Gara-gara iPad, Pria Ini 'Paksa' Keluarganya Hidup 1 Tahun Tanpa Gadget
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 27 Nov 2013 08:00 WIB
Jakarta
-
Pada zaman sekarang ini tak terbayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa gadget dan internet. Namun sebuah keluarga di Kanada memutuskan untuk melepaskan gadget dan internet selama setahun. Mereka menjalani hidup seperti pada tahun 80-an.
Keputusan keluarga yang tinggal di Guelph, Kanada ini berawal dari sang pemimpin yaitu Blair McMillan. Tahun lalu, pada satu hari di musim panas, Blair bertanya pada putranya yang berusia lima tahun, apakah dia ingin pergi keluar untuk bermain. Tawaran tersebut ditolak sang anak yang memilih tetap berada di dalam rumah dan bermain games di iPad.
Sikap anaknya itu membuat Blair sedih. Dia ingat bagaimana dulu saat anak-anak dan betapa kini anak-anak sudah berubah, menjadi sangat ketergantungan pada teknologi modern seperti komputer, ponsel dan internet. Pria 26 tahun itu pun mengobrol dengan anak-anak remaja lain di daerahnya. Dari obrolan itu anak-anak zaman sekarang mengakui mereka tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa seluruh gadget. Mereka pun kurang menyukai saran pemerintah yang meminta orangtua mendorong anak-anak mereka untuk lebih aktif di luar rumah setidaknya 30 menit sehari.
Kondisi di atas membuat Blair prihatin. Dia ingat bagaimana dulu saat anak-anak, sangat betah main di luar rumah. Dia pun jadi berpikir, bagaimana jika semuanya kembali ke masa lalu dan memberikan anak-anaknya kesempatan mencoba bagaimana masa kecilnya dulu.
Sejak April 2013 lalu, Blair pun mulai bereksperimen. Dia 'memaksa' keluarganya untuk melepaskan semua gadget dari hidup mereka dan kembali hidup seperti tahun 1986 (tahun ketika Blair dan istrinya lahir). Eksperimen ini dilakukan sampai April 2014 mendatang.
Sekarang, Blair dan keluarganya tidak lagi memiliki koneksi internet di rumah ataupun berlangganan saluran televisi yang memiliki tayangan 24 jam. Mereka kembali menggunakan televisi yang umumnya dipakai di tahun 80-an. Untuk mendengarkan musik, mereka juga memakai alat penyetel kaset.
Semua jenis ponsel dan gadget dilarang hadir di rumah Blair. Urusan surat-menyurat yang biasanya dilakukan melalui email, kembali ke cara tradisional yaitu melalui pos. Saat berpergian, mereka juga menggunakan peta kertas bukan alat navigasi seperti GPS yang banyak terpasang di mobil masa kini. Untuk mengabadikan berbagai momen keluarga, mereka juga kembali memakai kamera analog.
Melepaskan semua kecanggihan teknologi yang ada untuk menjalani hidup sehari-hari, tidak mudah untuk Blair dan keluarganya. Apalagi selama ini mereka semua sudah ketergantungan pada benda-benda tersebut. "Hal paling aneh dengan tidak memiliki ponsel adalah aku masih bisa merasakan kantongku bergetar dan aku ingin mengecek isi kantongku," kata pria yang kini juga berdandan ala tahun 80-an agar semakin mendalami eksperimennya.
Apa yang dilakukan Blair dan keluarga itu juga berdampak pada hubungan dengan teman dan kerabat. Sebagian besar dari mereka sangat mendukung ide 'melepaskan diri dari teknologi' ini. Namun beberapa merasa terpaksa untuk melakukannya ketika berkunjung ke rumah keluarga Blair yang dibuat seolah-olah seperti tahun 1986. Siapapun yang datang ke rumah tersebut harus meninggalkan ponselnya di kotak yang tersedia di depan rumah. Untuk menghubungi keluarga ini, teman dan kerabat juga hanya bisa melakukannya melalui telepon tradisional.
Hampir 10 bulan, Blair dan keluarganya merasakan hidup tanpa gadget. Berbagai hal positif dirasakan mereka, mulai dari membuat mereka semakin dekat hingga menghemat pengeluaran. Eksperimen sosial ini rencananya akan dibuat dokumenternya oleh Blair.
"Aku tidak anti teknologi. Aku ingin merasakan dan aku ingin anak-anakku merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa teknologi dan melihat apakah kami sebenarnya bisa melakukannya atau tidak," ujar pria berkumis itu.
