Si Kecil Tantrum? Rayu dengan Bicara Seperti Anak
wolipop
Jumat, 01 Jul 2011 17:56 WIB
Jakarta
-
Saat tidak bisa menyampaikan keinginannya, si kecil bisa mengalami tantrum. Ketika tantrum, anak tiba-tiba marah, menangis dan menjerit-jerit tidak terkendali. Bagaimana cara mengatasinya?
Dokter anak dan asisten profesor di University of Southern California's Keck School of Medicine, Harvey Karp, memberikan penjelasannya soal tantrum. Menurut penulis buku 'The Happiest Baby on the Block/The Happiest Toddler on the Block' itu bagian otak yang mengontrol emosi, belum berkembang sampai usia seseorang mencapai empat tahun.
Oleh karena itu, menurut Karp, anak balita berperilaku seperti orang zaman dulu saat tantrum. "Saat mereka kesal, mereka akan mengamuk. Mereka bisa berteriak, mencakar atau melempar sesuatu," ujarnya seperti dikutip dari webmd.
Untuk menenangkan balita yang mengalami hal tersebut, Karp punya dua metode yaitu 'The Fast Food Rule' dan The Toddlerese Rule'. Seperti apa dua metode tersebut?
The Fast Food Rule
Sebelum melakukan metode kedua, Anda harus memahami dulu metode pertama ini. The Fast Food Rule mirip dengan apa yang dilakukan kasir drive-thru restoran fast food. Biasanya para kasir ini, saat Anda memesan akan mengulangi pesanan Anda.
"Jadi sebelum Anda mengatakan keinginan Anda pada anak yang sedang kesal, Anda harus mengatakan dulu apa yang menjadi kekesalan anak. Katakan hal itu dengan maksud baik dan sungguh-sungguh, menggunakan wajah, suara dan hati," ujar Karp.
The Toddlerese Rule
Metode kedua ini mengharuskan Anda bicara seperti anak-anak. Anda harus banyak melakukan pengulangan kata dan menggunakan kalimat yang pendek. Jangan lupa menunjukkan bahasa tubuh dan wajah yang sesuai dengan ucapan.
Contoh untuk hal di atas, misalnya saja si kecil mengamuk saat Anda mengambil lipstick yang ia jadikan krayon. Anak akan berteriak-teriak meminta lipstick itu lagi. "Saat anak mengalami hal itu, respon perasaannya dengan mengatakan "Kamu mau, kamu mau, kamu mau ini sekarang?", begitu saran Karp. Perhatikan pengulangan pada kalimat yang Anda ucapkan dan penggunaan kalimat pendek. Anda memang harus terlihat antusias namun jangan berteriak padanya.
Karp menjanjikan metode ini sangat ampuh menenangkan anak yang tantrum. Setelah si kecil tenang, baru Anda ucapkan apa yang seharusnya dilakukan anak.
Karp menyarankan metode ini bisa dilakukan sejak anak berusia satu tahun. Dengan memahami perasaannya dan bicara dengan bahasanya, Anda bisa membuat anak menjadi lebih kooperatif, menghargai dan perhatian.
(eny/eny)
Dokter anak dan asisten profesor di University of Southern California's Keck School of Medicine, Harvey Karp, memberikan penjelasannya soal tantrum. Menurut penulis buku 'The Happiest Baby on the Block/The Happiest Toddler on the Block' itu bagian otak yang mengontrol emosi, belum berkembang sampai usia seseorang mencapai empat tahun.
Oleh karena itu, menurut Karp, anak balita berperilaku seperti orang zaman dulu saat tantrum. "Saat mereka kesal, mereka akan mengamuk. Mereka bisa berteriak, mencakar atau melempar sesuatu," ujarnya seperti dikutip dari webmd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Fast Food Rule
Sebelum melakukan metode kedua, Anda harus memahami dulu metode pertama ini. The Fast Food Rule mirip dengan apa yang dilakukan kasir drive-thru restoran fast food. Biasanya para kasir ini, saat Anda memesan akan mengulangi pesanan Anda.
"Jadi sebelum Anda mengatakan keinginan Anda pada anak yang sedang kesal, Anda harus mengatakan dulu apa yang menjadi kekesalan anak. Katakan hal itu dengan maksud baik dan sungguh-sungguh, menggunakan wajah, suara dan hati," ujar Karp.
The Toddlerese Rule
Metode kedua ini mengharuskan Anda bicara seperti anak-anak. Anda harus banyak melakukan pengulangan kata dan menggunakan kalimat yang pendek. Jangan lupa menunjukkan bahasa tubuh dan wajah yang sesuai dengan ucapan.
Contoh untuk hal di atas, misalnya saja si kecil mengamuk saat Anda mengambil lipstick yang ia jadikan krayon. Anak akan berteriak-teriak meminta lipstick itu lagi. "Saat anak mengalami hal itu, respon perasaannya dengan mengatakan "Kamu mau, kamu mau, kamu mau ini sekarang?", begitu saran Karp. Perhatikan pengulangan pada kalimat yang Anda ucapkan dan penggunaan kalimat pendek. Anda memang harus terlihat antusias namun jangan berteriak padanya.
Karp menjanjikan metode ini sangat ampuh menenangkan anak yang tantrum. Setelah si kecil tenang, baru Anda ucapkan apa yang seharusnya dilakukan anak.
Karp menyarankan metode ini bisa dilakukan sejak anak berusia satu tahun. Dengan memahami perasaannya dan bicara dengan bahasanya, Anda bisa membuat anak menjadi lebih kooperatif, menghargai dan perhatian.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Influencer Tradwife yang Kontroversial Hamil Anak Ke-9
2
Baju Lebaran 2026
Intip Tren Baju Lebaran Cheongsam Ala Gen Z di Pasar Tanah Abang
3
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Berhati-hati, Virgo Tetap Sabar
4
Hijrah Bawa Rezeki! 10 Artis Ini Kini Punya Brand Hijab
5
Keluar Flek Coklat Usai Haid, Haruskah Batal Puasa?
MOST COMMENTED











































