TV & Internet Buat Anak Gemuk & Kurang Tidur
wolipop
Kamis, 30 Jun 2011 18:38 WIB
Jakarta
-
Televisi dan internet sekarang ini sudah jadi bagian kehidupan anak setiap hari. Namun Anda para orangtua perlu waspada karena terlalu banyak nonton tv dan main internet bisa membuat anak gemuk dan kurang tidur.
Hal tersebut diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam pernyataan kebijakan terbarunya AAP memperingatkan bahwa ekspos media yang berlebihan mengancam kesehatan anak.
"Masyarakat Amerika tidak bisa melakukan pekerjaan yang lebih buruk saat ini untuk membuat anak tetap fit dan sehat. Anak jadi terlalu banyak nonton tv, terlalu banyak iklan makanan, kurang olahraga dan tidur," ujar salah satu peneliti Victor Strasburger MD yang juga anggota AAP khusus bidang komunikasi dan media, seperti dikutip WebMD.
"Sekarang ini anak-anak melihat 5 ribu dan 10 ribu iklan makanan setahun, sebagian besar adalah junk food dan fast food," tambah Strasburger.
Dalam memberikan pernyataan tersebut AAP juga ikut menyertakan dua penelitian yang mendukung. Penelitian pertama menunjukkan dengan menonton iklan fast food dan sereal manis membuat anak ingin makan makanan yang berlemak dan kaya karbohidrat.
Dari penelitian tersebut juga terungkap iklan makanan sangat mempengaruhi pilihan makanan anak yang menonton tv terlalu sering. Sedangkan anak yang jarang menonton televisi tidak terlalu terpengaruh iklan tersebut.
Di penelitian kedua, peneliti melihat hubungan konten dan waktu tayang media pada pola tidur anak-anak berusia preschool. Hasil penelitian menunjukkan selama menonton televisi, main internet atau video games, anak-anak melihat kekerasan. Anak-anak ini pun jadinya mengalami masalah tidur, seperti mimpi buruk, terbangun di tengah malam dan mengantuk di siang hari.
Penelitian itu juga menemukan anak yang memiliki televisi di kamarnya menonton terlalu banyak acara dan iklan dan jadi punya masalah pada tidurnya. Anak-anak ini juga memiliki kesempatan menonton televisi setiap malam selama 15 menit dan tayangan kekerasan selama 12 menit.
Pernyataan AAP dan dua penelitian di atas seolah semakin membenarkan bahwa media memiliki efek negatif pada kebiasaan makan anak. Anak jadi ingin makan junk food dan fast food. Selama menonton televisi anak pun jadi kerap mengemil. Konten kekerasan dan menonton televisi di malam hari juga bisa mengganggu tidur anak. Semua hal ini membuat anak berisiko mengalami obesitas.
Dalam pernyataannya, AAP pun memberikan beberapa rekomendasi bagi para orangtua untuk mengurangi efek media pada obesitas anak. Rekomendasi tersebut di antaranya:
1. Dampingi anak saat menonton televisi. Diskusikan iklan makanan yang mereka tonton dan ajari mereka apa saja makanan yang mengandung nutrisi baik.
2. Batasi waktu menonton acara televisi yang tidak mendidik menjadi dua jam per hari. Hindari menaruh televisi dan memasang koneksi internet di kamar anak.
3. Orangtua harus sadar bahwa anak yang terlalu banyak menonton televisi bisa lebih stres dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, gangguan mood dan asthma.
(eny/eny)
Hal tersebut diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam pernyataan kebijakan terbarunya AAP memperingatkan bahwa ekspos media yang berlebihan mengancam kesehatan anak.
"Masyarakat Amerika tidak bisa melakukan pekerjaan yang lebih buruk saat ini untuk membuat anak tetap fit dan sehat. Anak jadi terlalu banyak nonton tv, terlalu banyak iklan makanan, kurang olahraga dan tidur," ujar salah satu peneliti Victor Strasburger MD yang juga anggota AAP khusus bidang komunikasi dan media, seperti dikutip WebMD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam memberikan pernyataan tersebut AAP juga ikut menyertakan dua penelitian yang mendukung. Penelitian pertama menunjukkan dengan menonton iklan fast food dan sereal manis membuat anak ingin makan makanan yang berlemak dan kaya karbohidrat.
Dari penelitian tersebut juga terungkap iklan makanan sangat mempengaruhi pilihan makanan anak yang menonton tv terlalu sering. Sedangkan anak yang jarang menonton televisi tidak terlalu terpengaruh iklan tersebut.
Di penelitian kedua, peneliti melihat hubungan konten dan waktu tayang media pada pola tidur anak-anak berusia preschool. Hasil penelitian menunjukkan selama menonton televisi, main internet atau video games, anak-anak melihat kekerasan. Anak-anak ini pun jadinya mengalami masalah tidur, seperti mimpi buruk, terbangun di tengah malam dan mengantuk di siang hari.
Penelitian itu juga menemukan anak yang memiliki televisi di kamarnya menonton terlalu banyak acara dan iklan dan jadi punya masalah pada tidurnya. Anak-anak ini juga memiliki kesempatan menonton televisi setiap malam selama 15 menit dan tayangan kekerasan selama 12 menit.
Pernyataan AAP dan dua penelitian di atas seolah semakin membenarkan bahwa media memiliki efek negatif pada kebiasaan makan anak. Anak jadi ingin makan junk food dan fast food. Selama menonton televisi anak pun jadi kerap mengemil. Konten kekerasan dan menonton televisi di malam hari juga bisa mengganggu tidur anak. Semua hal ini membuat anak berisiko mengalami obesitas.
Dalam pernyataannya, AAP pun memberikan beberapa rekomendasi bagi para orangtua untuk mengurangi efek media pada obesitas anak. Rekomendasi tersebut di antaranya:
1. Dampingi anak saat menonton televisi. Diskusikan iklan makanan yang mereka tonton dan ajari mereka apa saja makanan yang mengandung nutrisi baik.
2. Batasi waktu menonton acara televisi yang tidak mendidik menjadi dua jam per hari. Hindari menaruh televisi dan memasang koneksi internet di kamar anak.
3. Orangtua harus sadar bahwa anak yang terlalu banyak menonton televisi bisa lebih stres dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, gangguan mood dan asthma.
(eny/eny)
Pakaian Pria
Jordan Rare Air WSH 84 SS Crew, Worth It Dibeli? Simak Panduannya
Pakaian Wanita
Rekomendasi Pakaian Muslim Wanita yang Cocok di Lebaran 2026
Pakaian Wanita
Lebih Mudah Ibadah Saat Bepergian atau Mudik! 3 Legging Wudhu Friendly Praktis untuk Muslimah
Pakaian Wanita
Sandal Wanita Simpel! Pilihan Nyaman untuk Jalan Santai hingga Aktivitas Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Ratu Yordania Memohon Putranya Dibebaskan Setelah Batal Jadi Calon Raja
2
Foto Maia Estianty Bukber Bareng Anak-Calon Mantu, Ada Bumil & Calon Manten
3
Viral Divorce Dust, Tren Makeup untuk Bongkar Pasangan Selingkuh
4
Potret Ganteng Gubernur Termuda Jepang Saat Kerja, Pesonanya Bikin Salfok
5
Ramalan Zodiak 19 Maret: Pisces Hilangkan Prasangka, Aquarius Jangan Ragu
MOST COMMENTED











