(eny/rma)
Keputusan keluarga yang tinggal di Guelph, Kanada ini berawal dari sang pemimpin yaitu Blair McMillan. Tahun lalu, pada satu hari di musim panas, Blair bertanya pada putranya yang berusia lima tahun, apakah dia ingin pergi keluar untuk bermain. Tawaran tersebut ditolak sang anak yang memilih tetap berada di dalam rumah dan bermain games di iPad.
Sikap anaknya itu membuat Blair sedih. Dia ingat bagaimana dulu saat anak-anak dan betapa kini anak-anak sudah berubah, menjadi sangat ketergantungan pada teknologi modern seperti komputer, ponsel dan internet. Pria 26 tahun itu pun mengobrol dengan anak-anak remaja lain di daerahnya. Dari obrolan itu anak-anak zaman sekarang mengakui mereka tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa seluruh gadget. Mereka pun kurang menyukai saran pemerintah yang meminta orangtua mendorong anak-anak mereka untuk lebih aktif di luar rumah setidaknya 30 menit sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak April 2013 lalu, Blair pun mulai bereksperimen. Dia 'memaksa' keluarganya untuk melepaskan semua gadget dari hidup mereka dan kembali hidup seperti tahun 1986 (tahun ketika Blair dan istrinya lahir). Eksperimen ini dilakukan sampai April 2014 mendatang.
Sekarang, Blair dan keluarganya tidak lagi memiliki koneksi internet di rumah ataupun berlangganan saluran televisi yang memiliki tayangan 24 jam. Mereka kembali menggunakan televisi yang umumnya dipakai di tahun 80-an. Untuk mendengarkan musik, mereka juga memakai alat penyetel kaset.
Semua jenis ponsel dan gadget dilarang hadir di rumah Blair. Urusan surat-menyurat yang biasanya dilakukan melalui email, kembali ke cara tradisional yaitu melalui pos. Saat berpergian, mereka juga menggunakan peta kertas bukan alat navigasi seperti GPS yang banyak terpasang di mobil masa kini. Untuk mengabadikan berbagai momen keluarga, mereka juga kembali memakai kamera analog.
Melepaskan semua kecanggihan teknologi yang ada untuk menjalani hidup sehari-hari, tidak mudah untuk Blair dan keluarganya. Apalagi selama ini mereka semua sudah ketergantungan pada benda-benda tersebut. "Hal paling aneh dengan tidak memiliki ponsel adalah aku masih bisa merasakan kantongku bergetar dan aku ingin mengecek isi kantongku," kata pria yang kini juga berdandan ala tahun 80-an agar semakin mendalami eksperimennya.
Apa yang dilakukan Blair dan keluarga itu juga berdampak pada hubungan dengan teman dan kerabat. Sebagian besar dari mereka sangat mendukung ide 'melepaskan diri dari teknologi' ini. Namun beberapa merasa terpaksa untuk melakukannya ketika berkunjung ke rumah keluarga Blair yang dibuat seolah-olah seperti tahun 1986. Siapapun yang datang ke rumah tersebut harus meninggalkan ponselnya di kotak yang tersedia di depan rumah. Untuk menghubungi keluarga ini, teman dan kerabat juga hanya bisa melakukannya melalui telepon tradisional.
Hampir 10 bulan, Blair dan keluarganya merasakan hidup tanpa gadget. Berbagai hal positif dirasakan mereka, mulai dari membuat mereka semakin dekat hingga menghemat pengeluaran. Eksperimen sosial ini rencananya akan dibuat dokumenternya oleh Blair.
"Aku tidak anti teknologi. Aku ingin merasakan dan aku ingin anak-anakku merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa teknologi dan melihat apakah kami sebenarnya bisa melakukannya atau tidak," ujar pria berkumis itu.
(eny/rma)
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Olahraga
Nggak Sempat ke Gym Saat Ramadan? 3 Alat Olahraga Simpel Ini Bikin Workout di Rumah Jadi Praktis
Olahraga
Dunlop Bio Zaki 100, Raket Badminton Ringan dengan Power Smash Maksimal
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
2
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
3
Daftar 5 Miliuner Termuda di 2026, Usia 20 Tahun Punya Harta Ratusan Triliun
4
Gaya Klasik Kate Middleton di Commonwealth Day, Terpancar Aura Ratu Inggris
5
Potret Cantik Ayu Kynbraten, Semifinalis Miss Norwegia Keturunan Indonesia
MOST COMMENTED











































