Yang Harus Diperhatikan Sebelum Minum Jamu
wolipop
Rabu, 09 Mar 2011 14:43 WIB
Jakarta
-
Mengonsumsi jamu kerap menjadi pilihan karena dianggap lebih alami dan tidak ada efek samping. Tapi belakangan muncul tudingan jamu berbahaya bagi kesehatan ginjal. Benarkah jamu berbahaya untuk kesehatan ginjal jika dikonsumsi terlalu banyak?
dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo mengakui memang orang yang memiliki bakat ginjal harus lebih berhati-hati mengonsumsi jamu.
Maka itu jika ingin minum jamu harus yang sudah benar-benar teruji secara klinis. Minum jamu bisa berbahaya jika tidak disertai dengan banyak minum air. Air putih ini membantu cairan yang disaring ke ginjal tidak terlalu pekat sehingga tidak mengganggu kerja ginjal.
Menurut dr Dante, minum sembarang jamu tanpa mengetahui komposisinya bisa berbahaya bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan materi-materi penyusunnya belum dapat diidentifikasikan secara pasti. Sehingga belum dapat dipastikan apakah material yang terkandung di dalamnya aman untuk ginjal.
"Saya tidak menganjurkan pasien yang sakit untuk minum jamu," ujar dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo, seperti yang dikutip dari detikHealth.
Orang dengan penyakit ginjal lanjutnya, sangat tidak disarankan minum jamu. Karena apabila telah terjadi kerusakan pada ginjal maka minum jamu akan meningkatkan risiko dan mengakibatkan pasien tidak bisa bertahan lebih lama.
dr Dante juga membantah anggapan orang bahwa obat-obat medis lah yang lebih berbahaya bagi ginjal. Menurutnya jika obat yang diminum sesuai aturan dan tidak dikonsumsi sembarangan maka risikonya minim.
Dijelaskan, ada dua jenis sistem ekskresi (pembuangan) dalam tubuh, yaitu melalui ginjal dan sistem cerna. Jamu yang belum diuji klinis karena belum diketahui komposisinya bisa membuat kerja ginjal berat jika senyawa metabolitnya mengendap di ginjal atau saluran cerna.
Ginjal adalah penyakit kronis yang tidak menular yang bisa juga dipicu oleh komplikasi penyakit kronis lainnya, seperti diabetes, darah tinggi, infeksi saluran kemih, batu ginjal, penyakit autoimun (lupus).
Jadi jika ingin minum jamu sebaiknya benar-benar yang komposisinya aman dan diimbangi dengan minum air yang banyak. Jangan sembarangan membeli jamu di pasaran karena ada beberapa jamu yang kini banyak mengandung bahan kimia berbahaya.
Untuk mengetahui artikel kesehatan lainnya, bukalah www.health.detik.com.
(mer/ir)
dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo mengakui memang orang yang memiliki bakat ginjal harus lebih berhati-hati mengonsumsi jamu.
Maka itu jika ingin minum jamu harus yang sudah benar-benar teruji secara klinis. Minum jamu bisa berbahaya jika tidak disertai dengan banyak minum air. Air putih ini membantu cairan yang disaring ke ginjal tidak terlalu pekat sehingga tidak mengganggu kerja ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak menganjurkan pasien yang sakit untuk minum jamu," ujar dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo, seperti yang dikutip dari detikHealth.
Orang dengan penyakit ginjal lanjutnya, sangat tidak disarankan minum jamu. Karena apabila telah terjadi kerusakan pada ginjal maka minum jamu akan meningkatkan risiko dan mengakibatkan pasien tidak bisa bertahan lebih lama.
dr Dante juga membantah anggapan orang bahwa obat-obat medis lah yang lebih berbahaya bagi ginjal. Menurutnya jika obat yang diminum sesuai aturan dan tidak dikonsumsi sembarangan maka risikonya minim.
Dijelaskan, ada dua jenis sistem ekskresi (pembuangan) dalam tubuh, yaitu melalui ginjal dan sistem cerna. Jamu yang belum diuji klinis karena belum diketahui komposisinya bisa membuat kerja ginjal berat jika senyawa metabolitnya mengendap di ginjal atau saluran cerna.
Ginjal adalah penyakit kronis yang tidak menular yang bisa juga dipicu oleh komplikasi penyakit kronis lainnya, seperti diabetes, darah tinggi, infeksi saluran kemih, batu ginjal, penyakit autoimun (lupus).
Jadi jika ingin minum jamu sebaiknya benar-benar yang komposisinya aman dan diimbangi dengan minum air yang banyak. Jangan sembarangan membeli jamu di pasaran karena ada beberapa jamu yang kini banyak mengandung bahan kimia berbahaya.
Untuk mengetahui artikel kesehatan lainnya, bukalah www.health.detik.com.
(mer/ir)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
2
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
4
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
5
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
MOST COMMENTED











































