawati memilihnya sebagai sosok seorang wanita inspiratif.

Pertemuan Gita dengan Luluk memang tak lepas dari masalah air susu ibu. Kala itu, adik ipar Gita yang diketahui tengah mengandung anak kembar siam mendapat perhatian khusus dari Luluk. Luluk kerap menyambangi adik iparnya itu guna memberikan penyuluhan seperti bagaimana menyusui bayi kembar siam dan bantuan air susu tambahan jika dibutuhkan. Berkat dukungan dan bantuannya, sekarang si kembar terus tumbuh sehat, sampai berhasil dipisahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Waktu mbak Luluk sedang tidak sehat, Ia tetap memberikan perhatian. Dia tetap kontrol lewat telepon dan ‘menitip’ adik ipar dan keponakan saya sama dokter-dokter yang dia kenal di sana. Dia juga selalu excited kalau menjawab pertanyaan kita,” ujar Gita yang berprofesi sebagai karyawati di perusahaan swasta tersebut.

Sejak saat itu, wanita yang berdomisili di daerah Jakarta Timur ini pun mulai mengagumi sosok Luluk. Kagum akan sosoknya yang baik hati, peduli, dan hobi membagi ilmu. Luluk yang bukan seorang dokter, memang memiliki banyak pengetahuan mengenai masalah kesehatan. Ia pun kerap diminta menjadi nara sumber terkait ASI dan bayi, untuk artikel, seminar, atau penyuluhan.

"Setahu saya dia tertarik pada masalah ASI karena pernah mengalami jadi ibu menyusui. Dari situ, dia jadi lebih penasaran dan akhirnya ikut banyak pelatihan. Dan ilmu yang dia dapat, dia sharing kepada ibu menyusui lainnya," jelas Gita.

Sakit yang diderita Luluk memang telah banyak diketahui kawan dan rekan, termasuk Gita. Gita sendiri mendengar berita ini dari mulut Luluk sendiri. Melalui telepon, Luluk bercerita perihal sakit yang Ia ketahui secara tiba-tiba dan membuatnya tak bisa kunjungi adik ipar Gita secara rutin lagi. Sebagai orang yang mengagumi, tentu saja Gita merasa sedih.

“Terakhir saya ketemu dengan Mbak Luluk wajahnya tetap ceria dan tetap aktif sebagai konselor. Sebenarnya saya sedih melihat orang baik seperti Mbak Luluk mendapat ujian seperti ini,” cerita wanita kelahiran 1983 tersebut.

Meski jarang bertatap muka, Gita kerap mengetahui kabar Luluk melalui social media. Ia melihat keadaannya sekarang cukup baik dan masih kuat. Dan tak hanya sebatas mengagumi, kisah Luluk yang inspiratif juga telah menggerakkan hati Gita untuk mengikuti jejaknya. Untuk dapat berguru kepada Luluk, menjadi aktivitis dan konselor ASI pun telah menjadi cita-cita Gita.

(ami/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads