Duh! Ortu Cuma Punya Waktu Kurang dari 17 Menit untuk Ajari Anak Hal Baru
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 21 Agu 2013 09:37 WIB
Jakarta
-
Kesibukan kerja dan kecanduan gadget membuat orangtua masa kini merasa semakin tak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak mereka. Waktu ini termasuk untuk mengajari anak kemampuan baru, seperti naik sepeda. Setiap harinya, menurut riset tersebut orangtua hanya punya waktu kurang dari 17 menit untuk mengajari anak mereka kemampuan baru dalam hidup.
Riset tersebut diadakan oleh brand First Choice dengan melibatkan ribuan orangtua di Inggris. First Choice bekerjasama dengan atlet sepeda peraih medali emas olimpiade Laura Trott. Survei diadakan untuk mendorong anak-anak belajar bersepeda sejak dini.
Dari survei itu terungkap hampir 50% anak belum bisa naik sepeda ketika mereka berusia di atas enam tahun. Hasil riset tersebut cukup mengecewakan karena banyak orangtua yang beranggapan kemampuan naik sepeda sebenarnya perlu dimiliki anak.
Ada 74% orangtua yang menganggap bersepeda penting untuk dikuasai anak. Meski demikian ternyata para orangtua ini justru tak punya waktu untuk mengajari anak kemampuan tersebut.
Seperti dikutip Daily Mail, waktu bekerja di kantor yang panjang membuat 43% orangtua merasa tak punya waktu untuk mengajari anak mereka hal atau kemampuan baru. Sementara 44% orangtua lainnya beralasan kesibukan mengerjakan pekerjaan rumah tangga menjadi penyebab tidak adanya kesempatan untuk mengajak anak mempelajari hal baru.
Jika memang Anda memiliki kesempatan, luangkanlah waktu untuk mengajari anak naik sepeda. Dokter anak yang juga penulis buku The Everything Father's First Year Book, Vincent Iannelli, mengatakan, naik sepeda bisa menjadi alternatif kegiatan di luar ruangan. Apalagi anak masa kini cenderung lebih suka bermain gadget atau menonton televisi.
Kapan waktu terbaik untuk anak belajar naik sepeda roda dua? Menurut dr. Vincet, sebagian besar anak akan mencoba belajar naik sepeda roda dua saat mereka sudah merasa siap. Tapi menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Accident Analysis & Prevention, risiko anak mengalami luka saat belajar naik sepeda akan semakin besar ketika dia belajar saat berusia 3-5 tahun. Risiko menjadi lebih kecil ketika anak belajar naik sepeda roda dua saat berusia antara 6-7 tahun.
(eny/kik)
Riset tersebut diadakan oleh brand First Choice dengan melibatkan ribuan orangtua di Inggris. First Choice bekerjasama dengan atlet sepeda peraih medali emas olimpiade Laura Trott. Survei diadakan untuk mendorong anak-anak belajar bersepeda sejak dini.
Dari survei itu terungkap hampir 50% anak belum bisa naik sepeda ketika mereka berusia di atas enam tahun. Hasil riset tersebut cukup mengecewakan karena banyak orangtua yang beranggapan kemampuan naik sepeda sebenarnya perlu dimiliki anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip Daily Mail, waktu bekerja di kantor yang panjang membuat 43% orangtua merasa tak punya waktu untuk mengajari anak mereka hal atau kemampuan baru. Sementara 44% orangtua lainnya beralasan kesibukan mengerjakan pekerjaan rumah tangga menjadi penyebab tidak adanya kesempatan untuk mengajak anak mempelajari hal baru.
Jika memang Anda memiliki kesempatan, luangkanlah waktu untuk mengajari anak naik sepeda. Dokter anak yang juga penulis buku The Everything Father's First Year Book, Vincent Iannelli, mengatakan, naik sepeda bisa menjadi alternatif kegiatan di luar ruangan. Apalagi anak masa kini cenderung lebih suka bermain gadget atau menonton televisi.
Kapan waktu terbaik untuk anak belajar naik sepeda roda dua? Menurut dr. Vincet, sebagian besar anak akan mencoba belajar naik sepeda roda dua saat mereka sudah merasa siap. Tapi menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Accident Analysis & Prevention, risiko anak mengalami luka saat belajar naik sepeda akan semakin besar ketika dia belajar saat berusia 3-5 tahun. Risiko menjadi lebih kecil ketika anak belajar naik sepeda roda dua saat berusia antara 6-7 tahun.
(eny/kik)











































