Anak Susah Makan, Ortu Siapkan 2 Juta Makanan Ekstra
wolipop
Sabtu, 22 Okt 2011 10:22 WIB
Jakarta
-
Anak yang susah makan dan cenderung pemilih, jadi tantangan tersendiri untuk orangtua. Bahkan menurut survei, orangtua di seluruh Inggris yang memiliki anak susah makan sampai harus menyiapkan 2,3 juta makanan ekstra per minggunya.
1 dari 5 orangtua tersebut mengaku menyiapkan makanan alternatif untuk keluarga, setidaknya dua kali seminggu. Hal itu terungkap dalam survei yang dibuat oleh produk airfryer, mesin untuk menggoreng, keluaran Philips.
"Memuaskan seluruh anggota keluarga jadi tantangan yang harus dihadapi orangtua, apalagi ketika menghadapi pertanyaan yang selalu ditanyakan setiap hari, 'makan malamnya apa?'," ujar Beverley Glock, pakar pembuat makanan anak dan penulis, seperti dikutip dari Female First.
Dalam survei Philips itu juga terungkap, orangtua merasa anak-anak mereka terlalu banyak permintaan soal apa yang mau dimakan. Beberapa responden juga mengungkapkan anak-anak mereka lebih kritis dalam urusan makananan dibandingkan kritikus makanan itu sendiri.
Kritikan anak itu datang karena orangtua memang seringkali tidak masak dari bahan-bahan yang fresh. Orangtua mengandalkan apa yang ada di lemari esnya dan kemudian mengolahnya menjadi masakan.
Terlalu lelah dan tidak punya banyak waktu, jadi alasan orangtua melakukan hal di atas. Sikap orangtua itu cukup mengejutkan, karena mereka sebenarnya paham memberikan makanan segar lebih sehat ketimbang makanan siap saji.
(eny/eny)
1 dari 5 orangtua tersebut mengaku menyiapkan makanan alternatif untuk keluarga, setidaknya dua kali seminggu. Hal itu terungkap dalam survei yang dibuat oleh produk airfryer, mesin untuk menggoreng, keluaran Philips.
"Memuaskan seluruh anggota keluarga jadi tantangan yang harus dihadapi orangtua, apalagi ketika menghadapi pertanyaan yang selalu ditanyakan setiap hari, 'makan malamnya apa?'," ujar Beverley Glock, pakar pembuat makanan anak dan penulis, seperti dikutip dari Female First.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritikan anak itu datang karena orangtua memang seringkali tidak masak dari bahan-bahan yang fresh. Orangtua mengandalkan apa yang ada di lemari esnya dan kemudian mengolahnya menjadi masakan.
Terlalu lelah dan tidak punya banyak waktu, jadi alasan orangtua melakukan hal di atas. Sikap orangtua itu cukup mengejutkan, karena mereka sebenarnya paham memberikan makanan segar lebih sehat ketimbang makanan siap saji.
(eny/eny)











































