324 Murid Dilarang Tunjuk Tangan di Sekolah Ini
wolipop
Rabu, 05 Okt 2011 18:32 WIB
Jakarta
-
Sebuah sekolah di Inggris mengembangkan metode baru dalam proses belajar mengajar. Ratusan murid yang bersekolah di sana, dilarang mengangkat atau tunjuk tangan untuk menjawab pertanyaan guru.
Burlington Junior School di Bridlington, Yorkshire, Inggris itulah sekolah yang menerapkan aturan melarang muridnya mengangkat tangannya. Para murid di sekolah tersebut diminta menggunakan atau mengangkat jempolnya, dengan posisi tangan tidak terlalu tinggi jika ingin menjawab pertanyaan guru.
Dikutip dari Daily Mail, metode baru itu digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang di kelas. Untuk menerapkan metode tersebut, sebelumnya seluruh staf pengajar sudah terlebih dulu diberi pemahaman.
Metode baru tersebut rupanya menjadi kontroversi dan tidak disetujui para orangtua murid. David Campleman, salah satu orangtua murid mengaku bingung dengan ide dari pihak sekolah tersebut.
"Awalnya aku pikir hanya bercanda. Ini gila, aku tidak bisa melihat logisnya di mana," tukasnya.
"Metode ini juga tidak ada untungnya dalam proses belajar. Mereka bisa lebih fokus pada hal lain. Anak-anak sudah terbiasa mengangkat tangannya. Dengan disuruh melakukan hal yang berbeda, ini bisa membingungkan mereka. Menurutku seharusnya mereka menggunakan cara lama saja, mengangkat tangannya di kelas," urai Campleman.
Kritikan salah satu orangtua murid sepertinya tidak mempengaruhi pihak sekolah untuk tetap menggunakan metode baru tersebut. Kepala guru Cheryle Adams mengatakan, ada banyak manfaat dari cara baru yang diterapkan ini, yaitu membuat anak menjadi lebih positif.
Adams mengungkapkan alasan kenapa pihak sekolah mengganti metode mengangkat tangan dengan jempol. Menurutnya, beberapa masalah terkait bagaimana anak bersikap saat menjawab pertanyaan dengan mengangkat tangan.
"Beberapa anak memang senang mengangkat tangannya dan beberapa lebih malu-malu," jelasnya. "Mengangkat tangan terkadang bisa menjadi gangguan untuk anak-anak yang masih kecil," tambah Adams.
Adams menambahkan lagi, mengangkat tangan bisa membuat anak merasa tertekan karena mereka seolah mengeluarkan jawaban atau ide secara terpaksa. "Biasanya cuma ada setengah lusin anak yang memang sering mengangkat tangannya dan setengah lusinnya lagi tidak pernah," tuturnya.
Kini dengan metode baru tersebut, menurut Adams, semakin banyak anak-anak yang berani menjawab pertanyaan guru. "Tapi sebenarnya tidak ada yang salah dengan metode mengangkat tangan ke atas. Ini hanya pendekatan baru untuk membuat situasi belajar lebih tenang," tuturnya.
Adams menambakan, mengajar adalah profesi yang harus banyak melakukan pengembangan. Guru juga harus membuat anak terlibat dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang lebih dinamis.
Metode lainnya yang juga diterapkan di sekolah ini adalah dengan memilih murid untuk menjawab pertanyaan dengan menuliskan nama setiap murid di permen lollipop. Nantinya guru akan memilih secara acak dari permen yang sudah dimasukkan ke dalam kotak.
(eny/hst)
Burlington Junior School di Bridlington, Yorkshire, Inggris itulah sekolah yang menerapkan aturan melarang muridnya mengangkat tangannya. Para murid di sekolah tersebut diminta menggunakan atau mengangkat jempolnya, dengan posisi tangan tidak terlalu tinggi jika ingin menjawab pertanyaan guru.
Dikutip dari Daily Mail, metode baru itu digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang di kelas. Untuk menerapkan metode tersebut, sebelumnya seluruh staf pengajar sudah terlebih dulu diberi pemahaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya aku pikir hanya bercanda. Ini gila, aku tidak bisa melihat logisnya di mana," tukasnya.
"Metode ini juga tidak ada untungnya dalam proses belajar. Mereka bisa lebih fokus pada hal lain. Anak-anak sudah terbiasa mengangkat tangannya. Dengan disuruh melakukan hal yang berbeda, ini bisa membingungkan mereka. Menurutku seharusnya mereka menggunakan cara lama saja, mengangkat tangannya di kelas," urai Campleman.
Kritikan salah satu orangtua murid sepertinya tidak mempengaruhi pihak sekolah untuk tetap menggunakan metode baru tersebut. Kepala guru Cheryle Adams mengatakan, ada banyak manfaat dari cara baru yang diterapkan ini, yaitu membuat anak menjadi lebih positif.
Adams mengungkapkan alasan kenapa pihak sekolah mengganti metode mengangkat tangan dengan jempol. Menurutnya, beberapa masalah terkait bagaimana anak bersikap saat menjawab pertanyaan dengan mengangkat tangan.
"Beberapa anak memang senang mengangkat tangannya dan beberapa lebih malu-malu," jelasnya. "Mengangkat tangan terkadang bisa menjadi gangguan untuk anak-anak yang masih kecil," tambah Adams.
Adams menambahkan lagi, mengangkat tangan bisa membuat anak merasa tertekan karena mereka seolah mengeluarkan jawaban atau ide secara terpaksa. "Biasanya cuma ada setengah lusin anak yang memang sering mengangkat tangannya dan setengah lusinnya lagi tidak pernah," tuturnya.
Kini dengan metode baru tersebut, menurut Adams, semakin banyak anak-anak yang berani menjawab pertanyaan guru. "Tapi sebenarnya tidak ada yang salah dengan metode mengangkat tangan ke atas. Ini hanya pendekatan baru untuk membuat situasi belajar lebih tenang," tuturnya.
Adams menambakan, mengajar adalah profesi yang harus banyak melakukan pengembangan. Guru juga harus membuat anak terlibat dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang lebih dinamis.
Metode lainnya yang juga diterapkan di sekolah ini adalah dengan memilih murid untuk menjawab pertanyaan dengan menuliskan nama setiap murid di permen lollipop. Nantinya guru akan memilih secara acak dari permen yang sudah dimasukkan ke dalam kotak.
(eny/hst)
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Makanan & Minuman
Segarnya Bikin Nagih! 3 Rasa Sirup Marjan Ini Cocok Jadi Minuman Favorit Saat Berbuka
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Potret Shaloom Razade Setelah Oplas, Wajah Masih Bengkak & Hidung Diperban
2
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
3
Estee Lauder Gugat Jo Malone karena Pakai Namanya Sendiri untuk Produk Parfum
4
Baju Lebaran 2026
Baju Lebaran Diskon 50% di GlamLocal Ramadan Grand Metropolitan Mall Bekasi
5
Gaya Mayangsari Bukber Bareng Geng Kepompong, Kompak Pakai Kaftan
MOST COMMENTED











































